Pages

1/31/07

Maria Eva

Nama penyanyi dangdut kontroversial Maria Eva mengingatkan saya pada dua wanita agung yang pernah hidup di muka bumi; Bunda Maria dan Siti Hawa. Keduanya wanita yang luar biasa, yang satu dituduh melacurkan diri dengan melahirkan anak tanpa ayah, yang satu disalahkan karena dinilai menjadi penyebab manusia ‘jatuh’ dari nirwana ke dunia yang fana.

Tentu saja melahirkan Isa, yang kelak ditakdirkan menjadi seorang penyelamat bangsanya, tidak pernah dicita-citakan Bunda Maria sebelumnya, apalagi dalam keadaan tanpa ayah. Maria seorang wanita sederhana itu akhirnya harus menikmati berbagai cercaan yang meluncur dari kaumnya sendiri. Sakit memang, karena dia dituduh melacurkan diri.

Mengingat kisah Maria yang akhirnya menjadi wanita perawan suci seumur hidupnya membuat saya miris. Penelitian partisipatif yang dilakukan oleh Iip Wijayanto beberapa tahun lalu menerangkan bahwa sembilan puluh persen lebih mahasiswi di Jogja tidak lagi perawan, membuat perasaan miris itu semakin menjadi-jadi. Bukankah sekarang zaman sudah berubah? Bukankah pemikiran sudah semakin modern? Bisa jadi keperawanan sudah tidak lagi penting saat ini.
***
Perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa sebenarnya bermula dari sesuatu yang sepele. Pacaran, berkunjung ke kos, mencari waktu aman, lalu hwarakadah jadilah! Tidak perlu kasur spring bed, tikar lusuh yang ditingkahi baju kotor di sudut ruangan khas kos-kosan mahasiswa sudah cukup. Tidak perlu semalaman, sepuluh menit juga sudah lebih. Gejala itulah yang saya rasakan saat berkunjung ke sebuah kos di daerah Gebang.

Sore itu, sama seperti sore-sore becek musim hujan, saya berniat mampir ke kos seorang kenalan untuk mengembalikan sebuah buku yang saya pinjam. Kos itu cukup besar, cat putih dan pagar yang tinggi semakin menambah kesan angkuh kebesaran bangunannya. Ternyata di halaman depan kos itu terdapat lobby dengan kursi kayu yang cukup apik, ya cukuplah untuk berkunjung pacaran. Di lobby yang cukup luas itu sudah ada dua orang pasangan yang berasyik masyuk satu sama lain. Pelukan penghangat badan menjadi pembenar ditengah hujan yang semakin lebat mengguyur.

Tidak hanya itu, di sudut kos yang besar itu saya juga melihat beberapa lelaki yang melenggang dengan bebasnya (bahkan bertelanjang dada dengan handuk tersampir di pundaknya) di tengah areal yang berjudul “Kos Putri” di depan pagarnya itu. Keterkejutan saya membuat saya urung memencet tombol interkom yang berada tepat di depan hidung saya. Saya pun ngacir. Tentu saja sambil mikir.
***
Akhirnya saya teringat akan seorang rekan yang pernah menulis email bahwa manusia jatuh ke dunia karena Hawa yang tidak dapat menjaga nafsunya untuk mencicipi lezatnya buah khuldi. Bagi rekan saya, itu semua bermula dari perilaku Siti Hawa yang tidak dapat menjaga pandangannya. Satu pakem yang masih relevan; dari mata turun ke hati.

Saya sendiri yang sudah melihat film Virgin masih berpendapat bahwa keperawanan itu masih penting, hingga hari ini. Titik. Walaupun sulit untuk melaksanakannya. Walaupun batas antara perawan dan tidak perawan hanyalah setipis selaput dara. Walaupun dalam kata keperawanan ada kata rawan. Karena selalu saja ada bahaya yang mengintai.

*diambil dari opini dengan judul yang sama untuk ITS Online*

1/26/07

Ziarah

Ziarah, atau perjalanan napak tilas selalu saja menarik. Tidak saja bagi kaum saat ini yang mempelajari kaum terdahulu, tetapi juga bagi kaum akan datang yang mencari hikmah dari kehidupan kaum masa kini. Ziarah tidak saja memerlukan persiapan jasad, jauh lebih penting adalah persiapan ruhani. Karena ziarah adalah sebuah cerita tentang pengorbanan.

Bahkan Borobudur yang gagah itupun di tiap lekuknya menceritakan elegi cinta Rama-Shinta yang ironis nan melegenda. Seperti itu juga Study Comparative BEM ITS saat ini. Mengambil rute Jakarta-Bogor-Semarang mengingatkan saya pada cerita tentang Teto dan Atik pada novel Burung-Burung Manyar-nya Romo Mangun. Atau saat menyusuri punggung Jawa di Pantura, ingatan saya melayang pada moyang yang membangunnya dari Anyer hingga Panarukan di bawah lars kulit Daendels. Sungguhpun saat ini saya sedang berziarah, saya berziarah tentang apapun. Bahkan bagi sejarah yang saya tuliskan sendiri.

Seringkali kita berbuat pilihkasih terhadap sejarah. Tidak semua pena mampu menulis sejarah, hanya sejarah yang gilang gemilanglah yang dinubuatkan. Konon kita adalah bangsa yang instan. Bangsa yang melihat segala sesuatu cespleng langsung hasil, tanpa proses, seperti mie bungkus. Padahal sebenarnya sejarah adalah kumpulan proses yang dialektis. Mengalahkan dan dikalahkan adalah epos yang membingkai kisahnya.

Sastrawan besar Mesir, Nagouib Mahfouz, berhasil memotret gejala ini dengan baik. Saat obsesi dengan Barat menjadi sangat besar, yang terjadi adalah imitasi yang dilakukan serentak dan sekejap. Menjadi “keliatan bule” adalah kata yang menyihir dan magis, semua-muanya ditiru, mulai dari ujung batok sampai ujung jempolan. Tanpa menengok kembali ke belakang dan mencoba menggali kearifan lokal, maka sekonyong-konyong “manusia instan” seperti ini hanya seperti padi tanpa isi. Kopong.
"
Selayaknya dalam sekian tahun hidup kita, mencoba menyisakan sedikit waktu untuk diam sejenak, menarik nafas masa lalu, menengok kebelakang, menjelaskan setiap arti hidup. Lalu kembali melesat. Perlu diingat, tidak setiap jalan yang dilalui itu mulus seperti jalan yang di-aspal hotmix. Tetapi juga kadang berkerikil dan berkerakal. Namun itulah proses.
"
Begitupun sejarah. Tidak selamanya sejarah itu indah. Pernah juga suatu saat sejarah berlalu dengan sangat kelam dan memihak pada pihak yang menang. Tetapi itupun tetap harus ditulis. Sebagai wanawisata pemikiran generasi yang akan datang.

***
Saat itu bis merapat sebentar di Cirebon, sekedar untuk mampir makan. Di ujung restoran para sopir kembali berkelakar, kembali ngakak. Bercerita bahwa pelacuran di utara pulau Jawa inipun sudah ada sejak zaman Londo. Hingga berlanjut saat ini di bawah remang warung pinggir jalan sembari diiringi dangdut Garut. Pak sopir juga bilang, ”Para garong yang biasanya mbegal juga sering nongkrong bareng kok,” ya itulah hidup.

*diambil dar opini dengan judul yang sama untuk ITS Online*

1/25/07

Nebeng BEM JJS (Jalan-Jalan Sibuk!)

wowowow! setelah lama gak posting abis ini aku mo mbuat postingan yang cukup panjang! mengapa eh mengapa? karena eh karena berjudi itu haraaam. nope! tapi karena kemaren ikut Study Comparative-nya BEM selama 4 hari ke Jakarta-Bogor-Semarang, gratis pula...
>foto di depan UNJ ma anak-anak
>anggota gank belakang minus mas iqbal+mas ziqov

banyak cerita sebenernya, mulai dari makan enak sampe kete
mu anggota DPR yang suka nulis (sampe dikasih dua novel dia!), dari hunting malem sampe kelimpungan cari warnet buat upload berita. dari temen tidur ngorok sampe mandi yang nggak pernah puas! haaah empat hari yang mengasyikkan. sungguh banyak hal yang bisa aku dapetin selama empat hari kemaren; temen baru, foto baru, pengalaman baru (sebagai wartawan 'online'), dan pandangan baru. banyak yang unik. banyak yang menarik.tapi tetep aja, ditengah kesenangan temen-temen BEM, aku tetep harus kejar berita. pinjem laptop sana-sini (kembali ke laptooop!), belom lagi ngedit poto pake sopwer sotosop buat nge-adjust brightness-contrastnya, sampe pontang panting cari warnet yang ada firefoxnya! di jakarta, tepatnya di kuningan, aku harus jalan sejauh 3 kiloan buat dapetin tuh warnet, mana mahal lagi! tapi ya itung-itung hunting juga, soale ngupload sekitar jam 1 malem, trus liat cityscape jakarta yang cukup sparkling (apalagi terminal busway yang keren) membuat mata serasa kecolok dan secepatnya ngambil kamera. ntar di bawah hasil huntingnya aku aplod deh...

apalagi pas mo ngupdate berita di semarang, weh jalan siang-siang panas nyolong waktu pas sharing antar BEM. nggolek ngalor-ngidul yang ada cuman rental dan rental! hah! alhamdulillah pas di IPB ada furqon yang mbantu cariin warnet (thanks qon!)...
>nulis berita pas di rumah mas paksi
>ngejar 3 berita di semarang

hunting jam 1 ampe jam 3 malem pas semua orang lagi tidur. di daerah kuningan jakarta. tertarik ma bentuk terminal busway yang keren kalo malem. trus paginya bangun jam 5 buat ngejar sunrise jam setengah enam, kalo yang pagi di kompleks dubes malaysia ma hotel manhattan. enjoy!
>dua diatas diambil di busway kuningan tengah malem >yang ini di bilangan kedubes malaysia pas sunrise

postingan ini juga akan menyajikan makanan-makanan yang saya makan selama empat hari. sengaja saya postingin soale kemaren ada temen yang ngomong; "hei dasar mahasiswa! kok reviewnya cuman makanan yang murah doang, gimana indonesia tercinta bisa maju tuh!" gggrrrrh! ya emang otak gua dodol, tapi tentu saja itu bukan karena asupan gizi yang kurang (tetapi amat sangat kurang! hahaha) okeh! look deh, makanan yang kayak gini dong yang diposting... (pada ngiler gak lu pade! hahaha! mangkanya jadi orang jangan katrok!)>menu di hotel bidakara, mak nyuuuss! (cerinya cuman hiasan doang, abis foto diminta lagi ama waitressnya lagi! hihihi)>pas makan ma IKA di semarang, makanan lokal yang ngindonesia banget...>ketiduran soale kekenyangan! hahaha

eh pas ke kunjungan ke DPR aku tuh terus perhatiin kursi-kursi yang ada di ruang sidang, apa bener sih ni kursi bikin ngantuk? eh ternyata bener bo', tuh kursi emang amat sangat bikin ngantuk, mana empuk dan framenya ukiran apik nan eksklusip! nih kursinya...>kursi DPR yang mbikin ngantuk... suwer...>sempet ketemu ocha, temen PJN di semarang

hari terakhir di semarang pas makan siang diundang IKA Semarang di RM Nglaras Roso, sempet gila-gilaan juga tuh nyanyi bareng ama mas Rusman. dikritik ma singer aslinya kalo suaraku tuh welek tenaan! katanya nadanya suka naik turun gak jelas. dasar! jalan-jalan ke bondowoso, TAPE' deeeh...tips:
buat anda-anda yang diajak jalan-jalan resmi tapi gratis seperti saya, ndak ada salahnya jika anda mencoba tips-tips yang akan saya sajikan:
- bawa baju secukupnya, kemaren jadwalnya kan empat hari, tapi aku cuman bawa kaos 3, itu juga yang satu singlet! jadilah akumulasi daki yang bergerombol di setiap lekuk indah tubuhku!
-kalo ada acara yang gak lumayan penting cobalah untuk berpisah dari rombongan untuk mengeksplor lebih jauh daerah yang anda kunjungi. mencoba hal yang baru tak ada salahnya...
-sosialisasi sangat penting dalam perjalanan bersama yang memakan waktu beberapa hari: *batin gw: anjrit bau kentut! pasti si gendut sebelah nih yang kentut!* *batin sebelah gw: ih gila ni orang masak studi banding pake bawa-bawa jengkol, dikalungin lagi! jimat ya om?* itu adalah efek jika kita tidak saling kenal...

1/16/07

Warung Kita Gebang

nnah! ini updatean posting kuliner yang akan selalu dan selalu diupdate setiap pemilik blog ini menemukan warung yang pas untuk rasa dan kantong mahasiswa indonesia raya yang biasanya kere berganda! hahaha

kali ini warung berbahagia yang kita repiew adalah Warung Kita alias warkit! masih di sekitar Surabaya, warung kita yang berada di daerah gebang ini sangat dekat dengan kampus tercinta ITS. jujur aja, pertama ngeliat ni warung agak under estimate juga, lha gimana nggak under estimate kalo yang ada di dalem rata-rata cowok! (emang gua cari lekong? gak lah bow!) eh tetapi tanpa dinyana, banyak pula bidadari yang sudi untuk mampir dimari, tentu saja bukan untuk mandi, tetapi untuk nggolek mangan dan tentu saja ngecengin cowok ganteng yang berterbangan! (lho? koyok laler ae!)

ragam masakannya cukup banyak, mulai dari sayur bening yang cuman berupa aer putih direbus doang (hehehe) hingga sayur pare yang radagurih-radapait. lauknya? lah yo juga ikut lengkap tho pakde! mulai dari ayang goreng-panggang-hingga opor. trus ada juga lele dan iwak-iwak yang berasal dari perairan nusantara! halah!
tim kami siang itu mencoba untuk merasakan masakan di warkit yang konon banyak dikerubuti mahasiswa itu. testpage-nya gak maen-maen: nasi yang all-u-can-get, iwak lele goreng, dan dua macam sayur. plus es teh manis. ternyata memang maknyuuus dan murah! ayo para proletar kelaparan segeralah untuk menunaikan ibadah haji tetapi jangan sampe kelaperan karena tidak bawa sangu dari Indonesia! ya warkit memang tempat yang oye! maknyuuus...

data fisik:
nama: Warung Kita Gebang Sukolilo
lokasi: Gerbang depan ITS, ke arah barat, trus tanya aja ma orang yang lewat! hehe
harga: nasi all-u-can-get, lele goreng, 2 macem sayur 3500 perak + es teh manis 1000 perak

1/15/07

Soto Ayam Cak Har

hahaha ini jenis postingan baru di blog ini! pastinya yang paliiing ditunggu oleh segenap rakyat melarat yang pengen makan enak! (kayak aku!) inilaaah postingan kuliner yang akan diupdate setiap kali pemilik blog menemukan warung enak dan murah yang pasti dan pastinya sangat cucok dengan kantong mahasiswa. untuk pertama kali kami memberikan tempat yang istimewa ini kepada Soto Ayam Cak Har! mengapa? karena selain enak, harganya pun terjangkau! (sebenernya alasan kuatnya karena deket ama kampus! hihihi)
soto ayam yang didaulat berasa Lamongan ini memang bisa dibilang istimewa. mengapa eh mengapa? karena warung cak har yang terletak nylempit di ujung jalan deket SMP 11 ini gak pernah sepi bow! dari pagi ampe malem pasti rame. coba aja kesana pas jam makan siang ato pas Surabaya abis ujan, pasti gak dapet tempat duduk. kalo pas malem, dari warungnya kamu bisa liat jajaran lampu memanjang yang berkelok di jalan bypass arif rahman hakim, jadi top markotop lah! yo weis para kere pecinta kuliner segeralah mengumpulkan receh yang menyelinap di kantong dan sela gigi anda, nabung! lalu makan enak! pokoke maknyuuus...

data fisik:
nama: warung soto lamongan Cak Har
lokasi: by pass arif rahman hakim depan SMP 11 Surabaya
harga: soto 4500 perak + teh anget 1000 perak

1/14/07

Diplomat Cilik


wah keliatannya semangat Deplu untuk mengenalkan diplomasi kepada muda belia bener-bener nyata, baru beberapa hari yang lalu aku baru tau kalo Deplu bikin small site tentang pengenalan Deplu untuk anak-anak. alamatnya bisa diakses di Deplujunior.org.

desainnya yang catchy dengan menggunakan warna-warna yang fancy membuat situs ini 'menyala' dan membuat anak kecil tertarik. apalagi brandingnya diwakili oleh tokoh bunder yang dikasih nama pak Globo. hohoho kesannya internasional banget tho? sayangnya tampilan yang fancy ini tidak didukung ama foto kegiatan internasional yang diikuti oleh anak-anak, mungkin child program ato child summit (ada gak sih?).

memang sosialisasi program deplu di masyarakat sempet jadi isu yang cukup hangat, ya dibilang deplu itu adanya di menara gading lah, deplu itu cuman urusan birikrat lah, dan sebagainya. nah untuk itu perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat yang dikemas dengan bentuk yang lebih popular, ya kayak situs ini...

trus yang buat pemudanya kapan pak?

Ketiban Duren Supermarket

wah yyyang bennner ajaaa dong pak JK! masak yang gitu aja dikasih uang 50 juta? cuman nemuin sucuil besi aja 50 juta! waduh bisa gaswat tuh, gak bisa dilogika nih pola pikirnya!

seperti yang aku baca di Detik Online kemaren per tanggal 14 Januari, JK mo ngasih 'hadiah' sebesar 50 juta sama yang nemuin bangkai pesawat Adam Air pertama kali! apa gak gendeng tuh? aku sih mikirnya gini, kenapa pas kemaren gempa 5,9 SR di Yogya kan beliau janji mo ngasih santunan bahkan sampe 30 juta tuh dan itu gak direalisasikan!lha ini nelayan yang cuman nemuin serpihan besi Adam Air dikasih (sekali lagi) LIMAPULUHJUTARUPIAH! ndul gondal gandul holobis kuntul baris...

ya, mungkin sedikit ngiri itu wajar soale akhirnya yang menerima uang itu adalah seorang nelayan yang bernama Bakrie (huh kenapa bukan gue aja nelayannya! atau wah ngerti gitu gua pengen jadi nelayan aja laaah!) tapi ya mbok dipikir, apakah sudah sepantasnya serpihan kecil yang (sudah) tidak berguna itu dihargai segitu? uang segitu tuh banyak banget loh! suwer! apa gak mending buat menyantuni para korban kapal senopati yang munting gak karuan dan korbannya ratusan? ato gak sebaiknya tuh uang dipake buat repair transportasi massa di Indonesia yang jelas-jelas memiliki safety rendah? ato gak sebaiknya tuh uang dipake buat kasih santunan tuh ribuah haji yang kelaperan? kok yo ra mikir ngono loh? wah wah wah, apa nanti suatu saat kalo ada musibah yang rodo keren JK mo bikin sayembara-sayembaraan lagi ya? tak tunggu bos!yang mau tau ato nolong korban gempa yogya:
helpjogja.net

1/13/07

Java Jazz 2007

wah ga terasa kayaknya baru kemaren java jazz 2006 digelar, eh taun ini udah mau digelar lagi! (kayaknya ngerasa kehilangan padahal juga gak pernah nonton live! palsu! kekeke...) katanya sih bakal ngundang Jammie Cullum salah satunya, wah emang asem tuh panitianya! ngundang Jammie pas aku kere, weh dasssaaarrr...

tapi ga papa, soale pasti nanti juga di tipi ada siaran ulangnya. gratis, gak usah ngantre, gak usah ke jakarta dulu, dah diedit pula! siiip wes... tapi jujur perasaan being there itu yang lebih penting, kesan kepada orang kalo,"wah kalo Java Jazz mah yang kemaren gua nonton! enak lho nonton Jammie ma Incognito dari deket! hahaha (diiringi ketawa congkak yang tak tertahankan!)," shit!

kalo yang aku baca di Tempo edisi akhir taun 2006, emang sekarang di Indonesia lagi ada demam Jazz, buktinya acara-acara yang dulu sempet mati sekarang idup lagi, mulai dari Java Jazz, JakJazz, ampe Jazz Goes To Campus yang te o pe be ge te! gak tau kenapa pastinya, mungkin biar dikira lebih menteren kali yak? *berarti lu juga ikut-ikutan yah yos?* eit! jangan salah, aku seneng jazz soale soulnya kena banget! *aaah bullshit lu mah!* wah ya udah kalo gak percaya! ya awalnya sih senengnya cuman yang soft jazz ato lebih cenderung ke acid. tapi semakin kesini merambat ke bossas sampe yang rada klasik juga udah bisa ditolerir...

kapan ya bisa ke Java Jazz? (ngareeep...)

1/12/07

Droppingknowledge

tadi abis browsing, trus ngunduh poster yang lumayan menggelitik, tentang tiga tokoh; Mahatma Gandhi, Dalai Lama, ma Martin Luther King. yang lucu sih tag di bawah gambar para tokoh yang aku tapsirin sebagai sikap dan perilaku tokoh itu. Si Gandhi dikasih tag Watching karena dia memiliki ajaran yang anti-kekerasan, just watching till stop. trus si Dalai dikasih tag Waiting soale Dalai biasanya tenag dalam bersikap. yang terakhir si Martin dikasih tag Dreaming soale dia pernah ngebawain pidato yang judulnya 'I Have A Dream' dan itu sangat terkenal.
Poster yang tempat aku ngunduh poster tadi di Droppingknowledge, keliatannya seperti situs yang membicarakan media kontemporer. cukup seru dan berwawasan! di bawah ini beberapa poster campaign yang juga aku unduh, semuanya bergaya humanis dan berbau kritik-sosial, rata-rata punya gambar latar yang kuat, trus tinggal dikasi keterangan campaignnya dikit. beautiful.

Obey Giant Propagandart

ada yang udah pernah denger tentang gerakan art propaganda yang dikasih nama obey giant? obey giant sendiri aku kenal sejak empat tahun lalu, pas itu mbaca majalah desain kesukaanku Blank! pas itu lagi ngangkat masalah propaganda artist, nah salah satunya propaganda yang dibikin ama Shepard Fairey yang dikasih tag Obey Giant. Awalnya shepard cuman iseng aja bikin stencil make wajah wrestler kesukaannya, nah pas ada sekelompok skater tau hasil stencilnya, tuh stencil diadopsi untuk ngehias board. lama-kelamaan virus obey ini merambah sampe berbagai belahan dunia. bahkan sempat dibikin film, ato jadi cameo scene di beberapa film kaya Batman Begin, aku sih ga tau banyak soale data pastinya aku pernah baca di Blank! magazine tapi pas aku browsing lagi kok gak nemu ya? (huuuuu! cuih-cuih) eit tapi sabar dulu, soale aku sempet browsing untuk menampilkan beberapa artwork mereka yang fenomenal.
belajar dari pengalaman Obey, propaganda mereka sebenarnya sangat sederhana. dari core image yang berupa siluet wrestler yang sangar dengan tulisan Obey dengan typefont helvetica (mungkin lebih cucok Arial Black kali ya), gambar ini menawarkan ambiguitas yang cukup unik. Tulisan 'OBEY' yang terang bisa jadi kita tafsirkan secara harfiah sebagai kepatuhan terhadap kekuatan yang masif (yang diwakili gambar wrestler) tetapi bisa juga sebaliknya. Shepard ingin menunjukkan bahwa kekuatan masif yang selama ini mendominasi harus dilawan, toh bukankah propaganda ini ditujukan pada kalangan underground yang menganut paham perlawanan? klop!

tetapi bagaimanapun juga shepard sesungguhnya hanya ingin berbagi (dengan free download dari situsnya: ObeyGiant.com), berbagi perlawanan melalui media pop. dalam situsnya shepard berkata; medium is a message! ya setubuh! make art not war lah...

iPhone Keluar!

Bujut! si Steve Jobs berulah lagi neh, abis merajai 75 persen pasar MP3 player tahun lalu dengan iPod-nya, eh sekarang udah nakut-nakutin vendor HP terkenal kayak Nokia, SonyEricsson, en Samsung. kemaren baca di koran dia ngeluncurin iPhone, yang katanya bakal lebih dari sekedar smartphone seperti yang banyak digembar-gemborkan ma vendor pendahulu. beberapa pengamat ngomongnya sih brilliantphone! weh gimana lagi tuh? akhirnya akibat terbakar rasa penasaran yang mendalam dan kebelet yang berlebihan (lho?) maka segeralah jemari ini browsing untuk mendapatkan gambar si iPhone, dan... ketemu! di situsnya sendiri ditulis dengan gagah: Apple reinvents the phone! hah!
kalo diliat sekilas dari mata seorang yang mencintai desain seperti saya, keliatannya desainnya gak jauh beda ma kebanyakan desain apple yang selalu menawan, minimalis dan elegan. pertama, layarnya tuh yang besarrr banget, katanya juga touch screen, seperti PDA kebanyakan. tapi yang berbeda adalah (jreeeng!) OS-nya pake OS X-nya Mac, trus web browsernya pake Safari, ada widget, ama icon user interfacenya yang katanya intuitif banget , percayaaa! kalo pengen tau lebih jelas bisa coba baca di blog mas Arif.
harganya gak beda jauh ma Nokia yang NSeries kok, sekitar 5 jeti. tapi lebih dari itu, aku mbayangin betapa kedernya vendor hape yang udah mapan saat ini menghadapi iPhone. yah, tau sendiri lah gaya Steve Jobs yang nggak mau ngeluarin produk sebelum tuh produk bener-bener masterpiece di bidangnya. iPod sendiri udah ngebuktiin, tuh gadget kayak jadi magnet para desainer produk untuk bikin produk penyokongnya! intuitif! dari Nike yang ngeluarin sepatu seri Nike+ yang support sampe aksesoris kecil kayak tali sampe sound dock yang portable! pfiuuh...

wes lah gak ada alasan buat para Mac mania untuk gak punya nih gadget anyar yang umbar Steve Jobs desainnya lima tahun lebih maju dari hape kebanyakan!

1/10/07

Hunting Flora

liburan idul adha kemaren cukup punya banyak waktu buat hunting, ndilalah lagi seneng ma foto macro yang bunga, klop! tempat hunting sendiri masih di sekitar Jember raya, untungnya masih banyak bunga yang bisa ditemuin. kalo dipikir, bunga itu kalo diambil dari sudut manapun kok tetep bagus ya? subhanallah...
yo wes, monggo dinikmati saja hasil hunting inyong!
yang anggrek tuh cuman di depan rumah, kebetulan pas lagi bersemi, ceillah!yang dua di atas ini di komplek kantor bapakku, kok keliatannya bunga kecil yang rapuh itu keliatan lebih eksotik ya? hehehe
masi di kantor bapakku, yang ini aku kasi judul david and goliath! tapi mungkin kalo di jadiin blackwhite lebih dramatis kali ya...

1/6/07

Satu Detik

Satu detik, mungkin bukan waktu yang lama bagi kita, satu detik itu cuman satu kedipan mata. tapi sebenernya dalam satu detik itu,
4,5 mobil dibuat di dunia
2000 meter persegi hutan lenyap dari peta dunia
3 bayi dilahirkan di muka bumi
1,5 orang meninggal dunia
2,4 juta sel darah merah diproduksi
jadi banyak hal yang terjadi dalam satu detik!
itu mengapa jam tangan pabrikan Swiss diperkirakan hanya meleset satu detik dalam 250 tahun...

Teodice

Kemaren sempet baca koran Kompas jadul di rumah, tanggalnya sih masih sekitar Desemberan. di situ ada ulasan buku tentang Teodice yang ditulis sama Paul Budi Kleden (mungkin sodaraan ma Ignas Kleden yang sastrawan itu), sebagai refleksi banyaknya bencana yang ada di negeri Indonesia tercinta ini.
Teodice sendiri adalah sebuah cabang filsafat yang isinya merupakan kontradiksi dari pemikiran filsafat dan teologi. contohnya; seandainya kita dihadapkan pada pemikiran teologis yang didasarkan pada pemikiran bahwa Tuhan itu Mahabaik lalu kita hadapkan pada sebuah pemikiran filsafat, "lalu mengapa ada kejahatan di dunia?" nah lo! jadi kontradiktif banget, kalo Tuhan itu Baik kenapa harus ada Buruk? bukankah seluruh kehidupan di alam semestea ini merupakan cerminan dari sifat-sifat Tuhan?
Teringat dengan puisi Epikuros (341-270 SM):
"...atau Tuhan mau menghapuskan keburukan, tetapi tidak mampu; atau sebenarnya Ia mampu, tetapi tidak mau; atau Ia tidak mampu dan tidak mau. Jikalau Ia mau, tetapi tidak mampu, Ia lemah... jikalau Ia mampu, tetapi tidak mau, Dia jahat... tetapi, jikalau Tuhan mampu dan mau menghapuskan kejahatan, ...lantas bagaimana kejahatan ada di dunia?
mungkin lebih arif kalo kita merujuk pada pemikiran Immanuel Kant yang mengatakan bahwa problem Teodice hadir karena manusia menggunakan rasionya secara berlebihan, melampaui kemampuannya untuk berpikir logis. bagi Kant, Teodice mempersempit kodrat manusia sekedar sebagai makhluk rasional!
"Membiarkan Tuhan sendiri sebagai penafsir dan pemberi keterangan mengenai relasi antara kehendak-Nyadan keadaan dunia... Teodice yang otentik meminta pertanggungan jawab dari Tuhan, dan memberikan hak kepada Tuhan untuk membela diri berkenaan dengan adanya tuduhan yang muncul karena adanya keburukan di dunia..." (Kant)
lha iya, wong manusia hidup itu sebagian kecil dari grand design-Nya!

Nationalism Commercial

Pernah liat iklan rokok Gudang garam baru-baru ini di telepisi gak? yang seri 'Rumahku Indonesiaku' ato kalo yang baru ini 'Cahaya Asa' yang ditutup dengan tag ucapan Natal dan tahun baru, kalo kemaren pas Agustusan tagnya dirgahayu RI? (kalo mau sedikit ulasan lebih lengkapnya coba cek ke blog punya Dami Sidharta yang jadi art director nih TVC http://dontaskmetoshutup.blogspot.com/ dijamin lebih ngeh!)
sumpah, aku salut sama yang buat! gambarnya indah, alurnya keren, musik latarnya juga mengharubiru, belom lagi fakta yang ditonjolkan bahwa; kita tuh belon tau sedikitpun tentang Indonesia! hah!
selidik punya selidik, setelah baca di Kompas, ternyata creative advisornya si Jay Subiyakto! jeniuusss... nggak cuman Jay yang bikin nih proyek, sederatan orang kreatif jadi back up nih iklan yang super duper keren. I Ketut Rina, seorang koreografer kondang Bali yang bikin gerakan-gerakan model menjadi sangat eksotis, Ketut sendiri tampil pas bagian scene akhir yang gondrong trus loncat sambil tereak "jancuuak!" (hehe yang aku denger sih geto, maap) trus yang bikin aku kaget, kostum yang dipake ama modelnya ternayata eh ternayata bikinannya Edward Hutabarat, fashion desainer idealis yang saya kagumi!
belom lagi animasi 2D klasik dan ornamental yang sungguh kerasa heritagenya! salut! katanya sih FX supervisenya si Aty S Soedharto? aku belom banyak tau sih, tapi sungguh salut buat Ipang Wahid sang director! Indaaah banget, jadi ngiris ati pengen keliling Indon, hehehe...
aku sih nyebut iklan kayak gini tuh nationalism commercial, jadi ada semangat edukasi yang diperjuangkan. gak cuman bayar agency, keluarin commercial, produk laris, dan stag! menurut aku sih iklan yang membangun kayak gini tuh salah satu wujud community development yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. buat Gudang Garam salut deh!
emeng-emeng tentang musiknya yang membuat bulu kuduk merinding, aku sih ngira itu lagunya Nera, kelompok jazz etniknya si Gilang Ramadhan, suara pokalisnya mirip sih. trus suara wanitanya gak tau, tapi ya 11-12 ma Ubiet lah, keren juga! eh omong-omong tentang Ubiet, katanya Ubiet abis ngeluncurin album barunya yang berjudul "Music for Solo Performer, Ubiet sings Tony Prabowo" (panjang banget yo judule!) huntiiing aaahhhh....

Angin

aku punya tiga temen:
Windi, temen SD yang jago matematik
Windie Elita, temen despro yang kerjaannya detil
Winda Savitri, bos besar waktu kerja di BEM ITS (kuli PJN)

jika kita tilik kembali dengan seksama dan dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya (lho?) maka dengan cepat kita simpulkan bahwa ketiga temenku ini punya satu kesamaan. cerdas! nama mereka diawali dengan kata WIND=angin!

mengapa mereka dinamai dengan kata depan 'angin'? ada beberapa teori yang dapat menjelaskan fenomena alam ini (halah!),
1. pertama (iya dah tau, itu di depan juga ada nomernya!)
ortu mereka memberi nama saat jalan-jalan (cari angin) sehingga terinspirasi oleh angin yang mereka temui di jalan (lho?)
2. ortu mereka ingin berterima kasih kepada angin yang telah membantu penyerbukan yang mereka lakukan sehingga hadir ketiga makhluk yang akhirnya jadi teman-teman saya (emang bunga pake penyerbukan segala!)
3. anginlah yang menyebabkan kedua ortu mereka jadian, teringat lagu Dewa; angin katakan padanyaaa bahwa aku cinta diaaa

mungkin teori-teori diatas dapat membantu menjelaskan fenomena ghaib yang sering terjadi ini. terima kasih.

ditulis sembari ditemani lagu dari Akeboshi yang jadi OSTnya Naruto

1/5/07

Do As Infinity!

Weh lagi seneng ma DAI (Do As Infinity) neh!

gak tau kenapa pertama kali denger lagu DAI di kompienya Ruli bisa langsung nyambung. Apalagi pas tracknya muter di Would You Marry Me! weh, anjrit! enak loh...
Trus selidik punya selidik ternyata eh ternyata berjudi itu haraaam (lho?) maksudnya si Tomiko sang vokalis tuh ayu banget! lengkap wes...

Sempet aku beritahu ke Yuko Ito --orang JICA-- seperti ini;
Aku: Hey Ito, aku lagi seneng ma DAI nih! (sambil mesam-mesem pamer...)
Ito: Oh ya? wah pasti kamu suka DAI karena Tomikonya cakep kan? biasa laah cowok Indonesia yang suka DAI kan kayak gituuu...
Aku: (bengong sambil mikir; nih cewek kok tau ya?)

Tapi sayang DAi dah bubar, semoga kebubarannya dapat diterima di sisiNya, amiiieen...

Sip Wes! (ver 2.0)

Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan ini diresmikanlah sebuah blog yang nanti pada terakhirnya yang memiliki adalah Raden Ayos Purwoaji seorang. Mengenai akan apa yang akan ditampilken nantinya kemungkinan yang sangat besar adalah segala sesuatu yang sejatinya akan sangat mendukung semangat narsis yang dimiliki oleh sang pembuat blog.
Bila pada akhirnya terjadi iritasi mata pada pemirsa yang terlalu lama mantengin ini blog yang teramat sangat keren maka setuju ndak setuju itu bukanlah lagi urusan atawa permasalahan yang dibebanken kepada sang pemilik blog dimana disini merupakan pihak ketiga dari rumah tangga Anda atau juga disebut Raden Ayos Purwoaji.
Tengrimakasih,
Sing Mbaurekso