Pages

2/18/08

WPP 2008

Aaah akhirnya World Press Photo 2008 dah diumumin. tapi pemenangnya masih jadi perdebatan di kalangan FNers. katanya sih ndak begitu kuat 'feel'nya. tapi ya monggo dipirsani aja di situs World Press Photo.

nih aku ambi dari FN beberapa.
World Press Photo of the Year: World Press Photo of the Year 2007
Tim Hetherington, UK for Vanity Fair.
American soldier resting at bunker, Korengal Valley, Afghanistan, 16 September

Spot News 1st prize
John Moore, USA, Getty Images.
Assassination of Benazir Bhutto, Rawalpindi, Pakistan, 27 December


yang ini aku suka. katanya sih memang dijagokan untuk menang WPP 2008. eh ternyata cuman dapet spot newsnya saja. Gaya gambarnya kaya Robert Capa...

Nature: 1st prize singles
Fang Qianhua, China, Nangfang Dushi Daily/Southern Metropolis Daily.
An endangered plant at Wanzhou city sanctuary garden, China

Tumbuhan langka (endangered plant) Kayak Anthurium Jemanii yg disudut rokok, kalau Jemanii harganya jatuh jika daunnya berlobang kalau foto ini malah dapet juara. Menurut aku sih ini foto lebih bernilai erotik. kalo dilihat dari sudut pandang semiotis. huhu IMHO lho...

People in the News: 1st prize singles
Yonathan Weitzman, Israel.
Dress of an African girl caught in the Israel/Egypt border fence, 20 August

Nyantol kawat...

1st Winner Contemporary Issues

Liat foto ini saya jadi ngeri. manusia itu bisa jadi lebih hewani dari hewan itu sendiri ternyata. membuktikan kedigdayaannya sebagai makhluk yang berakal mungkin...

2/17/08

Jakarta Today

Teks and photo: Winda Savitri

-07 Februari 2008-
Hari dimana sebagian orang menghabiskan waktunya untuk bersantai. Namun, lain ceritanya bagi warga keturunan Tionghoa. Hari tersebut sudah pasti di manfaatkan untuk menyambut Tahun Baru Cina atau imlek, bisa juga disebut dengan tradisi Gong Xi Fa Cai. Haaiiiyya, saya sendiri justru menghabiskan malam imlek dengan melakukan perjalanan singkat di Ibukota.

***

Flight hari pertama sudah dipastikan delayed, walaupun tanpa ada basa-basi dari pihak penerbangan. Sedikit berpikir keras, pastilah gara-gara terkena imbas tanggal merah. Padahal cuaca diluar sana terang benderang –padhang jingglang kata orang Jawa. Hah, ternyata 100% bener! Kuota dari Kuala Lumpur membludak, alhasil kroco-kroco yang akan terbang menuju jakarta pun "diistirahatkan” dahulu di ruang tunggu bandara yang saat itu penuh dengan bule-bule lokal maupun internasional. Yah, sabarlah setelah menunggu 2 jam akhirnya saya pun terbang...Cuaca yang sering kali jungkir balik sedikit membuat saya was-was. Apalagi Jakarta sangatlah sensitif akan curah hujan tinggi. Jakarta bagaikan kota mangkok yang masih saja dihujani oleh para wisatawan. Kota metropolitan yang selalu saja menarik untuk diceritakan. Hhmm, Menjadi salah satu alasan bagi saya untuk berkunjung, sekedar sowan sekaligus jalan-jalan tentunya, walaupun kondisi kota tersebut labil akan banjir.

Begitu sampai, tujuan pertama saya sudah pasti makan! Yup!, semangkok Bakmi GM wajib hukumnya. Hyaha. Tujuan kedua, mampirlah saya ke PIM 2. yah, seperti di mall-mall kebanyakanlah, hingar-bingar suasana imlek mewarnai setiap sudut hole plaza. Demikian ramai, demikian hingarbingar.Nah, yang menarik pas hari kecepit pasca imlek nih, pegawai negeri pada masuk kerja. Hyaha! Walhasil beberapa mall atawa rumah makan pada sepi pengunjung. Sama seperti yang terjadi ketika saya kebetulan mampir ke sebuah restoran jepang bernama Midori. Wuih, suepi pol!
Perjalanan berlanjut ke arah Bekasi. Pas ambil arah tol cikampek di sekitaran kilometer 20 ada jembatan Grand Wisata yang kalo malem pemandangannya maknyus banget! Seperti inilah wujudnya, bakal jadi golden gatenya bekasi nih, hehehe. Nggak jauh dari grand wisata, ada tempat istirahat yang biasa jadi tempat nongkrong para pengemudi yang mungkin sekedar transit untuk isi bensin, makan utowo ngopi. Lha kok ketemuw Pak Pol juga. Beliaunya sedang asik ngobrol. Hwadu...istirahat kali ya? ini foto candidnya.Hari ke-2 sempet sowan ke menteng. Saya pikir taman menteng yang baru dibangun ini sudah benar-benar berfungsi. Tapi kok malah sepi ya? Begitu liwat di sekitaran jalan Diponegoro ada tulisan yang bikin merinding, ”Tanah ini milik kerajaan malaysia” hwaduh, sampe segitunya ya? Hm, Dari menteng, kita ngintip cendana. Ternyata penjagaan disana tidak begitu berarti. Begitu lewat ternyata adhem ayem saja, rumah cendana sepi, begitu juga suasana rumah pejabat disekitarnya yang nampak lengang. Kota jakarta pun juga tak kalah sepi dan tentu saja masih diliputi mendung...Di hari terakhir, saya sempatkan mengunjungi gelanggang samudra. Semata-mata demi nonton film 4D. Haha, Untungnya tidak merugi, baguuus banget. SiippLah! Cuman sayang, you are not allowed to take this ride if you use a camera or handycam! yah, penonton kuciwa deh, kurang lebih seperti itu bunyinya.
Meskipun dah setua ini, ditawari nonton atraksi aneka satwa ya masih manthuk-manthuk ae aku. Gyaha, gaya luchuw Si Hippo waktu mangap. Weitz, ke Ancol ya pastilah ke pantai, namun ada baiknya berhati-hati jika sudah memasuki musim hujan. Sampailah sudah pada perjalanan pulang. Masih, masih dan masih dihiasi hujan panjang....

Tapi Alhamdulillah begitu take off cuaca bersahabat.
Maturnuwuuun.

2/14/08

Bedah Desain

Designer Gathering
Desainer Muda Surabaya
Jumat, 15 Februari 2008
Ruang Jelantik
Arsitektur ITS
Gratis!

posterdesign| Ayos

Laut: Sebuah Cerita Tentang Manusia

Jutaan tahun yang lalu jauh sebelum Tuhan menciptakan manusia, lautan sudah bergulat dengan dirinya sendiri. Menggulung dan moksa ke langit setiap waktu untuk sebuah siklus yang tak kunjung henti. Para filsuf Darwinian percaya bahwa dari laut pula segala sumber kehidupan berasal. Dari air, maka muncullah kehidupan.

Sejak lama air didokumentasikan sebagai sebuah sosok agung. Dalam berbagai folklore dari pelbagai kebudayaan dapat diketahui bahwa laut adalah sebuah buku yang tak kunjung ditutup. Sebuah hikmah dan pelajaran yang tiada habisnnya. Dasar laut yang dalam dan dingin banyak menyembunyikan rahasia saintifik. Tubuhnya yang kaya laiknya sebuah katalog nyata tentang Tuhan dan keajaiban penciptaan. Pasirnya yang membentang memberikan ribuan inspirasi bagi manusia yang mencari.

Seringkali laut dianalogikan sebagai sebuah ibu yang sabar. Ibu dari segala jenis kehidupan. Ibu yang membuai kita dalam irama wirid yang paling konstan. Ibu yang sesekali memberi hukuman bagi mereka yang tamak. Ibu yang bahkan dalam pukulannya masih menyisakan kasih dan sayang yang tak terperi. Tak terasa laut telah lama mendampingi hidup manusia. Pertanyaannya adalah; mampukah manusia menjaga hubungan yang telah terjalin selama ratusan ribu tahun ini?

***
Beruntung kita menjadi orang Indonesia. Tuhan memberkahi setiap jengkal tanahnya, sejauh mata ini memandang. Seolah kekayaan yang diberikan tidak ada habisnya. Kita pun terbuai, mengira ini semua hanya diturunkan untuk satu generasi dan tidak akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Alasannya sederhana: Tuhan tak akan alfa membagi setiap rezeki bagi makhluk, bahkan yang terkecil sekalipun!

Salah satu kekayaan alam laut Indonesia adalah sebuah keajaiban yang mewujud sebagai kepulauan Raja Ampat. Kepulauan Raja Ampat berada sekitar 50 mil dari pusat Kota Sorong, Papua. Daerah kepualauan ini memiliki keanekaragaman laut yang luar biasa, terbaik, dan terindah di Indonesia. Walau sampai tahun 2001 kehebatan Raja Ampat dengan keanekaragaman hayati laut belum terungkap, tetapi para ahli kelautan dunia mengusulkan agar Raja Ampat segera ditetapkan menjadi situs warisan dunia karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa kaya.

Anda pernah mendengar nama Waikabubak? Daerah kepulauan yang berada di Sumba ini disebut keindahannya mampu mengalahkan pesona Pulau Capri di Italia. Padahal Pulau Capri adalah salah satu tempat paling eksotik di dunia, tempat dimana para kaum jetset dan socialite menghabiskan berkrat-krat dom perignon dan caviar di meja makan. Sayang sekali jika anak muda di negeri ini hirau akan kehebatan bahari negeri sendiri.

Kedigdayaan dan kekayaan bahari kita yang luar biasa ini kiranya yang menginspirasi Ir. Djuanda membela habis-habisan batas wilayah laut Indonesia dalam sidang PBB pada 13 Desember 1957. Ir. Djuanda sadar, bangsa ini adalah kaum bahari, kejayaannya akan bersinar saat berinteraksi dengan lautan. Sebagaimana kita dengar banyak cerita rakyat yang mengisahkan heroisme nenek moyang kita yang memang pelaut itu. Cerita mengenai Phinisi yang sangat kuat, cerita mengenai Hang Tuah yang melegenda, cerita mengenai teknologi pembuatan kapal tanpa joint besi sedikitpun yang ilmunya terjaga ribuan tahun. Ya, Nusantara ini memang tumbuh dan besar dari laut.

Sayangnya, cerita tentang kebesaran bahari kita tampaknya berlangsung tidak lama lagi. Pola pikir kapitalis yang tidak holistik merobohkan seluruh konstruksi kekayaan alam yang terbentuk jutaan tahun lamanya. Pemikiran yang berorientasi pada uang meruntuhkan hubungan harmonis antara manusia dan alam yang dibangun oleh para leluhur. Pengelolaan sumberdaya laut yang tidak berkelanjutan adalah bentuk yang paling nyata. Illegal fishing dan illegal sand mining adalah beberapa contoh yang mengemuka.

***
Suku Bajo adalah suku laut yang masih eksis hingga saat ini. Suku inilah yang melahirkan cerita tentang pemburu-pemburu hiu terbaik di dunia. Meski peralatan mereka hanyalah tombak ukir dan tali namun keberanian merekalah yang sejatinya mampu menundukkan lautan. Persahabatan Suku Bajo dengan laut sudah sedemikian karibnya. Hingga mereka paham akan setiap petanda yang diberikan laut. Mental baja dan local genius pada pikiran orang Bajo adalah anugerah paling hakiki yang diberikan samudera dengan segenap interaksinya.

Hanya saja persahabatan indah antara orang Bajo dan samudera itu hampir saja menjadi mitos. Eksplorasi laut yang menggila dari orang-orang gedongan membuat ikan semakin sulit didapat. Deru ombak yang dulunya menentramkan itu berubah menjadi deru penyedot pasir dari kapal keruk yang masif. Pasir yang sempat putih itu pun menghitam akibat minyak yang wutah. Semuanya berubah, kecuali rumah panggung mereka yang mengapung, masih tetap reyot, ditopang kayu ulin yang memang terkenal kuat itu.

Saya jadi teringat sebuah tulisan Kathy MacKinnon dalam bukunya Nature’s Treasurehouse: Wildlife of Indonesia, ia menggambarkan dengan cantik filosofi gunungan dalam konstelasi pewayangan Jawa:
“…The tree of life or gunungan represented in wayang kulit performances, the traditional Javanesse shadows plays, is derived from Hindu culture. The tree of life symbolises the principle of balance in nature. The design varies but often tiger and buffalo are prominent, the fierce, aggressive tiger counterbalanced by the faithful, steady-going buffalo. There is no evil, nor good, as long as balance is maintained; only humans disregard this law…”
Seandainya di masa depan kita diminta oleh anak-cucu kita untuk bercerita tentang budaya laut kita yang digdaya apakah kita masih bisa bercerita dengan leluasa? Sementara ribuan pulau hilang tergerus dan ribuan jenis karang hilang tersangkut pukat harimau.

Aaah akhirnya saya hanya ingin mengucapkan selamat dan salut kepada inisiatif arek ITS untuk melaksanakan Ocean Week atau minggu bahari setiap tahunnya.Semoga mampu membangunkan kita, generasi muda ini, untuk tetap melek. Semoga sukses!
Wallahu a’lam bisshawwab

Sumber:
Cunningham, P. William, Mary Ann C. Principles of Environmental Science, Inquiry and Applications. New York: McGraw-Hill, 2002.
MacKinnon, Kathy. Nature’s Treasurehouse: The Wildlife of Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,1992.
photo by: Richard H. Kurni one of underwater photography master

2/9/08

Ciri-Ciri Netter Sejati

kemaren dapet bulletin dari temen FS, Luqman Lucky, tentang orang yang internet minded, yaaa lucu sih, enjoy it! hehehe aneh...

***

Dari hasil survey mengenai tanda-tanda terjadinya kecanduan Internet adalah :

1. Mas kawin yang Anda minta di hari pernikahan adalah seperangkat komputer dan modem. Tunai !

2. Bel di rumah Anda bertuliskan "Click Here to continue"

3. Pintu kamar mandi Anda bertuliskan "This site contains Adult Material, please verify your age"

4. Anda menanyakan apakah ada email baru untuk anda kepada Pak Pos yang mengantarkan kartu lebaran.

5. Mimpi anda selalu berawal dengan http://www.

6. Anda menggunakan search engine untuk mencari anak anda yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

7. "Unable to locate your server !," kata Anda ketika menerima telepon salah sambung.

8. Anak-anak Anda diberi nama Joko.gov agar kelak dia jadi Pegawai negeri sipil; Susy.com agar kelak jadi cewek matre; dan Tole.edu agar kelak dia jadi mahasiswa abadi.

9. Suara dengkuran Anda sudah persis mirip dengan suara Handshake modem.

10. Anda susah menggerakan jari Anda karena Anda sudah online selama 36 jam.

11. Anda menonton film "The Net" .... 63 kali.

12. Ketika mobil Anda menyeruduk mobil lain di simpang jalan, yang pertama Anda cari adalah tombol "UNDO".

13. Istri Anda meletakan wig di atas monitor Anda untuk mengingatkan Anda seperti apa tampangnya.

14. Anda memberi nama anak Anda Eudora, Netscape dan Mirc. Dan kalau anda lebih demokratis (tidak monopistis) anda akan memberi nama anak anda Linux.

15. Anda memperkenalkan diri sebagai : youremail@yourdomain.com

16. Anda membuat tatoo di badan Anda yang berbunyi "This body best viewed with Internet Explorer 5.5 or higher."

17. Anda akan mengakses http://www.xxx.com bila sedang bosan dengan pasangan anda.

18. Anda meninggalkan antrian tiket kereta api dengan berkata "request time out !!!"

19. Ketika hidup anda mengalami depresi, anda akan sangat menyesal mengapa tubuh anda tidak dilengkapi dengan tombol Ctrl-Alt-Del.

20. Anda yang membaca e-mail ini sampai habis.

2/7/08

EJASS 08 a photo session



EJASS atau East Java Scout Spirit adalah jambore tingkat daerah yang dilaksanakan oleh kwarda jatim. Beruntung saya dapat mengikuti sebagian dari acara ini. Tidak saja karena didawuh oleh panitia sebagai pengisi acara workshop fotografi tetapi berbagai pengalaman menarik yang saya lewati selama dua hari kemarin.Awalnya saya dihubungi Dirta, seorang anak pramuka ITS yang meminta 'kami' untuk mengisi acara workshop foto selama EJASS berlangsung. 'Kami' tidak lain dan tidak bukan adalah saya, Ayos Rambey, dan rekan saya, Hanif Rambey, hahahaha! Bertempat di bumi marinir Karangpilang surabaya, acara ini dilaksanakan selama lima hari. Alhamdulillah kebetulan kemarin Wulung Rambey pas lagi pulang ke Indonesia, jadi yaaa langsung kami seret untuk ikut melatih. Wulung Rambey menunjukkan beberapa slideshow fotonya yang memang sangat inspiratif. Makasih lung!

Banyak hal menarik, tapi yang paling menarik adalah dapet hujan-angin-yang-sangat-deras saat malam saya menginap. air yang tumpah hampir separuh malam itu membuat saya menggigil kedinginan! apalagi jaket saya tertinggal di tenda milik panitia. cobaan belum berakhir, malam itu saya pun menjadi santapan bagi nyamuk-nyamuk rakus di bumi perkemahan. padahal saya sudah lulurkan lotion di sekujur badan saya, eh tuh nyamuk-nyamuk sialan malah tambah beringas menyerbu. mungkin bagi mereka lotion berbungkus merahmuda itu adalah kecap bagi makanan empuknya, seorang cowok malang yang naujubilah kerennya. dan saya akhirnya menyerah sebagai babi guling yang senantiasa mulet-mulet gelisah saat tidur. walhasil mereka (nyamuk sialan, red.) berhasil membuat saya terjaga semalaman!Tidak cukup sampai di situ. hujan lebat semalam ternyata membawa dampak yang cukup dahsyat: arena perkemahan berubah menjadi kolam lumpur yang liat dan siap melumat sandal saya yang seksi. beneran deh! sandal saya pun rusak dibuatnya! huhuhuhu. tak ada sandal, saya pun berjalan terseok di medan yang memang demikian ekstrem dan penuh batu itu, hehehe.

Aaah tapi sudahlah, toh saya jadi banyak pengalaman mengikuti acara perkemahan ini. saya jadi tahu sisi surabaya yang lain, saya jadi tahu siklus kehidupan para prajurit dalam 24 jam, saya jadi tahu cara pasang X-banner di tempat yang berangin kencang, saya jadi tahu bagaimana menghadapi anak SMA dalam sebuah workshop, saya jadi tahu jika tenda doom tidak selamanya aman dari rembesan air hujan, saya jadi tahu bagaimana cara menggunakan AK-47, saya jadi tahu bagaimana cara menggunakan binocular yang ada pada gagang senapan sniper, saya jadi tahu bagaimana membuat WC sementara selama berkemah, saya jadi tahu bahwa dalam kegiatan susur alam anda sebaiknya tidak memakai jeans, saya jadi tahu bahwa marinir menanam ratusan ranjau dalam areal latihan mereka sendiri, saya jadi tahu banyak hal...

yaudah daripada ngelantur, ini beberapa foto saat workshop. dan di atas posting ini adalah foto kami bersama para peserta yang diambil saat workshop berakhir.kalo ini sebuah gambar yang diambil oleh rekan saya Hardiansyah, sebuah tenda perwakilan blitar. hhhmm cukup menarik lah,Untuk liat koleksi foto Wulung Rambey, Anda dapat masuk ke sini.

thanks to: rekan-rekan pramuka ITS (RPPSN), Dirta, Febi, Hardi, Mas Ayik, Mas Galih. Maturnuwuuun.

2/1/08

Trance.


Ya ini sebenernya pekerjaan iseng saya. pas gak bisa tidur yaudah maen-maen aja. pengen nyoba-nyoba foto produk. gak pake studio, cuman di kamar kos aja. gak pake lighting (main light-fill in) cuman pake satu senter kecil aja. gak pake DSLR cuman pake prosummer tercinta. gak pake photosop... eh ndak ding pake kok tapi cuman sekedar finishing cropping ama dodging. yaudah dinikmati sahaja.
muka saya yang motret hanif, kebetulan dia udah agak ngantuk, tapi saya paksa motret soalnya bakat narsis sedang menjadi-jadi, hehehehe. saran dan kritik are welcome! maturnuwuuuuun.

Gudeg In Silence

hah judul postingan apaan tuh! hahahha ndak kok, jadi gini, saya ingin memberikan beberapa report selama beberapa hari di jogja kemaren. sebenernya saya mau cerita dua hal dalam satu posting ini yaa itung-itung beras mahal lah, yaitu mengenai Gudeg Yu Jum yang tersohor itu dan beberapa footage foto hunting saya.

okeh, pertama tentang gudeg yu jum. ini gudeg rasanya harus diketahui oleh kita, para mahasiswa indonesia yang selalu lapar dahaga. selain karena gudeg adalah makanan aseli jogja juga karena harga dari gudeg yu jum yang murah meriah terjangkau oleh kantong celana baggy kita! hahahha kalo yang pake skinny pasti lebih menjangkau deh, kekeke.

kalo mau cari gudeg yu jum letaknya di dekat fakultas kehutanan UGM. UGM yang jogja lo, bukan UGM malang, alias Universitas Gajayana Malang, hehehehhe. deket FK sama MM, kalo gak salah di daerah selokan. agak nyelempit memang, tapi kalo anda terbiasa sholat dhuha pasti akan menemukan warung ini dengan mudah. kalo tetep gak ketemu, bisa tanya ama bapak atao ibu yang lagi lewat, tapi jangan bapak dan ibu berkulit putih berambut brunnete berkaos kutang, karena mereka adalah para turis yang pasti takkan tahu dimana warung yu jum bersembunyi.

mengenai rasa jangan ditanya. manis gula merah yang meresap ke dalam buah nangka muda ini begitu bersahaja. dimana sekali kulum rasa itu akan memenuhi rongga mulut anda. ditambah lagi paduan unik dengan sayur cecek yang rada pedes hummm yummy! kalo kurang pedes, anda bisa menambahkan level pedes itu dengan lombok-lombok abang yang siap di ceplus. huuuh maknyuuuus. kekeke. harganya pun murah, dengan lauk telur bulet dan segelas es jeruk bisa didapatkan sekitar 6000-an. kalo pake ayam ya tambah dikit lagi.sedangkan foto-foto saya, sebenernya ingin bercerita tentang heningnya jogja. selama ini kita mengenal jogja sebagai salah satu tempat dugem yang asyik. pub-pub pun berkeliaran dengan gagahnya. menyuguhkan arak dan hiburan yang membuat kita betah melek sampe pagi. aktifitas para mahasiswa jogja yang rata-rata menganut ayat "everyday is sunday" juga membuat kota ini selalu dalam kondisi terjaga akibat ulah mereka yang cangkruk tak henti-henti.

tapi sesungguhnya di sudut lain jogja masih ada keheningan. masih ada tempat bagi sunyi untuk bersemayam. dimana tempa-tempat ini merupakan tempat yang ndah untuk merenung. mengaggumi masa lalu. wes gak usah kakean omong ini dia beberapa fotonya.

jogja in silence
prambanan temple and mount merapi
in affair with 350D
ya buat yang mau tau banyak tentang jogja, beberapa temen punya projek namanya "Djormas" alias Djogja Ora Masalah. yaaa semacam city guide jogja lah. situsnya bisa diklik di sini.