Pages

2/11/10

I’m Hungry but I’m Happy



Apa kabar Hifatlobrainers?

Lama tak jumpa. Terhitung sejak postingan Ebook Laweyan, otomatis blog ini vakum sekitar empat bulan. WTH! Itu adalah waktu yang lama untuk sebuah blog maknyus penuh lemak semacam Hifatlobrain untuk berhibernasi. Tapi tak apalah, jangan disesali apa yang sudah terjadi. Saat itu memang Om Editor dan Tante Kontributor sedang sibuk. Sangat sibuk malah. Tante Kontributor sedang sibuk menyiapkan TA –untuk kedua kalinya- yang sudah ada di depan mata, sedangkan Om Editor sangat sibuk sekali mengurus account Facebooknya yang penuh dengan notifikasi. Haha.

Blog ini adalah bayi kami berdua. Setelah berapa bulan tidak diberi makan, dia pun meraung-raung kelaparan. Bayi kami yang lemu ginuk-ginuk penuh lemak ini memang laper banget. Tapi bayi kami ini memang hebat luar biasa. Bayangkan jika dia bayi sungguhan, sudah tidak makan berapa bulan juga masih hidup! Hell yeah, i’m proud of you my boy!

Tapi santai saja kawan, juga para penggemar blog ini, yang tentu saja lapar dengan laporan perjalanan yang baru dan seru. Seperti waktu-waktu setelah liburan, akan ada banyak catatan perjalan dari para kontributor kami yang luar biasa. Mereka akan menunjukkan destinasi dengan sudut pandang yang berbeda, dan tentu saja lucu khas Hifatlobrain. Kami jamin postingan pasca liburan kali ini akan membuat Anda, para pembaca sekalian, kenyang seketika. Lambung Anda akan kami jejali dengan catatan perjalanan dari:

Bowo Item akan mengisahkan perjalanannya melepas penat setelah ujian dengan menyeruput Secangkir Kopi di Lereng Merapi. Dalam postingannya Bowo akan mengajarkan kepada pembaca bagaimana bentuk social traveler sebenarnya, dan membawa keramahtamahan khas Jogja dalam trip singkatnya.

Keindahan pantai dan gua di Wonogiri akan diceritakan secara gamblang oleh Yusuf Solo dalam artikel yang berjudul Old Jeep and Happy Family. Sebagai penggiat pariwisata Indonesia, Yusuf akan bercerita tentang hangatnya suasana traveling bersama keluarga menyusuri alam liar Pracimantara hingga menambah timbunan lemak di perut dengan melahap sate kambing di Baturetno.

Dwi Putri is comeback with Long Road to Ullen Sentalu! Dia adalah seorang kontributor swasta yang paling aktif yang dimiliki oleh Hifatlobrain. Cewek travelholic ini akan menceritakan dengan detail kisah susahnya menemukan Museum Seni dan Budaya Jawa Ullen Sentalu di tempat paling nyelempit di Jogja. Dia juga dengan senang hati menceritakan bagaimana rasanya makan bakso dari plastik dalam keadan berkuah panas.

Wahyu Gunawan hadir menceritakan perasaannya jatuh cinta dengan tiga Gili di Lombok. Gili Lovers: Yes, We Are! Adalah statemennya kepada dunia. Gunawan, dengan detail yang menawan akan menceritakan pengamatannya selama menghabiskan pergantian tahun di Gili Air dan Gili Trawangan, sebagai salah satu the hottest destination on earth. Ini adalah tulisan Gunawan yang pertama di Hifatlobrain.

***
Sebagai editor dari blog jagoan ini saya tentu merasa bahagia. Sangat bahagia dengan hadirnya tulisan-tulisan dari para kontributor Hifatlobrain ini. Mereka memberikan perspektif baru terhadap sebuah destinasi. Seperti Bowo yang jauh ke Merapi hanya untuk secangkir kopi dan ngobrol dengan Mbah Pudjo. Seakan Bowo ingin mengatakan,”Lha emang kenapa kalo saya ke Merapi demi secangkir kopi?” sangat unik bukan. Bowo, tanpa menggurui, mengajarkan bagaimana penghargaan kita terhadap seorang penduduk lokal di sebuah destinasi. Di Hifatlobrain, orang seperti Bowo ini akan disebut sebagai social traveler. Jadi nggak datang ke sebuah destinasi, terus foto, terus pulang. Tapi menikmatinya dan menjadikan pengalaman untuk memperkaya batin.

Wujud excitement lainnya adalah: mereka menuliskan kisah perjalanan mereka dalam format yang sangaaaat panjaaang. Yusuf Solo menuliskan catatannya dalam tiga halaman MS Word atau sekitar 1134 kata. Dwi Putri menuliskan perjalanannya ke Ullen Sentalu kali ini dalam 2550 kata. Sedangkan artikel Gunawan menampung 3254 kata! Edian tenan. Padahal format tulisan Hifatlobrain standar adalah sekitar 500-700 kata saja, hahaha. I love you all! Pengamatan yang jeli dengan deskripsi yang indah membuat saya, sebagai editor, agak kesulitan merampingkan tulisan panjang mereka. Akhirnya saya menyerah, dan membiarkan tulisan mereka hadir dengan jujur dalam format panjang.

Dulu Hifatlobrain takut sekali memasukkan tulisan panjang di dalam format blog, karena khawatir pembaca akan segera bosan membaca deskripsi bertele-tele tentang sebuah destinasi. Tapi sekarang kami berubah. Bayi kami bertambah besar, dia butuh banyak tulisan panjang untuk sebuah ulasan lengkap sebuah tempat wisata.

Tren tulisan panjang di Hifatlobrain memang pertama kali hadir dalam tulisan dari Dwi Putri tentang Karimunjawa. Tulisan ini patut dikenang sebagai Tulisan Panjang Pertama yang Bisa Masuk Hifatlobrain. Secara keseluruhan, Dwi Putri, dengan artikel panjangnya waktu itu merubah semua rule yang berkaitan dengan aspek penulisan di blog ini. Sehingga tulisan diatas 2000 kata pun akan kita tolerir dengan batasan satu hal: tulisanmu harus enak dibaca cuk! Hahaha.

Anyway, silahkan dinikmati suguhan mengenyangkan ala Hifatlobrain kali ini. Have a nice day, keep on traveling way!

Salam,
Hifatlobrain

5 comments:

aRuL said...

wah.... kembali lagi.. numpang baca2 ya

pyut said...

haaaaa, aku emang trend setter paling ciamik...
eniwei, smoga bayimu en winda ntar, ga beneran dikasih nama hifatlobrain, susah manggilnya...
:D

winda said...

haha :D, janganlah put.

waduh, dari tema jadi berita ni jadinya.

bayu said...

WTH.......:D.......welcome back both of you......

blackskin said...

Haha..pertama ketawa dulu ah..
Lucu liat olahan kata pak editor.

Apalagi kerepotan ngurusi Facebook sampe bayi-nya terkapar 4 bulan gak terurus...hihi

Tapi liat baju baru bayinya tambah maknyus..ekolah klo gitu.