Pages

5/9/07

Jay


Beberapa pekan kemaren rombongan produksi iklan (TVC) Rumahku Indonesiaku mampir ke ITS. Tentu saja, aku adalah salah satu orang yang sangat menantikannya, semua ini dadasarkan pada kekagumanku yang berlebih pada ikalan yang dirilis Gudang Garam tersebut. satu kata deh: indah!

Ya standar lah, para kru yang hadir (Ipang wahid, Jay subyakto, ma pihak Octocomm) pengen berbagi cerita kepada para mahasiswa cerita di balik pembuatan iklan yang fenomenal ini. di ITS sendiri para peserta yang hadir kebanyakan dari jurusan DKV, yo konco-konco dewe lah.

Gak percuma nonton nih acara, gratis n dapet beberapa souvenir lagi, aku ambil kalender sedangkan si hanip ngambil agendanya, semuanya eksklusif dan limited! apalagi packagingnya manstaps, di dalemnya ada foto-foto indah nusantara beserta caption singkat tentang foto yang nambah tuh souvenir jadi makin mak nyuuus... di dalem, panitia juga nge-set background dengan apik, ditampilkan juag du baju rancangan Edward Hutabarat, seorang fashion designer yang saya kagumi.

Kebetulan pas nonton ada anya ma putri juga, jadi ya rame. selain ngajak hanip, yoppi juga turut serta, keduanya jago menggonggong lho! hahaha (emang anjing ya:)

Satu perhatianku tertuju sama creative head nih TVC, yup! siapa lagi kalo bukan jay subyakto! perawakan yang ceking, dipadu dengan kaos ketat, rambut gondrong lurus berpadu lengkap dengan wajah tirus yang dimilikinya, hemm aku pikir nih orang wajahnya eksotik tenan. tapi sungguh, bukan karena penampilannyalah aku tertegun, tapi aku begitu mangagumi isi batok kepalanya yang dihinggapi ribuan ide gila nan cerdas, ndak cukup sampe disitu, satu poin penting yang aku gak punya: dia dapat mewujudkan ide-ide kreatifnya! iyaalah, sama aja boong kalo kamu seorang yang kreatif luar biasa tapi kamu gak pernah berusaha mewujudkan ide-idemu! bullshit!

jay, seorang pribadi yang menurut aku multi talent. jay adalah seorang arsitek, fotografer, koreografer, creative director, sutradara, clip maker, penulis, dan sederetan kebisaan lainnya. sungguh aku seringkali memimpikan diri menjadi seorang jay, feel marvelous kali yah? haha (berceracau mode: on!)

jay ngomong kalo sejak kecil dia ndak suka sekolah, emang orangnya sih kalo aku liat bertipe orang yang bebas merdeka dan breakin d rule, yang ini sih cawang! akhirnya masuk arsitektur karena bapaknya yang dubes mau dia jadi insinyur. eh di arsitek dia malah menemukan dunianya, mungkin karena dasarnya suka seni paling. jay selalu ngomong kalo arsitektur tuh ilmu yang lengkap, ada seni, tapi teknik juga gape. menurut dia, seorang arsitek adalah para pemimpi yang tau hal teknis. yaw sama kayak desainer yak!

pas mahasiswa, dia bilang, dia sering muterin Indonesia, nggak lupa sama kamera. jadi dia tau banyak tentang tempat di Indonesia, nggak cuman apal tempat, aku liat si jay juga apal adat istiadat sampe filsafat di tiap daerah. anjrit! pengennya sih aku juga gitu, keliling indonesia, liat tempat-tempat indah, cari mutiara yang masih tersisa dari indonesia. nggak lupa bawa kamera lumixku tercinta, hmmm...

nb:
aku liat roadshow rumahku indonesiaku dua kali, yang di ITs ma yang di Petra. ada dua hal prinsip yang membedakan antara mahasiswa desain pertra dengan ITS:
-mahasiswa petra punya passion yang lebih besar terhadap dunianya
-mahasiswa ITS tanya untuk menguji, sedangkan mahasiswa Petra tanya karena mereka ingin tahu.
-mahasiswa ITS sering memeunculkan kata tanya dengan awalan "kenapa?" (seperti menghujat) sedangkan mahasiswa petra banyak pertanyaan yang didahului "bagaimana?" (cari tau caranya)

ini semua menyangkut hal yang paling dasar: mental. itu mengapa desain di Petra lebih maju ketimbang di ITS:(

No comments: