Pages

3/31/09

Nusa Tenggara Barat Travel Report 2009


Teks dan foto: Riki Satrio

_________________________









Kontributor

Riki Sat
rio atau Jambronk adalah seorang mahasiswa ITS pecinta traveling. Jago diving dan snorkeling, membuatnya dipercaya untuk mengetuai UKM Air ITS tahun lalu. Saat ini sedang mendirikan sebuah kelompok pecinta laut yang dinamakan Ocean Tripper.
_________________________


Pantai Kuta Lombok sendiri adalah pantai yang bersih dan berair biru jernih, pantai Kuta Lombok juga sangat tenang, dan merupakan tempat yang asyik untuk melakukan snorkeling. Di sekitar Kuta Lombok banyak sekali hotel dan losmen untuk menginap. Bagi Anda yang lupa membawa dive gear jangan panik karena di sekitar pantai Kuta Lombok banyak tersedia dive shop yang bisa dikunjungi. O ya, jangan heran jika Anda dikerubuti oleh belasan anak kecil saat berkunjung di Kuta Lombok, siapkan uang seribu rupiah dan mereka akan mundur teratur. Banyak pemandangan indah terhampar di sekitar Kuta Lombok, salah satunya yang saya potret adalah seonggok batu besar yang perkasa. Tekstur batu ini memiliki bentuk yang unik, patternya sendiri terbentuk alami akibat gerusan ombak sejak ribuan tahun yang lalu.

Pantai Kuta Bali

Penjual mutiara jalanan,
seandainya nawar bisa bakal dapet harga murah


Salanjutnya saya mengunjungi Desa Sade, sebuah desa adat di Lombok yang ditinggali oleh orang Sasak aseli. Di Desa Sasak ini Anda akan menemukan barisan rumah adat yang masih terpelihara rapi. beberapa lanskap arsitektur yang saya potret adalah balai pertemuan dan rumah kodok. Rumah kodok sendiri adalah rumah yang diperuntukkan bagi sepasang pengantin baru yang belum memiliki rumah sendiri, rumah kodok sangatlah kecil. Lantainya terbuat dari tanah liat dicampur sekam, setiap seminggu sekali dibersihkan dengan dilumuri tahi kerbau yang masih hangat. Atapnya sendiri dari alang-alang, uniknya jika siang tak membuat gerah namun jika malam melindungi rumah dari dingin, sangat fungsional. Secara general arsitektur di desa Sade beatap rendah, jika ingin masuk kita harus merunduk, hal ini mengandung filosofi bahwa orang harus senantiasa mememberi hormat pada sang pemilik rumah.

Balai desa suku Sasak

Lumbung padi suku Sasak

Setiap keluarga yang memiliki anak perawan di desa Sade pasti memiliki bilik khusus untuk menjaga agar anak perempuan ini tidak sembarangan keluar sebelum nikah. Nikahnya pun ada syaratnya; sang perawan harus sudah mahir menenun terlebih dahulu! Anda juga akan menemui banyak penenun kain tradisional di desa Sade. Kain tenunnya pun indah-indah, jika pandai menawar Anda bisa membawa pulang sebuah kain tenun di bawah tigapuluh ribu rupiah. Tapi untuk beberapa kain yang spesial akan diargai hingga jutaan rupiah.

Para penenun di handycraft center

Jika ingin tahu bagaimana cara menambang emas secara tradisional maka pergilah ke kecamatan Sekotong di Lombok. Di sana banyak penambang emas liar yang menggunakan cara tradisional. Rencananya Sekotong ini akan dijadikan base production oleh Newmont Sumbawa pada tahun 2015 nanti. Perbandingan kandungan emas di tanah Sekotong adalah satu banding seribu. Maksudnya, jika Anda mengeruk satu ton tanah maka Anda akan mendapatkan satu kilogram emas di dalamnya. Ini berarti kandungan emas di Sekotong sangat melimpah.
Budaya orang Lombok sendiri tidak jauh berbeda dengan budaya Bali, masih banyak pura dan arsitektur lokal yang bernuansa Bali. Namun pengaruh Islam di Lombok juga tidak kalah kuat, mayoritas penduduk Lombok adalah Islam. Orang Lombok sangat percaya bahwa tokek adalah pertanda datangnya rejeki.

Oh ya, selama di Nusa Tenggara Barat ini saya gunakan sebagian besar waktu saya untuk melakukan survey hidrografi di Labuhan Lalar. Penduduk yang tinggal di Labuhan Lalar biasanya adalah orang Bajo, suku pelaut yang berasal dari Sulawesi. Namun ada juga yang percaya jika orang Bajo Lalar ini datang dari Filipina. Pantai di sekitar Labuhan Lalar sendiri banyak dihiasi oleh pulau-pulau kecil eksotis. Sayangnya air di sekitar pantai Lalar berwarna coklat, ini akibat sedimentasi pasir. Namun semakin ke tengah airnya semakin jernih. Paling banyak ikan yang ditangkap oleh nelayan Lalar adalah teri hijau, ikan teri yang berukuran sangat besar, seukuran pindang.

Salah satu pulau kecil di sekitar Labuhan Lalar

Orang Bajo di Lalar

Saya juga mecoba merasakan beberapa kuliner lokal dengan citarasa sangat khas. Saya mencoba ayam taliwang yang pedas dengan plecing kangkung yang segar dan besar-besar. Saya juga mencoba snack lokal yang kalo di Jawa dinamakan lepet, hanya saja disini bahannya terbuat dari pisang, sangat enak, dan sangat murah! Bayangkan saja satu ikat yang terdiri sepuluh biji harganya hanya delapan ribu rupiah. Patut dicoba. Beberapa mekanan eksotis lain yang patut dicoba adalah susu kuda liar dan madu tawon liar yang banyak dijual di daerah Sumbawa Besar.

Plecing dan Ayam Taliwang

Lepet pisang?

Oke itu aja trip report saya ke Nusa Tenggara Barat, seminggu yang sangat mengesankan! Have a nice trip!

P.S:
Makasih untuk Pak Murdjito, Pak Joko, Mas Krisna, Mas Imam, Yusa yang mau menjadi travelmate saya, dan tidak lupa my lovely Sony Pocket Digital Camera.


Silahkan nikmati beberapa photoshoot Riki dalam serial Leisure Photographs of Nusa Tenggara Barat

1 comment:

noekriwil said...

jambroooong.....keren mbrong!!sip!dahsyat!bombastis! ditunggu report selanjutnya. oya boleh tahu gak biaya kesana PP??