Pages

4/26/08

My Apologize

hohoho apa kabar ibu-ibu? pastinya sudah merindukan postingan di blog ini yawh! hahaha maapin saya ya, sejak my lovely vaio ngendon di THR ostosmastis saya jadi jarang ngeblog, jarang nulis, jarang ngedit berita, jarang dapet gaji banyak, jarang membeli makan enak, jarang bersyukur akan hidup yang senantiasa indah, jarang mandi, jarang gosok gigi, jarang tidur, jarang pulang ke kos, dan tak jarang pula merindukan ibu di rumah. Lho! ya iya tho, memang separah itu, tapi sejak my lovely vaio kembali saya akan kembali mengisi blog ini!

ada apa aja selama ini yos? hoho banyak hal maifren! sudah lama sebenarnya ingin saya kisahkan perjalanan saya ke madura; sebuah short trip yang indah mempesona. ada pula perjumpaan saya dengan ibu Yani Sastranegara (pematung kesukaan saya) yang tak diduga. hmm atao mungkin liputan kuliner ke cak mis di darmo atao perbuatan gila anak Despro 05 pas kartinian kemaren? wah wah banyak nian bukan...

maka dari itu, selalu apdet pengetahuan hifatlobrain anda! blog ini cucok sekali buat bapak-bapak yang ada masalah dengan istri mudanya, juga buat mahasiswa yang pegal linu mengerjakan tugas, atau buat para jomblowati yang sedang hunting lekong bo', atao para pengangguran stress yang berniat membunuh orang dan segera minta contact personnya, semua ini ada disini!

saya awali posting kali ini dengan bacaan basmalah bersama-sama, lalu kita tutup dengan posting di bawah ini...

ttd
hifatlobrain

Mystical Madura: a Ghagha Gallery



_____________________________________________________
Photo by Ghagha
ini kumpulan foto perjalanan dari teman saya Ghagha. membidik sisi lain dari madura. makasih gha!
_____________________________________________________


slopeng at night

coconuts gate

note: kalo mau ke slopeng, lihat lah ke arah kiri,
kau akan menemukan hilir yang pemandangannya indah sekali!


misty waterfall

note: ini bener-bener pantai yang hebat! thanks God!

goodboy-and also handsome

note: sorry gha, yang ini tak olah dewe, tak pasang dewe,
tapi jarene bang Arbain sangat artistik! hahahaha

4/25/08

Short Trip to Madura

text and photo: Ayos Purwoaji

Nah! saya bilang juga apa, Madura itu indahnya naujubillah! keren sekali. Selama ini kita ndak adil, pandangan stereotip kita tentang watak orang Madura yang lugas dan keras menafikan keindahan pulau terbesar yang dimiliki Jawa Timur ini. oke oke, intinya: saya mengelilingi Madura dalam sehari saja. what the hell!

Iyap, saya dan ghagha, berdua saja. keliling madura dalam artian yang sebenarnya dalam duabelas jam saja. berangkat dari bangkalan ke sumenep lewat jalur utara dan pulang dari sumenep ke bangkalan lewat jalur selatan. total hari itu motor saya menempuh jarak hampir 400 kilometer! hahaha aku sayang astrea grand bututku!

Awalnya saya mau ngajak ghagha hunting foto. yah deket-deket aja, sekitar surabaya lah. eeh entah ada inspirasi apa saya mencetuskan untuk pergi ke madura. dasar sama begonya, ghagha yang anak jakarta itu juga belom pernah ke madura, namun dia mengiyakan, yaaa jadilah kita berdua berangkat.

Parahnya, sebelom berangkat kita menemui ibu Yani Sastranegara dulu, beliau pematung kawakan. Kebetulan hari itu dia ada di surabaya, mengecek pembuatan patung landmarknya yang belom selesai. salah satu karyanya yang saya kagumi bisa dilihat di perumahan Laguna, sebuah patung raksasa di boulevard besar sebelum masuk ke klaster-klaster hunian. judulnya 'Mengejar Angin', eksotik nian dan ada kesan gerak yang luar biasa. menurut saya malah magis. Awalnya patung mengejar angin ini saya kira karya seniman patung kesukaan saya yang lain; pak Nyoman Nuarta. Abisnya konsep geraknya sama seperti patung pak Nuarta yang judulnya 'Rush Hour'. maka beruntung sekali saya dapat bertemu BuNi (sapaan akrab ibu Yani) dan saya berencana untuk main ke workshopnya di jakarta suatu saat nanti. Nah pada akhir pertemuan saya bilang ingin berangkat ke madura siang itu dengan ghagha. beliau surprised. beneran nih kalian mau ke madura? tanyanya. beliau pun memberikan referensi untuk berkunjung ke pantai slopeng. pantainya indah lho, ada banyak bukit pasirnya, ujar BuNi. Kita sih mengangguk-angguk mupeng. saya dan ghagha ndak pernah mengira itu jadi awal petaka yang luar biasa hehehe...sebagaimana prosedur, saya pun nyebrang dengan ghagha pake feri. ghagha yang belom pernah ke Madura kegirangan bukan main, ia pun berteriak-teriak lantang di atas kapal, histeris, mencakar-cakar lambung kapal, dan mencoba untuk minum langsung air selat madura yang coklat seperti susu Indomilk itu! hahahaha ndak ding. no offense gha! hehehe. saat ingin keluar dari pelabuhan kita pun tanya ama supir mobil di samping motor kita. pak pak, emang kalo mau ke slopeng jauh gak? ooh mau ke slopeng ya dik, aah ndak jauh kok. ujar sang sopir ramah, dia bilang jalan ke slopeng cuman dua jam. ternyata: buathukmu dua jam! aku baru tahu kalo kamal dan slopeng itu pojok-pojoknya madura! shiiit, ngapain aku tadi manthuk-manthuk ae pas diberi tahu ama BuNi! aah tapi itulah petaka yang kita alami, mau ndak mau kita pun ke slopeng. dari kamal jam 1 siang sampe slopeng jam setengah enam sore. saya dan ghagha pun ndak mau melewatkan sunset di slopeng, indah nian. ini fotonya.Slopeng itu pantai pasir, pasirnya banyak banget, berbukit-bukit. indah sekali. apalagi kalo boleh saya bilang, jalan ke slopeng itu kayak beverly hills, di samping kanan kiri jalan banyak palemnya. mm ato mungkin kayak jalanan di pantai florida kali (nguawur puuol, secara saya belom pernah kesana! hahahaha). tapi jujur, worth it kok! kamu nembus 200 kiloan dari bangkalan ke sumenep untuk liat slopeng itu dah cukup. bagus. tapi katanya di samping slopeng ada pantai yang lebih bagus, namanya pantai lombang. kalo di slopeng banyak palem, di lombang malah banyak cemara! huhuhu oke-oke nexttime kesana deh...

Sebisa mungkin, saat nge-trip kayak gini dinikmati saja. kalo kamu bawa motor, jangan sungkan untuk sesekali berhenti menikmati alam. atau sejenak bercengkerama ngopi dengan penduduk setempat, insyaallah banyak pelajaran dan pengalaman yang didapat, karena dengan begitu secara ndak sengaja kamu menyerap saripati daerah setempat.

Seperti saat saya jalan di daerah utara sampang. saya berhenti sejenak dengan ghagha karena di kiri jalan hamparan pantai seperti melambai-lambai dan membuat kami terhenti (jika anda lewat jalur utara madura, maka sepanjang jalan di samping kiri anda pastilah laut, tidak jarang pula pemandangannya keren). hingga tiba di sebuah ceruk kecil, sebuah pantai mini. gha-gha, keliatannya pantai di bawah keren deh, kita berhenti yuk! ajakku. ghagha pun mau. akhirnya kita menuju pantai mungil ini lewat jalan setapak menukik yang rada terjal. pantai ini keliatanhya jarang diketahui orang. mungkin karena letaknya nyelempit dan kecil pula. setelah motret-motret beberapa kali karena kebetulan awannya keren, saya lihat ke arah barat pantai kecil itu. tampak di kejauhan seperti deburan air terjun kecil. loh gha, itu aer terjun yak? tanya saya. iya kali yos! ghagha pun bergegas menuju sebuah gubuk penambang pasir di dekat situ. ghagha tanya. ternyata benar itu air terjun! hoho baru kali ini aku liat ada air terjun langsung ngalir ke laut! subhanallah. sebenernya aku catat tempat dan alamatnya. tapi tadi tak cariin kok gak ada ya. kata penambang pasir di situ, nama pantainya disebut pantai air terjun. hai para penduduk sampang, adakah kau tahu alamatnya?nah di seberang pantai tersebut, anda akan disuguhi pemandangan yang ciamik pula. yaitu sebuah bukit cadas penuh lubang yang indah buat prewed! sumpah indah nian. lubang-lubangnya pasti buatan manusia, soalnya potongannya gak alami. tapi siapa yang bikin. apa para penjajah jepang? biasanya sih mereka buat bunker-bunker gitu kan? kaya di film 'letter from iwojima' besutannya clint eastwood yang manstap itu.
pengalaman seru terjadi di sumenep malam harinya. motorku yang benar-benar butut itu ketangkep pulisi karena tidak memiliki kaca spion. walhasil setelah tawar menawar kami pun dikenai denda 15000 yang harusnya kami bayar 20000. sedang 5000 sisanya dibayar oleh mas hadi, seoarang polisi muda yang ramah itu. belum selesai sampai disitu, aku ditawari bermalam di kontrakannya, dan ia berjanji esok pagi ia akan mengajak saya dan ghagha untuk muter-muter sumenep mulai dari keraton sampai kerajinan batik. tapi saya dan ghagha menolak, kami beralasan besok ada ujian. Tau jika kami musafir kere yang idupseganmatitakmau mas hadi mengajak kami makan. ayo makan dik, di jalan kartini depan itu ada banyak makanan enak lho. ujar mas hadi. saya dan ghagha pun menolak, karena kamu sudah makan sate dan gulai kambing di slopeng selepas maghrib tadi. karena khawatir saya dan ghagha bakal ketangekep lagi di pamekasan karena spion, akhirnya mas hadi dan rekannya mas ari memberi saya sebuah spion. gratis! wah kaccoo bukan tuh baeknya pak polisi. itu baru polisi yang bener, mengayomi dan mensejahterakan rahayat cilik macam eike! setelah bertukar nomor, saya dan ghagha pun pamit pulang. ntar kalo dah sampe surabaya kasih kabar ya! ujar kedua polisi muda ramah itu. makasih ya mas hadi dan mas ari!

jalan dari sumenep ke bangkalan lewat jalur utara sangat penuh marabahaya jika malam hari. apalagi engkau menaiki motor butut yang cepatnya tak seberapa. maka dari itu saya pilih lewat jalur selatan yang relatif 'agak ramai'. ya karena madura selepas isya itu gelap sekali! jalur selatan saja penuh hutan dan katanya penuh begal. hanya saja bis antar kota dan truk barang sesekali lewat. makanya salah satu trik adalah kamu harus nguntit di belakang truk atau bis yang lewat. jalan sendiri di tengah kegelapan itu sungguh ngeri. saya baru merasakkannya kemaren. belom lagi sampai di perbatasan sampang-bangkalan ban belakang saya meletus! wajar, hari itu saya jalan 400 kilo tanpa henti dengan kecepatan diatas rata-rata. ban saya kepanasan, untung saja saya dan ghagha tidak terpelanting jatuh, dengan mahir ghagha mengatasi motor oleng yang jalan diatas 100km/jam itu. alhamdulillah, kami berhenti tidak jauh dari perumahan penduduk. hanya sedikit dorong untuk mencapai tambal ban, itu pun dibantu warga untuk bangunkan pak hasan, tukang tambal yang sudah lelap tidur itu. hampir tengah malam pak hasan menambal ban motor saya. makasih pak hasan!

selebihnya perjalanan lancar menuju kamal lewat kota bangkalan. menyeberang pun terasa mengasyikkan. pasti belom pernah nyebrang selat madura tengah malem sambil duduk di dek teratas kan? sungguh indah, apalagi kepala ini dibelai angin laut malam hari yang mengoyak rambut sampai asin dan menusuk kulit yang sudah kebakar matahari seharian. petualanagan saya pun berakhir. sebuah petualangan yang indah dan penuh syukur. memecahkan rekor diri sendiri: keliling madura full dalam setengah hari, dari jam 12 siang sampai jam 12 malam, menempuh sekitar 400 kilo tanpa henti. ndak bisa dilupakan.
bagi yang belom pernah ke madura, segera kunjungi sebelum suramadu selesai dibangun, karena setelah suramadu selesai, romantisme kamal dan eksotika jalur utara nyaris tidak bisa kalian rasakan lagi lho!
salam backpacking!


ayos and ghagha makasih buat:
mas hadi dan mas ari; dua polisi bangkalan yang berdedikasi, buat bu Yani Sastranegara yang menginspirasi, buat pak hasan yang yang mau bangun buat nambal ban tengah malem, buat pak Penambang pasir di pantai air terjun, buat EOS 400D dan Lumix FZ30, buat mai loveli Astrea Grand yang powerfull, dan untuk Allah; Tuhan Esa yang menciptakan.