Pages

9/27/08

Menolak RUU APP ?

beberapa hari yang lalu saya dikejutkan oleh sebuah sms yang datang dari seorang kawan. intinya dia menanyakan keberpihakan saya pada RUU APP yang akan disahkan: apakah saya setuju atau tidak. saya tidak bisa menjawab karena sejatinya saya sendiri belom pernah membaca isi dari RUU yang memang menimbulkan banyak pro dan kontra tersebut. ndak mungkin dong saya jawab sesuatu yang saya ndak tau substansinya! nah maka dari itu saya browsing cari salinan RUU APP. saya sendiri belom membaca semua, tapi dari beberapa butir yang saya baca isinya positif kok...

ato jangan-jangan anda yang menolak RUU APP sebetulnya malah belom pernah mbaca draft undang-undangnya yaaaa... hehehe....

saya ndak mau bermanifestasi. saya cuman mau mengajak teman-teman untuk bersama-sama membaca isi dari rancangan undang-undang yang katanya bisa membuat punah kebudayaan bangsa dan membuat dewi persik susah cari makan. apakah anda setuju atau tidak setuju? maka baca dulu, baru komentar...

silahkan donlot RUU APP di sini:
http://www.ziddu.com/download/2264892/ruu-app.pdf.html

semoga bermanfaat!

9/24/08

Pulang


Lebaran selalu saja menarik untuk dibicarakan. Penuh perasaan dan euforia yang meledak-ledak. Ada yang sumringah mendapat tiket murah, ada juga yang nelangsa ndak bisa pulang hari H. Sementara itu yang lain tampak sibuk mematut-matut baju di depan cermin, yaitu baju koko ala Baim Wong untuk shalat Ied nanti. Pantura pun kembali sesak, jalanan pun kembali rusak. Pulang ke rumah memang selalu menjadi dambaan, karena sejatinya ini adalah perjalanan hati.

***
Mudik lebaran itu bisa jadi sebuah hal yang multitafsir. Ada yang pulang karena kangen rumah, ada juga yang pulang karena mau sungkem pada orang tua, bisa jadi pulang ke kampung untuk sekedar nostalgia, atau hanya ingin bagi-bagi angpao setelah sukses di kota, namun ada juga yang pulang mudik untuk kembali ke titik nol.

Pulang ke rumah bisa jadi adalah sebuah perjuangan tentang eksistensi diri. Pulang dari kota atau negeri jiran dengan membawa kantung penuh uang adalah sebuah kebanggaan yang susah dilukiskan. Jika berhasil membangun rumah dan membeli motor saja istilahnya sudah naik kasta. Menjadi lebih priyayi dan menjadi rujukan anak kecil sekampung untuk bancakan. Uang untuk angpaonya juga beda. Biru-biru kinclong kempling baru keluar dari bank. Harum.

Merujuk pada Jean Paul Sartre, mereka ini kaum eksistensialis murni. Jika bekerja di kota adalah kurva bagian menanjak, maka pulang ke rumah adalah puncaknya. Kerja setahun untuk lebaran seminggu. Setelahnya, kembali ke kota untuk giat bekerja, menabung untuk lebaran lagi tahun depan. Bagai gelombang longitudinal yang tidak ada habisnya.

***
Ada juga yang menafsirkan pulang ke rumah sebagai usaha untuk kembali ke titik nol. Untuk sungkem dan sembahsujud di depan orang tua, ini dilakukan sebagai sebuah usaha kontemplatif seorang anak manusia akan eksistensi dirinya. Mereka yang pulang untuk sekedar sungkem ini berpikir lebaran seminggu adalah lebih tinggi maknanya tinimbang kerja setahun. Mudik bagi mereka adalah sebuah usaha untuk menyeimbangkan garis equilibrium hidup.

Istilahnya, bekerja setahun adalah sebuah aktivitas makrokosmos. Usaha untuk meraih dunia dan seisinya. Termasuk di dalamnya keinginan-keinginan untuk membeli mobil dengan kelas A-plus, membeli sebuah hunian di cluster paling mahal, dan meningkatkan usaha ekspor-impor keluarga dengan ekspansi yang lebih luas. Sedangkan lebaran seminggu adalah sebuah usaha untuk menggali mikrokosmos dalam diri manusia, salah satunya dengan merendahkan kepala mohon ridho dari orangtua.

Apa yang ada dalam semesta besar (makrokosmos) sebetulnya telah hadir dalam semesta kecil (mikrokosmos) yang ada dalam diri manusia. Bahkan seringkali apa yang tidak kita dapatkan di alam makro, justru dengan mudah kita temukan dalam semesta mikro yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Seperti halnya kebahagiaan. Namun justru perjalanan menuju ke dalam hati ini seringkali kita abaikan. Karena jujur saja, alam makro menawarkan sesuatu yang lebih menggiurkan. Kita pun jadi lupa.

Paulo Coelho dalam The Alchemist pun mengatakan hal yang sama. Apa yang kita cari dalam perjalanan panjang di alam makro terkadang malah mengaburkan pandangan dan tujuan sejati yang ingin kita capai. Atau malah tujuan yang dicari itu sebenarnya sudah ada dalam diri manusia sendiri.

Maka dari itu, maka mudik sejatinya adalah usaha untuk kembali menyelam ke kedalaman jiwa. Menggali kembali semesta mikro yang luar biasa makro, menyeimbangkan kembali garis equlibrium hidup. Maka pulang adalah sebuah perjalanan hati.

***
Rasanya lagu Home dari Michael Buble dan tembang lawas Aku Ingin Pulang dari Ebiet kembali saya gemari akhir-akhir ini. Entah mengapa. Rasanya seperti ingin cepat pulang saja. Pulang untuk sungkem minta ridho orangtua sekaligus pamer baju koko baru yang membuat saya semakin mirip Baim Wong. Lho!
Wallahua’alam bisshowab.

Ayos Purwoaji
Mahasiswa Despro ITS

===============================================================
artikel yang sama juga dimuat di halaman opini ITS online
sumber foto: www

9/14/08

Flore: Bapak Journey

-------------------------------------------------------------------
teks: Aklam
photo: bapaknya Aklam
-------------------------------------------------------------------

Beberapa waktu yang lalu Bapak sempat mampir ke kos. Beliau transit setelah dinas ke Flores. Saat melihat kamera digital miliknya, saya menemukan sesuatu yang berbeda. Bayak foto bapak yang sederhana namun sejatinya luar biasa. Padahal hanya dibidik dari kamera poket yang 'tidak seberapa'.

Ternyata bapak juga menyukai foto-foto human interes. saya jadi takjub. foto anjing kintamani yang melintas melewati sebuah pura mini di bali juga tak kalah maknyus. uuh. hmm, yowis, enjoy!
mt inerie

kembang kopi

flores children

anjing kintamani

coffee farmer

flores man

selama di flores, bapak juga dengan kreatifnya mengabadikan ragam motif kain adat yang ada di flores. menarik sekali. kata bapak, negeri ini memang kaya, tugas kita untuk mengabadikannya. meski hanya lewat kamera...

jenis kain flores dapat dilihat di galeri picasa saya

9/7/08

Hanif Santoso, Mencintai Fotografi Sepenuh Hati

ini adalah artikel yang saya tulis untuk ITS online. Sebuah profil dari my lovely room mate! hahaha ok yaaak siiip. silahkan dibaca, dan untuk para wanita yang tergila-gila dan ingin mendalami profil kang Hanif Santoso dengan apik bisa PM saya. hohoho....

Nif sepurane nek rodo elek, tapi cukup berimbang kok, dan yang penting: "menjual"! hahaha semoga cepat laku (lagi) Nif!

------------------------------------------------------------------------------------

Tidak banyak mahasiswa ITS yang berprestasi di kancah internasional. Salah satunya Hanif Santoso. Pada bulan April 2008, ia dan beberapa temannya berhasil mengadakan sebuah pameran internasional yang bertajuk Indonesia-Japan Photo Exhibition yang bertempat di Japan Camera Industry Institute Tokyo. Berawal kecintaannya terhadap kamera, kini Hanif berhasil menggalang event bertaraf internasional.

Hanif berkenalan dengan kamera sejak SMA. Baginya, dunia foto adalah dunia yang sangat mengasyikkan. Dengan kamera analognya ia mengabadikan semua, memori dan keindahan yang ditemuinya. Ia belajar fotografi secara otodidak, hanya berbekal membaca dan bertanya. Hobi fotografinya ini melengkapi hobinya yang hadir lebih dulu, travelling.

Sejak SMA pula Hanif akhirnya bergabung dengan komunitas fotografer online, Fotografer.net. Dari komunitas inilah Hanif memiliki jaringan luas dengan para komunitas foto dan fotografer kawakan. Nama-nama besar fotografi seperti Kristupa W Saragih, Oscar Motuloh, Arbain Rambey, dan Yuyung Abdi adalah sebagian koleganya. Momen-momen berburu foto bersama para fotografer kawakan tadi menjadi kesempatan emas bagi Hanif untuk sharing dan belajar. “Saya banyak belajar dari para empu fotografi, saya juga menyukai karya-karya James Nachtwey!” ujar Hanif.

Berawal dari seringnya travelling dan memotret keindahan alam, Hanif tercetus untuk mempromosikan keindahan Indonesia melalui pameran fotografi. “Indonesia itu sangat eksotik, sayang jika dunia tidak tahu, lewat foto kita bisa mengungkapkan keindahan itu,” ungkap Hanif saat ditanya mengenai alasannya mengadakan acara besar ini. Gayung bersambut, temannya yang berada di Jepang menyambut baik rencana tersebut. “Persiapan kita lakukan selama setahun, bukan pekerjaan yang mudah memang” ujar Hanif. Ia pun bekerja mulai menyusun planning, mencari sponsor, menyebarkan poster, hingga menyiapkan website.

Namun kerja keras itu terbayar dengan antusiasme peminat fotografi yang berpartisipasi mengikuti acara ini. Bahkan beberapa nama fotografer kondang juga turut menyumbang beberapa foto terbaik mereka. “Alhamdulillah, ratusan foto dari puluhan fotografer handal masuk, namun karya-karya tersebut masih kita kurasi,” jelas Hanif.

Rencananya event Indonesia Japan Photo Exhibition ini akan diadakan tiap tahunnya. Acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Hanif mengatakan, dalam pelaksanaannya acara ini didukung oleh konsulat Indonesia di Jepang. Bahkan karena acara IJPE, banyak diplomat Indonesia yang kagum dengan ‘ide gila mahasiswa’ ini. “Kita ini itungannya bondo nekat! Surabaya banget lah,” ungkap pria murah senyum ini.

Hanif sendiri memiliki cita-cita sebagai fotografer jurnalis, sebagaimana James Nachtwey dan Arbain Rambey yang ia kagumi. Baginya fotojurnalistik itu memiliki tantangan yang unik. Belum lagi jika harus bertugas di daerah-daerah konflik, dan daerah terpencil. “Mungkin enak jika suatu saat aku bisa kerja buat National Geographic!” ungkap Hanif akan mimpi besarnya.

Semoga Hanif bisa menjadi inspirasi. Berawal dari hobi fotografi, saat ini Hanif adalah seorang mahasiswa dengan mimpi dunia.

tautan:
www.ijpe.net

Take Better Travel Photos: Field Guide

hoho! mengingat ini sedang bulan Ramadhan dan sangat dianjurkan berbuat kebaikan, maka kami segenap redaksi Hifatlobrain akan menzakatkan salah satu koleksi ebook kami yang cukup ciamik!
Take Better Travel Photos: Field Guide
43 page
5,33 mb

ini link downloadnya:
http://www.ziddu.com/download/2102327/take-better-travel-photos.pdf.html
ini merupakan panduan lengkap bagi para blogger yang suka jalan-jalan dan foto-foto. pake kamer pocket pun tak masalah. jadi perjalanan yang penuh dengan keindahan pun tak akan terlewat! hehehe

nantinya kami akan banyak membagikan ebook gratis seperti ini, meliputi bidang-bidang yang disukai oleh redaksi Hifatlobrain tentu saja, wehehehe!

selamat membacaaaa!

9/2/08

Happy Fasting

Kami segenap redaksi Hifatlobrain mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga diberi kelancaran dalam melaksanakan ibadah Ramadhan. Amien.

Salam,
Hifatlobrain