Pages

5/25/09

UGM Jazz, Special Invitation

Text and photo by Ayos Purwoaji

Ahh weekend kemarin sungguh menyenangkan, saya harus ke Jogja karena di-invite adik saya untuk nonton pagelaran UGM Jazz. Adik saya memang sedang berbaik hati dan lagi banyak duit, jadi saya ditraktir nonton untuk kelas festival. Tapi ndak papa, saya cukup puas kok.

Memang tidak sebesar Java Jazz, pagelaran musik yang diadakan oleh jurusan Ekonomi UGM ini 'hanya' dihadiri oleh beberapa bintang jazz tanah air. Ada Ireng Maulana dan kakaknya, Kiboud Maulana. Mereka tampil dalam format band yang dilengkapi oleh Didiek SSS pada saxophone dan Yance Manussama pada bass.

Meski didominasi oleh legenda jazz yang tua-tua namun lagu-lagu yang dibawakan tidak melulu oldies. Bahkan di tengah penampilannya Ireng Maulana menghadirkan Marcell dan Andien sebagai singer. Sebuah perpaduan yang unik. Beberapa single milik Andien dan Marcell pun digubah dalam format swing dan bossas yang kental.

Setelah penampilah dari Ireng Maulana and Friend akhirnya tampil si Maylafayza, violinist cantik aseli Indonesia. Kehadiran Maylafayza di UGM Jazz sendiri saya pikir tidak begitu penting dan malah membuat saya mengantuk. Seperti makan pecel dan gethuk sekaligus, sangat tidak matching. Sahabat saya, Bondan, juga tidak begitu antusias ngelihatnya, dia terpengaruh oleh rating majalah Rolling Stones yang ngasih dua bintang untuk album terbaru Maylafayza.

Tetapi kekecewaan saya tidak bertahan lama, menjelang tengah malam para penonton pun diberi pertunjukan pamungkas dari Balawan yang membawa serta Batuan Ethnic Fusionnya. Maknyuus, mata saya langsung kembali bergairah. Screen besar di samping kanan dan kiri panggung pun mengekspose gambar tangan Balawan saat bermain di atas fret gitar dengan detil. Saya jadi kenyang dibuatnya.

Balawan tampil memukau dengan beberapa single seperti Bird Song dan ditutup dengan manis dengan single See You Soon.

Ahh saya puas malam itu. Apalagi saat Navan mengajak saya maem di Sego Teri daerah Gejayan sembari ditemani Bondan dan Bandeng. Malam itu pun jadi semakin hangat.

Sayangnya kehangatan malam itu tidak bisa lama-lama saya nikmati, saya harus mengejar bis ke Surabaya tepat saat tengah malam, ada janji dengan seorang teman untuk riset di Malang Tempo Doeloe, and my journey continued...

NB:
Makasih buat Navan atas invitationya, makasih buat Bondan dan Bandeng yang selalu menginspirasi, makasih buat warung Babe Gue yang menyediakan Nasi Goreng Gulung yang enak sekali (special request untuk Navan: tolong di review dong di KotakCoklat)
Maaf fotonya jelek karena diambil dari kursi festival paling pinggir :p

8 comments:

fajjar_nuggraha said...

wah pecinta Jazz sejati nih orang..
berikutnya Urban Jazz gan...

bondan said...

mantap gan

jazz kok sekarang menjadi musik ekslusive ya, padahal awal mulanya kemunculannya tidak seperti ini semangat yang diusung.

Navan said...

saya berbaik hati karena ada maunya. saya berharap diwariskan lumix... hahaha!!!

denger2 ireng maulana mau bikin Prambanan Camp Jazz atau apalah gitu...

Nasi Goreng gulung? tunggu aja! hehehe...

lutfiana said...

begini mas HFLB! harga tiket brapa?

Saya memang tidak berjodoh dengan UGM Jazz, padahal adekmu dah kaish tau aku jauh2 hari.. hhmmhh
1. Maylafaiza : masa iya perform dia jelek?
2. Balawan : so pati Gan, muantab itu.

aklam said...

@ fajjar
Urban jazz, dateeeng!

@ bondiy
iya bon, kesannya jazz itu eksklusif, padahal sih enggak juga. cuman mungkin kurang easy listening buat orang kebanyakan. itu yang kemudian dianggap eksklusif. padahal langgam jawa juga gak easy listening, cuman nggak dipandang eksklusif juga.

makanya perlu tuh pagelaran jazz yang murmer seperti UGM Jazz, biar masyarakat banyak apresiasi juga...

@ navan
haha, lumix mah gampaaaang. siap kirim gan.

@ upi
harganya murah kok, yang festival 40rb aja. dijamin pus. Maylafayza performnya kurang bagus, awalnya memang langsung upbeat, tapi pas terakhirnya kurang ngangkat.

dia nyanyi sendiri soale, mending dia pake strateginya santana, kolaborasi ama singer lain.

bondan said...

ternyata ada kumix dibalik tiket hi hi hi

lutfiana said...

Mas, Urban Jazz nya kok mahal ya tiketnya? kata temenku 100 rebu? bener kah?

winda said...

@lutfiy :
hwah, 100 rb? :) itu bwt ber-4 malah...hwmm,kesalahan...