Pages

2/19/07

Februari

Biasanya bulan Februari dilewati dengan banyak ungkapan cinta. Baik cinta kepada sesama manusia yang diwakili dengan perayaan Valentine atau cinta manusia terhadap alam yang mewujud secara simbolik pada perayaan Imlek yang biasa dirayakan saudara kita kaum Tionghoa. Sayangnya, bulan Februari 2007 diawali dengan sesuatu yang berkesan buruk, banjir besar yang melanda ibukota dan pertengahan bulan yang diwarnai kisah klise kaum selebritis. Kali ini giliran Angel Lelga.

Benarlah kata orang bahwa Februari adalah bulan yang penuh cinta, selebrasi cinta sangat kentara di bulan kedua dalam penanggalan Masehi ini. Santo Valentino biangnya, konon pengorbanannya mampu menginspirasi jutaan orang untuk mengungkapkan cintanya hingga menjadi kultur sampai saat ini. Cinta selalu saja menjadi inspirasi. Sejak Romeo hingga Hamlet, dari Laila sampai Sangkuriang semuanya epik besar yang diwarnai kisah cinta. Jadi jangan salahkan ribuan lagu dan jutaan puisi yang tercipta karena cinta. Juga film Indonesia yang melulu bicara masalah cinta --tentu saja dengan mistik, dua hal yang sangat marketable di negeri ini.

Menyoal film Indonesia yang selama ini mengumbar kisah cinta remaja, sebuah kritik film yang dilontarkan oleh seorang pengamat perfilman di sebuah harian ternama di awal bulan membuat kita berpikir, akan dikemanakan perfilman kita? Jalinan cinta picisan dengan setting keluarga mapan dan soundtrack dari seorang penyanyi legendaris menjadi syarat wajib film yang ingin sukses di pasaran. Dalam film-film tersebut cinta selalu digambarkan dengan indah. Diawali dengan perkenalan yang tak terduga, dibumbui sedikit konflik yang menjemukan, diakhiri dengan happy ending menjadikan film-film kita berasa sangat Hollywood.

Tapi apa benar sesederhana itu? Saat melihat kisah menarik dari Angel Lelga, berubahlah pandangan bahwa cinta itu selamanya indah. Ternyata toh cinta yang kita gembar-gemborkan selama ini juga bisa menjadi tidak indah. Sangat tidak indah. Apalagi diwarnai kebohongan dan penyerahan diri yang nafsuis. Mungkin cinta seperti itu yang ingin digambarkan secara sarkatis oleh Djenar Maesa Ayu dalam beberapa cerpennya. Seperti dalam sebuah cerpen Ayu yang terangkum dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Jangan Main-main Dengan Kelaminmu dia bercerita tentang seorang suami yang berpandangan bahwa istrinya semakin buruk saja penampilannya dari hari ke hari, seperti onggokan daging ujarnya. Begitu juga sang istri yang mengetahui bahwa sang suami telah berselingkuh dan dia hanya membiarkannya saja. Cerpennya sendiri diceritakan dengan fragmen cerita yang terpatah-patah seperti film Memento, sehingga mengesankan bahwa cinta adalah sebuah hubungan yang rentan.

Setidaknya itu yang dapat kita lihat, banyak kisah cinta yang ditutupi dengan pupur yang tebal dan gincu yang menor, semuanya terlihat samar dan absurd. Sama absurdnya dengan komitmen pemerintah pusat dan ibukota yang berkeinginan untuk membebaskan Jakarta dari banjir di awal bulan. Semua tampak menjadi janji-janji kosong apalagi saat banyak korban mulai berjatuhan. Semuanya terjadi di satu tempat, Jakarta, ibukota Indonesia. Sudah sepantasnya pemerintah mulai memperhatikan tata kota Jakarta yang sudah semakin semrawut. Ditambah kesadaran masyarakat yang rendah dalam memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Maka banjir adalah sesuatu yang niscaya, sebuah konsekuensi logis.

Seharusnya pandangan masyarakat Cina dalam memandang hakikat hubungan alam dan manusia patut kita tiru. Filsuf Cina terkenal, Lao Tse mengatakan bahwa sejatinya manusia dan alam adalah kesatuan yang padu. Berjalin kelindan setiap aspek hidupnya. Itulah mengapa aspek keseimbangan menjadi prinsip yang paling utama. Selama ini manusia telah menanam dan sekarang alamlah yang memberikan balasan. Banjir Jakarta adalah saksi bagaimana warga Jakarta memperlakukan alam sekitarnya. Otto Soemarwoto, seorang ekolog terkemuka, selalu mengingatkan kita dalam setiap karyanya bahwa sebagai makhluk paripurna yang diberi kemampuan berpikir selayaknyalah manusia untuk senantiasa berpikir holistik. Memandang sesuatu dari setiap sisinya.

Tanpa terasa Februari telah memberi kita banyak hal. Februari mengajarkan kita tentang cinta. Cinta yang tidak saja berlaku pada sesama manusia, tetapi juga cinta kepada alam sekitar. Akhirnya cinta pulalah yang mengingatkan saya pada pernyataan Agus, seorang pemuda yang sibuk dengan konflik cintanya sendiri dalam serial TV Jomblo, bahwa manusia hidup di dunia itu harus membuat pilihan. Sepahit apapun jawabannya sebaiknya kita terima dengan penuh tanggung jawab, karena bagaimanapun juga hidup harus tetap berjalan.

2/18/07

The Foto Djadoel

Hahaha ada-ada aja si Irsyad, temenku dari TK ampe kuliah, kemaren dia kasih aku message dari friendster, katanya dia punya foto jadulku ma dia pas abis karnapal 17-an.
tapi omong-omong karnapal 17-an, itu dulu kan sering tuh ya jaman-jamanya orde baru perayaan tujuhbelasan pasti ada karnapal. pun begitu juga di jember, walopun kota kecil, tapi kalo pas 17-an jadi rame banget! ada karnapal anak TK, karnapal anak SD, karnapal anak SMP, karnapal anak SMA (biasanya SMP ma SMA digabung sih...), trus ada karnapal PNS, trus ada karnapal tukang becak, trus ada karnapal mobil hias, eh sekarang malah ditambah adanya Jember Fashion Karnaval yang katanya buat nyaingin karnapal fashion asli yang ada di Rio de Jeneiro! hahaha mana mungkin boy?

tapi ditilik dari culturenya, berarti orang Jember tuh kliatannya memang dilahirkan untuk narsis! beneran deh! aku liat temen-temenku juga banyak yang narsis, apakah ini adzab yang ditimpakan illahi robbi kepada kota yang penduduknya dilahirkan untuk terlalu ganteng dan cantik? who knows? hahaha kidding lah yaw!

pas aku inget sekali lagi, ternyata dulu tuh pas setiap karnapal baik pas masih di TK ato sudah di SD, aku selalu terpilih dari sekian siswa yang diseleksi! sumpah yang ini gak boong! entah kenapa? apakah para guruku dahulu begitu mengerti akan bakat ganteng yang saya miliki? aaawwh rasanya jadi malu! ato malah para guru tuh ngliat aku melas banget, batin mereka berkata: "ih kasian banget nih anak, merengek-rengek sampai mencucurkan air mata dari ketiaknya, yasud lah tak apa, toh umur anak ini tak lama lagi!" hah, ketepu kalian hai para guru yang dodol! buktinya ane masih sehat ampe sekarang! dulu mah saya merengek itu cuman acting doang! hahaha ketepuuuu...

ps: penjelasan foto
itu yang pake topi warna-warni adalah saya, sedangkan samping saya adalah irsyad sang pemberi foto yang pas kecil setelah saya lihat ternyata kayak penderita hydrocephallus hahaha. sebelah irsyad yang cewek itu namanya distya, sudah cakep sejak kecil tuh orang. samping distya itu adikku yang dodol bin koplo! namanya nabun hahaha topi warna-warninya mbikin semaleman ma oom wendi yang kreatif dan suka menabung. itu ibu-ibu yang pake kacamata adalah mama aku, khas dandanan 90-an yang katrok tapi nyetil dengan kacamuka. mom ur still the best! hehehe samping mamaku itu ibu si irsyad yang helmnya kemaren aku ilangin, sampingnya lagi guru TK, eh bu, dulu suka mukulin saya ya? eh btw yang dibawa irsyad tuh piala apa sih? kok aku gak dapet? kan aku lebih ganteng?

2/14/07

WPP 2007

kembali lagi tahun ini pemenang world press photo 2007 diumumkan, semuanya ciamik! keren-keren! komposisi, warna, value, dan newsnya dimainin! wah jadi harus banyak belajar, banyak angle yang tidak terkira, apalagi saat pengambilan putusan yang hanya beberapa detik seperti wartawan perang!

salah satu foto cantik yang aku sukai adalah foto seorang pekerja Bangladesh di Kuwait. tonenya keren, posenya mantap, komposisinya cantik, dan tanpa olah digital. mantaaap!
wes pokoke para penggemar fotografi gak usah ambil pusing, cepet di cek dan di lihat hasil jepretan para pemenang di situs World Press Photo!

Dangdut Asyik, Dangdut Hitech!

Wah wah dangdut sekarang mulai meninggalkan kesan pinggiran! ya, dimulai dari trio macan ma lagu SMSnya yang membuat kita goyang eh akhirnya debutnya dilanjutin ma lagu Miscall entah yang nyanyiin siapa? kalo mau taruhan, itu dangdut cerdas yang harus dikasih apresiasi! mana ada lagu seindonesia raya yang nyinggung teknologi selain lagu SMS? gak ada! sepatutnya kedepannya lebih banyak lagu yang menggunakan jargon teknologi seperti Hatiku Di Shutdown Kamu, Restart Cinta, atou Turbulensi Asmara, nah ngeri tho?

Tentu saja bagi korporat ini merupakan peluang yang cukup bagus. bukankah saat ini banyak korporat yang mempercayakan para penyanyi untuk menguatkan branding yang dimilikinya? Audy dan Ada Band adalah beberapa diantaranya. bisa jadi dengan sedikit modifikasi lagu SMS bisa dibuat branding korporat yang akan mengeluarkan pulsa SMS misalnya, why not? nantinya seluruh biaya promo manggung ditanggung korporat dengan bagi hasil, satu orang masuk dikasih satu voucher promo. ya kayak strateginya rokok lah...

Ke Solo Aku Kan Kembaliii...

Kemaren sama beberapa temen sempat ke solo, ya itung-itung sekalian nyambangin adik di assalaam. terakhir kali ke solo enam bulan yang lalu, dan saat ini semakin banyak saja mall yang dibangun. memang modernisasi sebenarnya akan memberangus apapun, termasuk pola pikir. padahal solo itu kota raja-raja, dan itu punya sejarah yang sangat panjang. singkatnya: solo adalah kota yang menawan, sejak dulu dulu saya masih kecil hingga sekarang sudah dewasa *cieeee*

selain pasar klewer dan kratonnya yang terkenal, sesungguhnya ada satu hal lagi yang membuat saya selalu rindu dengan solo: angkringan! yeeeaah! eits, pada tau angkringan gak? kalo ini khasnya solo-jogja ma beberapa daerah jateng, bisa juga disebut warung koboi, hik (hidangan istimewa kampung), warung tiga ceret, ato ya yang paling melegenda, wedangan. Semacam warung kopi tapi juga menyediakan nasi kucing (nasi satu kepal, potongan daging iwak sesritan, sambel seplukan), dan beberapa gorengan serta beberapa macam sate. murah meriah. nikmatnya ndak bisa dibandingin ma sentra cangkruk surabaya seperti di jembatan merr ato di pucang, apalagi ma langganan di jember yang deket masjid sunan.

bagi saya angkringan adalah sebuah media yang tepat untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, membuang dahak rakyat njelata, menghujat, menggosip, menggunjing, ketawa, dan sudah. simpel tho? ya sesimpel makanannya. pantas orang betah berlama-lama di dalamnya. malam itu pun begitu, diajak sama beberapa teman yang kuliah di UNS, kami malam itu puter-puter solo, ya sudah lama juga mata ini tidak memandang solo di malam hari. setelah lelah berpusing akhirnya perjalanan terhenti di sebuah angkringan di daerah manahan, namanya wedangan harno. kenapa dikasih nama harno? karena yang punya namanya bukan steven.saat itu pengunjung masih penuh, padahal wedangan ini membentang panjang ribuan mil jauhnya! hahaha nggak ding, ya tujuh meteran lah, tapi yo penuh, yang single, yang pacaran, yang ngobrol tentang organisasi, tentang ortunya, dan sebagainya. tetapi beranjak malam pengunjung pun berubah sepi, tinggal kelompokku yang masih tinggal (mas basith, mas kasino, itang, ma aku) cekikikan ngomongin pacar, tapi aku mlongo dewe soale ra nduwe pacar hahaha. pokoknya sumpah mampus wenak banget ngobrolin dunia di sini, kalo ngobrolin akherat sih mending di masjid aja, di sini kurang begitu cocok le.

di solo juga sempat ketemu yoga, teman lama yang makin juga bertambah haibat lagi pemikiranja, memang sudah sedjak lama sahaya berharap banjak padanja kelak bahwa dia haruslah mendjadi pemikir yang sohor *lah ngomongnya kok ikut-ikut YB Mangunwijaya? hahaha* analisa yoga semakin tajam, mungkin karena bacaane juga tambah akeh, wah ini kalo ketemu dion bandeng ma deri wagu bisa diskusi berhari-hari nih! aku ma yoga ngobrolin apa aja, dari politik luar negeri, konspirasi, sampe media dan etika. filsafat tetap jadi bumbu yang menarik. haha thanks yog! ayo nulislah, biar dunia tahu pemikiranmu!

Pola Pikir

Kemaren pas di rumah liat bapak nebangin ranting pohon jambu aer yang ada di tengah rumah aku jadi heran. tuh pohon emang dah besar, tapi belom lebat banget soale belom beberapa bulan yang lalu juga dah ditebangin ma bapak, apalagi kemaren pas berbunga yang berarti bentar lalgi tuh jambu-jambu merah mungil akan segera bermunculan. trus terjadilah sebuah percakapan singkat:

aku: lho pak, kenapa rantingnya kok ditebangin lagi? kan belom lebat banget? juga kan lebih enak kalo teduh?
bapak: (dengan sikap cuek dan tetap melanjutkan pekerjaannya) biar perkembangannya lambat dan akarnya gak sampe pondasi rumah!
aku: (diem sambil mikir...)

apa emang seperti itu ya pola pikirnya orang kalo sudah S3? gak cuman bisa mikir diawang-awang tapi juga harus menghunjam jauh di bawah permukaan bumi. gak kepikiran gitu lho, kalo tuh pohon semakin lebat kan akar penopangnya juga harus semakin banyak dan menghunjam, itu bisa bermasalah buat pondasi! padahal itu kan baru berapa tahun atau puluh tahun lagi? bahkan sampe nulis blog ini pun aku masih mikir...

sungguh kok, aku masih mikir...

suwer, masih mikir... *iyo soale utange akeh!*

Pulang Ke Jember, Ada Apa?

bah, lama kali daku tak memasukkan postingan ke ini blog, pastinya para pembaca setia blog ini dari ujung semesta pada merindukan kehadiran ini postingan bukan? hahaha i love you!

begini, kemaren, liburan semester selain saya isi dengan senang-senang, saya juga menyempatkan diri untuk pulang ke jember, kampung halaman tercinta. seperti biasa tidak banyak yang berubah, masih adem dan tambah adem. jadi pulang diwarnai dengan cerita sakit juga tuh *huuuuuu* ya tapi apa mo dikata. anyway bahagianya saya ketika kemarin pulang ke jember akhirnya bisa ketemu dan ngorol lama ma nuran, seorang temen lama yang namanya berubah jadi vino *wek wek cuih cuih* trus pas diajak ngeceng di mantan skulnya dia, tuh cewek-cewek lugu pada menyebut-nyebut namanya dengan beringas, mencakar, mengeong, berlari, bertebaran, lalu berebutan menyalaminya! gimana gak sock (kaos kaki kali!) gw ngeliat tampang si nuran yang tengil pas SD sekarang begitu digilai! tuh adek kelasnya pada katarak!tapi sungguh, banyak hal menarik selama seminggu ini di jember, mula dari petik laut di puger dengan budaya larungnya sampe kemaren acara tryoutnya himasa yang yaa lumayanlaah! sayangnya pas larung aku gak bisa ngikutin, jadinya cuman moto yang pas arak-arakan jaran hias, bagus sih. baru nyadar kalo landscapenya puger tuh indah, bayangin aja, ada pantai ma perbukitan yang dipisahin ma hilir ooouuuugh beautiful scene!
kalo pas tryout, kebetulan banget baju yang dipake aku ma rere sama, jadi kita berdua kaya anak panti asuhan al-Polo tshirt hahaha! mereknya sama, modelnya sama, yang satu ganteng, yang satu cakep, wes klop koyo sales rokok!

selebihnya, saya tersadar kalo jember tuh punya awan yang indah banget! tipenya cumulus tapi bukan cumulus nimbus yang gede dan jatuhnya di horison, dia ngambang tapi padat bergizi, tinggal dibangun kastil dah jadi deh negeri awan! sumpah, bagusnya subhanallah! mungkin karena angin di jember juga gak begitu kenceng sehingga awanya gak mudah tercerai berai kayak awan cirrus. top banget! di bawah ada beberapa gambar dari tempat dan waktu berbeda, juga landscapenya. tapi emang, moto awan tuh cocoknya ma sawah ato laut. dan aku semakin mencintai sawah...sebagai catatan; valentine kali ini semakin tidak penting! bukannya mengharamkan tetapi karena memang tidak ada yang mau denganku *huuu dasar jomblo katrok!* tapi memang menyedihkan, ngemut lumpuur aja laaah, kan sama coklatnya!

sakit kemarin juga cukup menyiksa, batuk+pusing+pilek+radang jadi koyo komplikasi gitu deh. pas diperiksa di rumah sakit si bu dokternya nganjurin disuntik, aku iya-in, dia datang bawa serum ma suntik, disedotlah cairan serum dengan tatapan garang seraya memicingkan mata ke arahku, aku bergidik, lalu adegan sedikit dramatis: suntik dihadapkan pada neon 15 watt yang berpendar karena tagihan tidak pernah dibayar, lalu serumnya di-crut-kan sedikit menambah kesan ngeri, gigi dokter nge-ting ditimpa neon, tikus mencicit, kambing mengembik, aku ngeden, lalu dokter bilang: pantatnya dibuka dik! HAH WHAT! PANTAT! yang bener aja! NO NO NO! ayoolah dok, di tangan aja ya! aku pun memelas selama 2 hari 2 malam di mata air pegunungan alami sambil memberi parsel lebaran ke dokter berupa buah-buahan sub-tropis, akhirnya dokter luluh jadilah tangankyu yang dimaknyus, dan tak akan kubiarkan si bu dokter ini menyentuh pantatku yang mulus ini. sampai mati! hahaha