Pages

1/6/07

Teodice

Kemaren sempet baca koran Kompas jadul di rumah, tanggalnya sih masih sekitar Desemberan. di situ ada ulasan buku tentang Teodice yang ditulis sama Paul Budi Kleden (mungkin sodaraan ma Ignas Kleden yang sastrawan itu), sebagai refleksi banyaknya bencana yang ada di negeri Indonesia tercinta ini.
Teodice sendiri adalah sebuah cabang filsafat yang isinya merupakan kontradiksi dari pemikiran filsafat dan teologi. contohnya; seandainya kita dihadapkan pada pemikiran teologis yang didasarkan pada pemikiran bahwa Tuhan itu Mahabaik lalu kita hadapkan pada sebuah pemikiran filsafat, "lalu mengapa ada kejahatan di dunia?" nah lo! jadi kontradiktif banget, kalo Tuhan itu Baik kenapa harus ada Buruk? bukankah seluruh kehidupan di alam semestea ini merupakan cerminan dari sifat-sifat Tuhan?
Teringat dengan puisi Epikuros (341-270 SM):
"...atau Tuhan mau menghapuskan keburukan, tetapi tidak mampu; atau sebenarnya Ia mampu, tetapi tidak mau; atau Ia tidak mampu dan tidak mau. Jikalau Ia mau, tetapi tidak mampu, Ia lemah... jikalau Ia mampu, tetapi tidak mau, Dia jahat... tetapi, jikalau Tuhan mampu dan mau menghapuskan kejahatan, ...lantas bagaimana kejahatan ada di dunia?
mungkin lebih arif kalo kita merujuk pada pemikiran Immanuel Kant yang mengatakan bahwa problem Teodice hadir karena manusia menggunakan rasionya secara berlebihan, melampaui kemampuannya untuk berpikir logis. bagi Kant, Teodice mempersempit kodrat manusia sekedar sebagai makhluk rasional!
"Membiarkan Tuhan sendiri sebagai penafsir dan pemberi keterangan mengenai relasi antara kehendak-Nyadan keadaan dunia... Teodice yang otentik meminta pertanggungan jawab dari Tuhan, dan memberikan hak kepada Tuhan untuk membela diri berkenaan dengan adanya tuduhan yang muncul karena adanya keburukan di dunia..." (Kant)
lha iya, wong manusia hidup itu sebagian kecil dari grand design-Nya!

No comments: