Pages

2/7/09

Lonely Travel, Lovely Travel


cover story for after-holiday issue

Halo-halo apakabar hifatlobrainers semua? bagaimana kabar liburan panjang kemarin? apakah melakukan travelling ke banyak tempat, membaca buku sebanyak-banyaknya, melakukan kerja magang di perusahaan bapak, atau masih saja mengincar anak kampus sebelah yang tidak begitu cantik? aahh sutralah, saya sendiri hibernasi, alias tidak melakukan apapun. membusuk mode: ON. tidak motret, tidak travelling, tidak menulis, tidak ngegame, tidak ngapa-ngapain. yah tapi tak apalah, hibernasi menyimpan tenaga demi masa depan, saaakkhhhh...

Emm ehm ehm, anyway saya sebetulnya tidak tahu harus memposting apa, tapi berhubung sudah lama tidak posting dan adik blog minta maem postingan yaah maka saya posting beberapa hal yang tidak esensial. postingan ini akan saya jadikan postingan kover sebelum postingan traveling paska liburan lainnya.

***
selama liburan ini saya kedatangan seorang tamu istimewa dari jogja, namanya Adi Koplak. Adi adalah teman adik saya, Navan. Dia adalah mahasiswa UGM yang sedang mencoba untuk menjadikan travelling sebagai jalan hidupnya. meski masih newbie, Adi menjalani travel pertamanya keliling beberapa kota di Jawa Timur sendiri. Alone! yaya dia adalah seorang alone traveler yang sedikit masokis saya pikir, hehehe.

Adi Koplak di depan pintu masuk Coban Rondo, Malang

Sebagai seorang lonely traveler, Adi memang sangat menikmati saat-saat berpergiannya, seperti seorang bohemian. Sendal jepit biru, celana pendek warna khaki, dan kaos oblong yang dibalut kemeja Lee Cooper adaah dandanan kasual yang membawanya mengeksplorasi Jember, Malang, dan kehidupan malam Surabaya. Dia sendiri mengaku tahu beberapa referensi tempat destinasi wisata dari membaca beberapa postingan di Hifatlobrain secara tidak sengaja saat googling. huhu makasih-makasih...

***
Liburan yang panjang juga merupakan saat yang tepat untuk menyusun puzzle yang terserak. Begitu juga puzzle kasih dan cinta. Seperti Ikal yang melintasi banyak dunia untuk menemukan A Ling, seperti Adam mencari Hawa di awal penciptaanya, begitu juga Hanif -my awesome roomate- yang melintas Jawa untuk menemukan pasangannya. Kadang cinta memang mengalahkan logika. Ribuan jarak ditempuh untuk menghentikan deru nafas yang diburu rindu. haha tipe kayak Hanif gini ini yang saya maksud dengan lovely travel. benar kata einstein, jarak dan waktu itu adalah sesuatu yang nisbi.

Selamat buat Hanif!

***

Kover NGI Traveler edisi perdana

Selamat juga kepada National Geographic Indonesia yang berhasil melahirkan adik baru yang bernama National Geographic Indonesia Traveler. Isinya mengenyangkan, fotonya maknyus, apalagi ada foto yang diambil oleh salah satu fotografer favorit saya; Michael Yamashita. Semoga saya bisa jadi kontributornya, hehehe.

Foto Michael Yamashita pada situs sejarah Giant Buddha
di China yang tampil di NGI Traveler edisi perdana


***
Selain itu beberapa penikmat travelling juga menyatakan ingin berkontribusi terhadap postingan liburan mereka di beberapa daerah. Winda dengan beberapa photoshootnya di Jakarta, Fajjar dengan trekkingnya di daerah pesisir Kalimantan, Ghagha dengan ceritanya mengunjungi Lombok dan merekamnya dengan lensa, juga Navan dengan pendakian pertamannya di Bromo.

hmm gitu aja deh, ntar disambung sama posting yang lain:)

3 comments:

fajjar_nuggraha said...

ok-ok mas...
tunggu aja rangkuman kisah ku dari pulau borneo....

didut said...

wew ..... heeh ik jadi pengen coba

Anonymous said...

Mantab bos..
gak ikutan ke pandeglang aja ni he..he
lam kenal.


Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang