Pages

5/25/09

Negara Kelima: Sebuah Upaya Memburu Atlantis

Jujur saya terlambat sekali baca buku ini. Saya tahu sebenernya sudah lama, di akhir 2007, diberitahu oleh mas Tommy. Awalnya saya pikir ini novel biasa dengan remah sejarah, tetapi setelah baca buku ini ternyata saya salah besar. Buku ini cukup menarik bila dibandingan novel lain dengan tema cinta yang banyak menghiasi rak-rak toko buku dewasa ini.

Novel brilian ini karangan Es Ito, seorang novelis yang baru saya kenal. Negara Kelima ini menurut saya masuk dalam genre thriller sejarah, seperti Angel and Demons dan The Da Vinci Code-nya Dan Brown. Kronik sejarah menjadi tulang punggung dari novel dahsyat ini. Saya akui, Es Ito sebagai pengarangnya cukup jeli dan pandai dalam merangkai fakta sejarah minor yang jarang dilirik orang. Pembaca pun digiring kepada sebuah pertanyaan besar: benarkah Atlantis adalah Indonesia?

Es Ito memang banyak menyinggung Atlantis dalam novelnya ini. Pada beberapa bab terakhir dia menyimpulkan bahwa Atlantis, benua yang selama ini hilang tidak lain dan tidak bukan adalah Indonesia. Hal itu didasarkan dari beberapa argumentasi, beberapa diantaranya adalah percakapan Plato yang dirangkum dalam buku Timaeus dan Critias, lalu dihubungkan dengan apik pada tambo atau cerita rakyat dari Minangkabau.

Beberapa argumen memang sudah saya baca lewat sebuah situs yang memajang tesis yang disampaikan oleh Arysio Nunes Santos, seorang ilmuwan yang mendedikasikan 30 tahun hidupnya untuk mencari keberadaan Atlantis. Dalam bukunya; Atlantis The Lost Continent Finally Found , dia menyimpulkan bahwa letak benua yang hilang itu adalah di Indonesia saat ini. Santos mendasarkan argumennya pada definisi Atlantis menurut Plato.

Saya sendiri sudah tergila-gila dengan Atlantis sejak SD. Saya tahu dari majalah langganan saya, Bobo. Terus pas ada film kartunnya terbitan Disney saya pun menggilainya. Sejak kecil saya terus dilanda rasa penasaran dimanakah sebenernya Atlantis berada. Legenda ini juga yang menggiring saya untuk menyukai film-film petualangan seperti Tin-Tin dan Indiana Jones.

Dewasa ini kegemaran saya akan legenda-legenda seperti Atlantis tidak juga berkurang. Bahkan saya menyempatkan diri untuk membeli buku bekas World Mysteries terbitan BBC yang didalamnya mengunggkap keberadaan beberapa budaya dunia yang hilang seperti legenda Atlantis, keberadaan Eldorado, misteri garis Nazca dan sebagainya. hehehe.

Saya sendiri sih percaya saja kalo Atlantis itu di Indonesia. Bukan karena pembelaan nasionalistik, tapi karena ada beberapa bukti lain yang meyakinkan saya. Sebelum membaca Negara Kelima beberapa saat sebelumnya saya membaca buku Robert Dick-Read yang berjudul Phantom Voyager. Sebuah buku yang memberikan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa dengan peradaban laut tertua di dunia. Bahkan pelaut Indonesia sudah bisa berkeliling dunia di abad-abad awal. Sedangkan dalam naskahnya, Plato memberikan gambaran bahwa Atlantis adalah sebuah kota dengan pelabuhan-pelabuhan raksasa dan megah.

Well, menarik bukan. Say sendiri masih penasaran, bener gak ya Atlantis itu di Indonesia? Seandainya memang benar Atlantis itu berada di Indonesia pun saya pikir tidak akan ada pengaruhnya di tengah kondisi bangsa yang carut marut ini. Hmm yo wis.

NB:
Maksih buat Nisa yang sudah ngasih buku ini, tengkyu boi, bukumu menemani perjalanan saya ke Jogja :)
Buat yang pengen tahu tentang Arysio Nunes Santos bisa berkunjung di situs ini http://www.atlan.org

2 comments:

didut said...

kalo memang bener kasian juga ternyata negara atlantis udah kita rusak rusak spt skrg :P

*keluh melihat rusaknya alam indonesia*

aklam said...

hehehe ya ini masih asumsi dasar yang perlu dibuktikan secara ilmiah mas, tapi memang banyak persamaannya :)