Pages

5/9/07

Sebuah Pesan dari Bang Andreas


Sekitaran bulan maret, sebuah artikel saya yang dimuat di ITS online mendapatkan sebuah surprise yang luar biasa. tanggapan singkat itu sejatinya begitu berarti, sebuah tanggapan dari bang Andreas Harsono.

Artikel saya yang berjudul Perut itu, tampaknya mengundang jemari mas Andreas untuk mengetikkan sebuah pesan buat saya. wah, seneng rasanya. bang Andreas sendiri adalah seorang jurnalis senior yang saya kagumi. alirannya yang dianggap nyeleneh membawa sebuah perubahan baru dalam jagad jurnalisme massa di indonesia, literary journalism. ato yang lebih familiar dengan sebutan jurnalisme sastrawi.

Satu kota dengan saya (Jember) membuat bang Andreas begitu dekat. seharusnya nantinya saya bisa seperti mas andreas. pengelamannya yang luas membeuat saya termangu, dia adalah murid dari Bill Kovach (pelopor literary journalism dunia) dan Goenawan Mohammad (esais yang sangat mempengaruhi tulisan-tulisan saya), weh saya sendiri bermimpi, kapan saya bisa berguru kepada mas Andreas secara langsung...

sekali lagi, terima kasih bang, kapan-kapan mampir lagi ya! hehehe

nb: lagi nunggu bukunya bang andreas, hasil investigasi dari puluhan tempat di indonesia yang hanya untuk mempertanyakan kembali makna nasionalisme.

No comments: