Pages

8/25/08

Me With Andrea


Hari minggu yang lalu saya disuruh mbantuin anak metro tv untuk pelaksanaan acara Satu Hati, Cerdaskan Bangsa di Surabaya. Acara ini pernah diadakan di Jakarta, dan diliput oleh mbak Kontributor.

Awalnya saya hanya disuruh mbantu nyusun rundown dan doorprize di stage. Acara ini menarik karena menghadirkan Maliq and D'Essenstials, Naff, dan Kick Andy off air. Sebelumnya saya dapat bocoran kalo nanti Kick Andy akan menampilkan Andrea Hirata. Saya pun bersiap membawa Laskar Pelangi untuk book signing sama Andrea.

Pas acara Kick Andy berlangsung juga ditampilkan para punggawa pendidikan yang namanya jarang disentuh dan tidak populer; Pak Candra, guru fisika kreatif. Pak Haji, pendiri sekolah gratis di Dolly. Didit Hape, ketua kelompok Sanggar Alang-alang. Mereka sangat inspiratif!

Setelah acara Kick Andy selesai, niat saya untuk book signing sama Andrea Hirata pupus. Melihat crowd yang langsung mengerubuti Andrea Hirata ingin minta tanda tangan dan foto bareng saya jadi ciut. Selain males, saya juga ndak begitu suka crowd yang uyel-uyelan gitu. Andrea yang hadir dengan kaos Rolling Stones itu pun tampak sabar meladeni penggemarnya yang ratusan itu.

huh saya pun keluar lewat pintu belakang. Sama temen saya, Rudi, berduaan milih nongkrong di trotoar ngeliatin Andy F Noya yang juga book signing ama penggemarnya -meski tidak sebanyak Andrea.

Saya duduk santai dan Rudi memainkan kamera lumix saya. Saya legowo jika tidak jadi foto dan book signing sama Andrea, aah mungkin belum rejeki saya.

Tiba-tiba di tengah semua keributan itu, Rudi dipanggil oleh manajer Pocari Sweat, sponsor utama acara Satu Hati Cerdaskan Bangsa.
"Hei kamu, ayo ikut saya fotoin Andrea!"
sedikit shock, Rudi pun serta merta menarik saya menuju tenda VVIP yan ber-AC dan banyak makanan itu -Rudi dengan rakusnya mencomot SoyJoy yang terhampar bebas di meja, hahaha.

Sampai di tenda VVIP sudah ada Andy F Noya, para bintang tamu pendukung acara, Arif Afandi -wakil Bambang DH, dan jajaran bos Pocari Sweat. Hati saya berdebar. Andrea sedang dipanggil.

Akhirnya Andrea datang, setelah selesai difoto bersama orang-orang penting itu saya pun mendekat berbekal spidol dan novel Laskar Pelangi.
"Mas Andrea, tolong tanda tangan doong..."
Dengan senyum Andrea menandatangani buku saya. Dalam kesempatan itu saya juga cerita jika saya liburan kemarin pergi ke Belitong. Andrea surprised. Kita pun bertukar cerita. Sebuah pengalaman yang unik dan sangat coincidental! hahaha thanks God!

ini blog Andrea Hirata

6 comments:

aRuL said...

wah hebat2...
sy blum menammatkan buku pertama laskar pelanginya :D

didut said...

aku jg belum bisa menyelesaikan buku itu :P

tyzha said...

ngiri mode: on


huhuhuhu...

aklam said...

hehehe

@ mas arul dan didut
mmmh salah satu novel bagus yang pernah saya baca ya laskar pelangi itu. sekarang lagi nunggu seri terakhir dari tetraloginya

@ tyzha
santai zha, pokoke maknyuuuusss pemirsaaaa wehehehe

hasanjunaidi said...

waah... iri aku!
dulu pas yg di Unair full bgt, buku2 Andrea HirataQ blom ada sign0nya :(

aklam said...

selamat datang mas hasan:)