Pages

6/21/09

Bulgarian Rose


photo by Surip Mawardi
dituliskan kembali oleh Ayos Purwoaji
____________________________________









Kontributor
Surip Mawardi adalah seorang travel worker yang sudah menjelajahi banyak negara. Beberapa waktu yang lalu diundang untuk menghadiri Worldwide Symposium on Geographical Indications di Sofia Bulgaria. Seorang dengan tipe family person dan juga penikmat kopi.
____________________________________

Menuju Sofia, ibukota negara Bulgaria bukan perkara mudah. Saya harus terbang selama kurang lebih 20 jam dengan rute Surabaya-Jakarta-Singapura-Frankfurt-Sofia. Sangat melelahkan memang, namun Bulgaria dengan segala pesonanya membuat passion saya terus terjaga.

Negara yang pernah jadi bagian dari Uni Sovyet ini merupakan negara yang unik. Termasuk negara yang kecil dengan penduduk yang sangat sedikit, populasinya hanya sekitar delapan juta orang saja. Jauh lebih lengang ketimbang Jakarta. Banyaknya bangunan tua yang masih kokoh berdiri di seantero negeri membuat nuansa masa lalu semakin kental terasa.

Bulgaria sendiri memiliki pengaruh budaya campuran antara Roma dan Ottoman. Hal itu nampak dari bentuk arsitektur bangunan yang mereka miliki, banyak memiliki arch dan paduan warna duotone khas Ottoman namun pada detil relief dan fresco dengan gaya Roma. Kalo melihat pakaian adatnya Anda juga akan mengira itu adalah pakaian adat Turki, pengaruh Ottoman selama 300 tahun memang lekat sekali dengan kehidupan masyarakat Bulgaria.

Namun yang paling menarik dari Bulgaria adalah mawarnya. Jika belanda boleh dikenal dengan tulipnya, maka Bulgaria bolehlah kita sebut dengan negeri mawar karena bunga ini merupakan komoditas nasional Bulgaria. Saya pun sempat mengunjungi Research Institute for Roses Aromatic and Medicinal Plant yang berada di daerah Kazanlak, sekitar tiga setengah jam perjalanan dari Sofia.

Karena mawar begitu penting bagi masyarakat Bulgaria, maka mereka pun banyak menjajakan aneka olahan mawar atau souvenir yang berkaitan dengan mawar. Saya pun memborong banyak souvenir parfum kecil beraroma mawar dengan botol kayu yang diukir cantik seharga limabelasribuan rupiah.

Bulgaria juga merupakan negara penghasil bakteri yoghurt terbesar di dunia. Jepang dan beberapa negara penghasil yoghurt mengimpor bakterinya dari Bulgaria. Bisa jadi minuman Yakult yang sering Anda minum bakterinya juga berasal dari Bulgaria.

Silahkan dinikmati photoshoot saya.

Katedral St Alexander Nevsky, selesai dibangun pada 1912
digunakan sebagai tempat beribadat Kristen Orthodox,
agama mayoritas masyarakat Bulgaria (sekitar 80 persen).


Saya berfoto di depan Research Institute for Roses
Aromatic and Medicinal Plants di Kazanlak.


Sebuah perkebunan mawar yang luas di Kazanlak,
mawar adalah komoditas penting di Bulgaria. Difoto dengan
latar belakang landscape negeri Balkan yang indah.


Seorang wanita dengan pakaian adat menawari saya kue selamat datang
yang bertekstur manis. Lagi-lagi diatasnya diberi hiasan mawar.


Penari pria ini membawakan tarian selamat datang.
Gaya busana mereka sangat dipengaruhi oleh budaya Turki Ottoman.
Mereka membawa sekeranjang besar mawar.

Penari cilik dengan pakaian adat. Memperagakan sebuah tarian
dengan gerak melingkar. Peci mereka meningatkan saya pada
Mustafa Kemal Ataturk, bapak pembaharuan bangsa Turki.


Tradisi kuno tolak bala. Sebagai bagian dari rangkaian tari
selamat datang. Masyarakat Bulgaria masih memegang
teguh mistisme dalam hidup mereka.


Sheraton Sofia Hotel Balkan adalah bangunan 2-in-1.
Siapa sangka dibalik hotel tempat saya menginap ini juga
berfungsi sebagai Istana Kepresidenan.


Sebuah ritual pengusir setan. Sang shaman menggunakan
kostum khas berbulu dan menabuh kendi-kendi besi
yang dililit di pinggangnya.


Bunga mawar yang habis dipanen. Bunga-bunga ini
selanjutnya diekstrak dan dibuat berbagai macam hal,
salah satunya parfum mawar khas Bulgaria.


Museum of History. Di dalamnya banyak hal menarik yang menjelaskan
asal usul bangsa Bulgaria. Bangsa Bulgaria adalah keturunan bangsa
penunggang kuda Madara yang hidup sekitar abad ke-8.

9 comments:

kin2 ^^ said...

wah.. sepertinya bulgaria negara yang menyenangkan untuk dikunjungi..
kapan saya bisa kesana ya..

fajjar_nuggraha said...

bang asoy...
ebesnya pakai kamera apa gan..?
nampaaknya bakat fotografi itu turunan dari sang bapak....

aklam said...

@ kinchung
hehehe iya kin, nabung dulu terus nekat...

@ fajjar
pake pocket gan, kodak.

winda said...

nabung dulu terus nekat? pihe to? ya klo dah nabung ya g nekat namanya. sudah terencana..
jadi pasti brangkat kan ya?
ikuuuut :p

Navan said...

bapak... betapa asiknya dikau jalan-jalan terus...

btw, mas. tu yang nulis bapak beneran?

Mymind said...

aku mau seperti bapak..

dinidini said...

kalu di peta, bulgaria itu yg dket laut hitam bukan?
*ngebayangin peta eropa...

aklam said...

@ winda
ayo, budaaaal!

@ nabun
itu tulisanku, aku sadur dari obrolan bapak. kemaren aku suruh nulis eh apak sibuk ngoreksi makalah...

@ cocon
u'll be!

@ dini
iya deket laut hitam, yang asin..

aklam said...

OMBUDSMAN
beberapa waktu setelah saya memposting tulisan ini ada beberapa masukan dari sang kontributor dan beberapa pembaca kritis. Mereka mempertanyakan statemen bahwa Bulgaria adalah negara jajahan Uni Sovyet. Faktanya, Sovyet tidak pernah menjajah negara manapun.

Kami akui sebagai jajaran redaksi dari hifatlobrain kami tidak teliti, dan kurang riset. untuk itu kami pun merubah status 'jajahan', menjadi 'bekas bagian dari'.

Semoga kesalahan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik di edisi mendatang :)

lampiran:
Kami lampirkan pembenaran yang ditulis kontributor melalui email;
"...Tolong kata jajahan Uni Sovyet diganti mitra dekat saja. Karena Uni Sovyet tidak pernah menjajah, tetapi pada jaman komunis masih jaya, Bulgaria menjadi sekutunya Sovyet..."

Sedangkan masukkan yang saya dapatkan dari seorang kawan;
"...Uni Sovyet tidak pernah menjajah negara manapun di Eropa Timur. Yang ada hanya penumpasan gerakan-gerakan demokratis seperti yang terjadi pada hungarian uprising dan prague spring di Cekoslovakia..."

Terimakasih para hifatlobrainer. terbukti sudah bahwa para hifatlobrain reader adalah orang-orang berpendidikan, hehehe.

tabik,
Redaksi Hifatlobrain