Pages

2/17/08

Jakarta Today

Teks and photo: Winda Savitri

-07 Februari 2008-
Hari dimana sebagian orang menghabiskan waktunya untuk bersantai. Namun, lain ceritanya bagi warga keturunan Tionghoa. Hari tersebut sudah pasti di manfaatkan untuk menyambut Tahun Baru Cina atau imlek, bisa juga disebut dengan tradisi Gong Xi Fa Cai. Haaiiiyya, saya sendiri justru menghabiskan malam imlek dengan melakukan perjalanan singkat di Ibukota.

***

Flight hari pertama sudah dipastikan delayed, walaupun tanpa ada basa-basi dari pihak penerbangan. Sedikit berpikir keras, pastilah gara-gara terkena imbas tanggal merah. Padahal cuaca diluar sana terang benderang –padhang jingglang kata orang Jawa. Hah, ternyata 100% bener! Kuota dari Kuala Lumpur membludak, alhasil kroco-kroco yang akan terbang menuju jakarta pun "diistirahatkan” dahulu di ruang tunggu bandara yang saat itu penuh dengan bule-bule lokal maupun internasional. Yah, sabarlah setelah menunggu 2 jam akhirnya saya pun terbang...Cuaca yang sering kali jungkir balik sedikit membuat saya was-was. Apalagi Jakarta sangatlah sensitif akan curah hujan tinggi. Jakarta bagaikan kota mangkok yang masih saja dihujani oleh para wisatawan. Kota metropolitan yang selalu saja menarik untuk diceritakan. Hhmm, Menjadi salah satu alasan bagi saya untuk berkunjung, sekedar sowan sekaligus jalan-jalan tentunya, walaupun kondisi kota tersebut labil akan banjir.

Begitu sampai, tujuan pertama saya sudah pasti makan! Yup!, semangkok Bakmi GM wajib hukumnya. Hyaha. Tujuan kedua, mampirlah saya ke PIM 2. yah, seperti di mall-mall kebanyakanlah, hingar-bingar suasana imlek mewarnai setiap sudut hole plaza. Demikian ramai, demikian hingarbingar.Nah, yang menarik pas hari kecepit pasca imlek nih, pegawai negeri pada masuk kerja. Hyaha! Walhasil beberapa mall atawa rumah makan pada sepi pengunjung. Sama seperti yang terjadi ketika saya kebetulan mampir ke sebuah restoran jepang bernama Midori. Wuih, suepi pol!
Perjalanan berlanjut ke arah Bekasi. Pas ambil arah tol cikampek di sekitaran kilometer 20 ada jembatan Grand Wisata yang kalo malem pemandangannya maknyus banget! Seperti inilah wujudnya, bakal jadi golden gatenya bekasi nih, hehehe. Nggak jauh dari grand wisata, ada tempat istirahat yang biasa jadi tempat nongkrong para pengemudi yang mungkin sekedar transit untuk isi bensin, makan utowo ngopi. Lha kok ketemuw Pak Pol juga. Beliaunya sedang asik ngobrol. Hwadu...istirahat kali ya? ini foto candidnya.Hari ke-2 sempet sowan ke menteng. Saya pikir taman menteng yang baru dibangun ini sudah benar-benar berfungsi. Tapi kok malah sepi ya? Begitu liwat di sekitaran jalan Diponegoro ada tulisan yang bikin merinding, ”Tanah ini milik kerajaan malaysia” hwaduh, sampe segitunya ya? Hm, Dari menteng, kita ngintip cendana. Ternyata penjagaan disana tidak begitu berarti. Begitu lewat ternyata adhem ayem saja, rumah cendana sepi, begitu juga suasana rumah pejabat disekitarnya yang nampak lengang. Kota jakarta pun juga tak kalah sepi dan tentu saja masih diliputi mendung...Di hari terakhir, saya sempatkan mengunjungi gelanggang samudra. Semata-mata demi nonton film 4D. Haha, Untungnya tidak merugi, baguuus banget. SiippLah! Cuman sayang, you are not allowed to take this ride if you use a camera or handycam! yah, penonton kuciwa deh, kurang lebih seperti itu bunyinya.
Meskipun dah setua ini, ditawari nonton atraksi aneka satwa ya masih manthuk-manthuk ae aku. Gyaha, gaya luchuw Si Hippo waktu mangap. Weitz, ke Ancol ya pastilah ke pantai, namun ada baiknya berhati-hati jika sudah memasuki musim hujan. Sampailah sudah pada perjalanan pulang. Masih, masih dan masih dihiasi hujan panjang....

Tapi Alhamdulillah begitu take off cuaca bersahabat.
Maturnuwuuun.

1 comment:

Bedjo said...

Wah, gw jadi pengen pulang!!!!!
Home Sick!!!