Pages

12/19/08

Sarkam Coffee


Ahh sembari jalan-jalan ke Ampel, tak ada salahnya untuk mampir ke beberapa tempat kuliner yang asik nan endemik. Wubin sendiri memiliki dua tempat kuliner pilihan, yang satu adalah warung nasi kari yang katanya paling enak di Surabaya (Wubin version lhoo), satunya lagi warung kopi legendaris yang bikin Wubin ketagihan.

Namanya warung kopi Sarkam.

Singkatan dari 'pasar kambing'. karena memang letaknya di depan pasar kambing. ndak njelimet kok, di depan gang samping jalan raya. tanya orang Ampel pasti rata-rata tahu semua.

Warung kopi inilah yang mempertemukan saya dengan bang Asim. Seorang mahasiswa penggemar foto pula. Kebtulan ia mengenali Wubin karena pernah melihat eksibisi Wubin tahun lalu. Jadilah kita bercerita panjang lebar. Apalagi bang Asim membawa banyak teman. Malam pun jadi lebih hangat.

Kopi Sarkam sendiri cukup unik. Teksturnya keras. Apalagi kopinya kopi hasil selep yang masih kasar, kadang ada beberapa ampas yang mengapung, mirip coco granule. Disajikan dalam dua versi: gelas besar atau gelas kecil. Saya sendiri pilih yang kecil, harganya seribuan kalo ndak salah. Patut dicoba.

Warung Sarkam ini berdiri sejak limapuluh-an tahun yang lalu. Sekarang yang njaga cucu dari pendirinya. Dari dulu sampai sekarang masih tetap sama: selalu ramai setiap malam!

yaya, bagi para Hifatlobrainers penggemar kopi barangkali tak ada salahnya mencoba mampi ke warung kopinya orang Ampel ini. Ngopi dulu...men, biar adem. Hehehe.

nb:
kata-kata, "Ngopi dulu...men, biar adem" terdapat pada spanduk di depan warung kopi Sarkam. Kalo diperhatikan lucu juga, ambigu. Bukankah orang ngopi itu buat cari kehangatan ya? Ato warung kopi Sarkan juga menyediakan Birdy, kopi instan yang rasanya dingin itu? hehehe

2 comments:

fajjar_nuggraha said...

gan kalau untuk urusan kopi...
ane suka nih...
tapi untuk saat ini ku ngopi nescafe aja...
gan sudah jadi gerombolan pelahap maut bang emal yah...
kopi ane dilahap hampir habis...
tinggal ampas doank nih....

Dwi Putri Ratnasari said...

lho iki sing mambengi...