Pages

4/9/10

Leaving No Trail on March


Maaf kawan. Sekali lagi blog ini vakum dalam hitungan bulan. Tapi penyakit ini sudah agak mendingan, vakumnya hanya satu bulan saja. Hehehe.

Jujur saja, bukannya bulan kemarin sepi postingan, tapi kami ini para editor yang memang lalai dan malas. Sebetulnya ada banyak sekali kontribusi yang akan menghangatkan pemikiran Hifatlobrainers sekalian yang mulai puyeng dengan tugas kuliah dan kerjaan kantor yang menumpuk bagai Freddie Krueger yang akan menghantui mimpi Anda sepanjang malam. Maka dari itu, sangat disunnahkan sebelum tidur setelah gosok gigi untuk membaca -minimal ngecek- Hifatlobrain yang ciamik soro ini.

Bulan April merupakan bulan yang penuh barokah -sebenernya semua bulan sih, plus bulan Ramadhan- terbukti dengan banyaknya peringatan yang jatuh di bulan ini. Salah satunya adalah Hari Kartini yang akan jatuh pada tanggal 21 April 2010. Ini merupakan penanda penting bagi gerakan feminisme di Indonesia. Apalagi saat ini banyak traveler cewek yang naik daun. Mungkin dimuali dari Trinity dengan the Naked Traveler-nya, setelah itu mulai banyak bermunculan sosok traveler wanita yang bisa diperhitungkan. Mereka ini adalah sosok-sosok yang cerdas dan mandiri. Merupakan wanita tangguh khas kesukaan editor Hifatlobrain, hahaha.

Salah satu traveler wanita yang ingin membukukan catatan perjalanannya adalah Lucy. Wanita cantik berkacamata ini mengaku seorang newbie di dunia traveling. Padahal itu semua bohong belaka, haha. Mbak Lucy ini sudah banyak menyecap tempat bagus di Indonesia. Untuk bukunya yang baru yang berjudul "8 Hari di Negeri Paman Ho" ini ia akan membagikan kisahnya traveling di Vietnam. Penulisannya sangat detail, khas traveler cewek. Spesialnya: editor Hifatlobrain diminta untuk memberikan sepatah-dua patah kata di dalam bukunya. Hoho tentu saja itu mebuat blog ini semakin eksis. Silahkan buru bukunya di Gramedia, atau toko buku terdekat.

Hifatlobrain pun menghormati gerakan feminism-traveling tersebut dengan caranya sendiri. Buktinya, kami semakin banyak menambah daftar kontributor cewek yang akan hadir dalam postingan bulan ini. Sebut saja Ainur Rohmah dan Bunga Sarita yang merupakan wajah baru sebagai kontributor blog ini. Sebagai penulis baru, bukan berarti mereka memiliki standar penulisan pemula, tulisan mereka memiliki sudut pandang yang segar tentang sebuah destinasi dan unik. Pokoknya, sangat Hifatlobrain lah.

Ini adalah daftar kontributor kita bulan ini:

Ainur Rohmah hadir dengan pengalamanya yang segar -sekaligus dodol- untuk turut hadir dalam perayaan Maulid Nabi ala Keraton Jogja yang meriah. Tulisan perdananya untuk blog ini terasa seperti permen Nano-Nano, asam dan manisnya sangat terasa. Dia begitu bahagia bisa ikut perayaan tahunan ini sekaligus juga menyesal karena tidak dapat jatah rebutan tumpeng raksasa. Tulisannya berjudul Catching Tails, sebuah plesetan dari lagu Jamie Cullum yang berjudung Catching Tales.

Seberapa jauh Anda mengenal Surabaya? Dara manis mahasiswi Unair bernama Bunga Sarita akan mengajak Anda untuk berjalan-jalan keliling Surabaya dalam Take A Walk: Surabaya. Sebuah tulisan yang padat dan menganut paham pointilisme -karena ia ditulis dalam poin-poin. Artikelnya ini memperkaya kolom Surabaya Heritage Trip. Bunga juga berjanji akan membuat versi panjangnya di kemudian hari.

Bagi penyuka tantangan alam bebas, Yunaidi Joepoet hadir dengan laporannya yang berjudul And We Call Them, Superman. Sebuah catatan perjalanan penuh inspirasi di Kawah Ijen yang penuh dengan manusia super panambang belerang. Dalam postingannya kalo ini Yunaidi dibantu secara visual oleh koleksi foto dari Andrey Gromico, sebuah cross over yang dahsyat. Yunaidi adalah seorang solo traveler yang pertama kali mejelajah alam Jawa, sedangkan Andrey adalah seorang fotografer handal yang aktif di Jember Photography (JPG).

Sebuah postingan kombo akan disajikan secara akurat oleh Yusuf Solo. Sebelumnya, pria yang lahir di Solo ini telah menuliskan family travelogue-nya ke Wonogiri. Kali ini ia mengisahkan petualangannya ke pantain selatan dalam Jogja Southern Beach Explore, dan perjalanannya ke Pacitan dalam postingan yang berjudul Full Track Pacitan. Angkat topi untuk mas yang satu ini.

Pernah kenal editor-cum-traveler gila bernama Nuran Wibisono? Jika belum, maka bersiaplah pergi ke kerak neraka yang paling dalam. Sosok pria eksperimental sekaligus binal ini menjadi pujaan bagi para traveler pemula; Pertama, karena sosok Nuran begitu kharismatik, seperti kebanyakan Kyai Khos NU di daerah Pantura. Kedua, karena Nuran ini penuh inspirasi. Lihat saja travelougenya yang terbaru pada Antara Logawa, Merapi, Armada, dan Wali. Pria berambut gondrong yang mengaku pecinta The Darkness ini ternyata menyimpan kekaguman yang dalam juga kepada Armada dan Wali. Berita baiknya adalah: naskah ini masuk tanpa editan sedikit pun! Saya begitu takut untuk mengedit naskah seseorang yang biasa mengedit naskah saya. Hehehe.

Anyway, makasih banyak atas semua kontribusi yang masuk. Kami, Hifatlobrain, hanya bisa memberikan apresiasi yang tak terhingga, karena uang kami tak punya. Semoga ada funding yang baca ini, lalu bisa memberikan pendanaan pada blog yang sangat oke ini, dan kami pun bisa menggaji para kontributor.

Mengapa blog ini perlu didanai? Karena blog ini mengupayakan sebuah pandangan baru tentang sebuah destinasi dan kedepannya bisa menjadi sebuah perpustakaan tentang pariwisata di Indonesia. Blog ini juga mengajak banyak traveler muda untuk menulis dan berbagi kisah perjalananya. Sehingga mengandung unsur edukasi. Dari berbagai alasan tersebut, maka bisa dibilang blog ini sangat keren.

Kami buka dengan apologi, dan kami tutup dengan narsisme tingkat dewa. Jadi maklumi.


Keep on traveling way,

Editor-in-chief
Hifatlobrain

2 comments:

pyut said...

yos, beliin bukunya mbak lucy, aku tambah kurus di sini, ndak makan seminggu, ndak punya uang..
ntar taksampul rapi, biar namamu ga ilang dari sampulnya..

noe said...

aku juga yos:D