Pages

5/10/10

Mie Ayam Around Djogja


Text and photo by Bondan Wahyutomo

________________________________________________
Kontributor











Bondan adalah mahasiswa pecinta fotografi, film bagus, dan makan enak. Riset mie ayam ini adalah tulisan pertamanya untuk Hifatlobrain. Dalam riset ini pula terpancar passion yang kuat dari seorang Bondan terhadap segala sesuatu yang berbau kuliner. "Tapi sekarang aku udah agak kurusan kok," begitu bualnya dalam sebuah Skype session. Sedang dalam masa penyelesaian skripsi, kita doakan agar Bondan lancar.
________________________________________________

Sebenernya ini bukan penelitian secara mendetail, hanya penelitian kelas “icip-icip” saja. Berawal karena saya menemukan beberapa jenis dari mie ayam yang dijual di Jogja dan tidak semuanya pas dengan selera saya. Ada teman pernah nyeletuk,“Kalo di Jogja mah bukan mie ayam, tapi mie semur.” Itu emang tidak salah, karena mie ayam di Jogja sangat manis, layaknya semur ayam. Oke deh ini hasil perburuan saya untuk mie ayam di seluruh Jogja. Tentu saja tidak 'semua', hanya beberapa saja yang outgoing dalam hal citarasa.
_______________________________________________
Keyword: Mie ayam, Jogja, Murah, Enak, Nyaman.
Variabel riset: Rasa di lidah, volume perut, dan tebal kantong.
Reviewer: Bondan Wahyutomo
Lokasi: Seluruh Jogja bagian ngetan, ngulon, ngalor, dan ngidul.
_______________________________________________


Mie Ayam Ungaran
Saya tahu warung Mie Ayam Ungaran dari seorang teman. Warung ini buka dari jam 09.00 sampai sekitar jam 14.00, warung nya tidak permanen, hanya beratapkan terpal dan beberapa tikar untuk lesehan. Warung ini terletak di Jalan Ungaran, tepat di depan SD Ungaran, di bilangan Kotabaru. Warung ini menyediakan tiga jenis porsi; sedang, standar dan jumbo. Sumpah saya sepertinya gak bakal habis kalo pesen yang jumbo size. Buanyaaaak banget.

Uniknya jika masih ada, kita bisa request mie hijau, yaitu mie yang di campur sari sawi pada saat pembuatannya sehingga berwarna hijau, begitu pula pangsitnya.

Kelengkapan mie ayamnya cukup sesuai dengan selera saya, ada pangsit basah dan pangsit goreng, khusus pangsit goreng, itu dijual terpisah. Semuanya dibanderol dengan harga yang menyenangkan kantong mahasiswa. Mie ayam seharga 3000-6000 rupiah dan minuman rata-rata 1500 rupiah saja. Hanya pesan saya jangan kesana ketika jadwal makan siang tiba, bakalan ruuaame dan sulit mendapatkan tempat.

Mie Ayam Bu Tumini

Kemudian saya mendapatkan info mengenai mie ayam di selatan Jogja, Mie Ayam Bu Tumini namanya. Bertempat di sebuah bangunan permanen di Jalan Imogiri Timur, tepat di utara terminal Bus Giwangan. Sebenernya mie ayam ini bukan tipikal selera saya, tapi banyak orang Jogja yang sangat suka mie ayam ini. Kalo menurut saya, mie ayam ini mempunyai cita rasa yang sangat jogja; mie nya lurus, cenderung lembek, kuah ayamnya kental sekali dengan potongan ayam yang besar. Hampir seperti coto Makassar, dan tentu saja tanpa pangsit basah maupun goreng, penggantinya adalah kerupuk kalengan.

Porsinya cukup mengenyangkan, semangkuk dibanderol 5000 rupiah. Karena tempatnya sudah permanen, jadi agak nyaman makan di tempat ini. Warungnya sendiri buka dari jam 09.00 hingga jam 19.00 malam.

Mie Bangka
Sebenenya saya mengetahui tempat ini sudah cukup lama, tapi sudah cukup lama saya tidak mampir ke warung ini. Dalam rangka liputan mie ayam untuk Hifatlobrain inilah saya mampir lagi, tentu saja sekalian saya foto. Nama warungnya Mie Bangka, berada di Jalan Sagan. Tempatnya permanen dan nyaman. Mie ayam ini cocok dengan selera saya; mienya keriting lengkap dengan pangsit basah dan gorengnya. Kisaran harga saya agak lupa, yang paling komplit kalo tidak salah tidak sampai 10000 rupiah. Warung ini buka dari siang sampai malam. Asiknya, selain warung Mie Bangka, di sekitar jalan ini juga ada banyak warung lainnya yang berjejer, jadinya bisa mesen menu dari warung sebelah juga. Yay!

Mie Ceker Bandung

Riset saya berlanjut ke Mie Ceker Bandung yang bertempat di Jalan R.W. Monginsidi, Jetis. Warung ini jadi satu dengan sebuah hotel/guest house, tempatnya juga sangat nyaman. Ada pula menu pilihan selain mie ceker, seperti nasi goreng dan bakso. Tapi saya menyarankan Anda untuk mencoba menu mie ceker rica-rica, ayamnya di masak rica-rica, jadinya ada nunsa pedas yang menampar mulut Anda, cekernya pun juga lembut.

Harga satu porsi mie ceker rica-rica cukup lumayan, untuk mie ayam porsi biasa 10500-13800 rupiah dan untuk porsi satu setengah 12000-18700 rupiah. Saya pikir tempat yang nyaman, pelayanan yang baik, dipadu dengan rasa mie yang enak, berimbas kepada harga. Hahaha. Warung ini buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam. So dont worry to be out of stock. Buat pacaran juga enak kok.

Mie Ayam Janti

Jika Anda ingin makan mie ceker tapi budget terbatas, cobalah mie ayam yang ada di bawah jembatan Janti. Ada dua gerobak mie ayam di sana, cobalah yang berada di sisi utara dari halte bus trans jogja. Warung mie ayam tersebut menyediakan mie ayam ceker, tapi harus request dulu sama abangnya, kalo nggak, nanti hanya dikasih mie ayam standart-non-ceker. Secara garis besar, ini kurang cocok sama selera saya; mienya lurus dan kuahnya agak berminyak. Tetapi karena banyak PKL lainnya, menu yang tersedia pun bisa beraneka ragam seperti sup buah dan batagor.

Satu porsi mie ayam ceker 6000 rupiah, jika mie ayam saja 4500 rupiah, saya jujur tidak merekomendasikan tempat ini. Karena tahu sendirilah kalo tempat ini ada di bawah jembatan. Tempat ini terpaksa saya rekomendasikan jika Anda bersikeras ingin mencicipi mie ceker dengan low budget. Kata orang Jawa: Ono rego, ono rupo, di mana-mana harga mempengaruhi kualitas bukan?

Mie [Ayam] Jamur

Sebenarnya menu ini belom bisa disebut mie ayam, karena tidak ada ayamnya sama sekali! Mie Jamur namanya. Saya mencicipi di sebuah warung vegetarian di bilangan Babarsari, Soma Yoga. Mie jamur ini memiliki penampakan mirip mie ayam pada umumnya hanya topping ayam diganti dengan olahan jamur. Hebatnya, menurut saya adalah olahan jamur ini dapat menggantikan fungsi ayam dengan sempurna. Mungkin karena jamur memiliki tekstur seperti daging. Harga satu porsinya di bandrol 5000 rupiah. Warung ini mengklaim tanpa MSG, telur, madu, susu, ikan, dan daging. Cocok untuk Anda yang ingin memulai hidup vegan. Healthy living.

Saya kurang paham mengapa di Jogja banyak warung mie ayam -dan rata-rata enak- hanya buka pada sore menjelang malam. Saya menyakini bahwa mie ayam enaknya dimakan siang-siang bukan untuk makan malam.
[Bondan Wahyutomo, 2010]

Mie Jakarta 168

Malam itu saya mengajak seorang teman yang kebetulan penyuka mie juga untuk bertandang ke daerah Sagan, Mie Jakarta 168 / Pak Thoyong namanya. Saya nggak tahu kenapa harus ada embel-embel 168 di belakangnya. Mungkin nomor rumahnya, atau mungkin dia ingin menyaingi ESQ Ary Ginanjar yang memiliki angka sakral 165. Hahaha.

Warung ini buka dari jam 17.30 – 23.30, kalau siang tempat ini menjadi bengkel pigura. Ini salah satu mie ayam favorit saya, karena mienya keriting dan ada pangsit dalam dua mode, basah dan kering. Lebih sip lagi karena pangsit gorengnya guede, ayamnya pun diracik dengan tongcay. Harga standar, berkisar antara 7000-8500 rupiah, ada menu lainnya seperti nasi gororeng dan mie goreng. Karena tempatnya di pinggir jalan dan warungnya tidak terlalu besar, maka kadang harus antri dulu sebelum dapat tempat duduk.

Mie Pangsit Lamongan
Kemudian di Jalan Kolonel Sugiono, daerah perempatan Tungkak, ada warung mie ayam pangsit khas Lamogan. Mienya biasa saja, tapi yang spesial adalah yang jual, abangnya cukup atraktif dalam meracik mie, pake dilempar-lempar ke udara sebelum dimasukan kedalam mangkok. Saya nggak paham rumus enaknya apa, bisa jadi melempar mie ke udara adalah salah satu rumus baku enaknya Mie Ayam Lamongan ini. Tempatnya cuma tenda yang buka dari jam 5 sore.

Ini ada referensi bagaimana gerakan akrobatik yang dilakukan oleh pangsit-makernya. This video is courtesy of Aryogogo.


Mie Ayam Santika

Tempat terakhir yang saya datangi untuk riset icip-icip kali ini adalah warung mie ayam Jakarta di jalan Sudirman, Gondolayu, tepatnya di seberang Hotel Santika. Maka saya sebut saja Mie Ayam Santika. Banyak yang bilang ini mie ayam paling enak se-Jogja, buka dari jam 16.00-habis. Meskipun tempatnya hanya tenda dan beberapa gulung tikar untuk lesehan, tapi sangat ramai sekali.

Jujur saja, sebagai reviewer mie ayam paling handal, ukuran rasa dan harga Mie Ayam Santika ini adalah pemenangnya! Harga untuk mie ayam dan minum 6500 saja dengan porsinya lumayan untuk meledakkan perut Anda. Tidak salah kalau orang-orang bilang ini mie ayam nomor satu di Jogja. Hanya saja tempatnya yang kurang nyaman, tapi semuanya tergantung pada perut Anda.

Kesimpulan

Dari perjalanan ala riset icip-icip yang lumayan komprehensif ini saya merekomendasikan beberapa hal:
1. Kalo ada dana saya pilih Mie Ayam Jakarta Pak Thoyonk karena rasanya oke, tempatnya layak, tapi harganya lumayan.
2. Tapi jika akhir bulan ngidam mie ayam dan duit rada mepet, saya memilih Mie Ayam Santika. Harga miring, rasa enak tapi tempatnya kurang nyaman.

Sekian riset mendalam tentang mie ayam seluruh Jogja saya haturkan. Semoga berkenan kawan. Silahkan berburu mie ayam di kota Anda![]

21 comments:

Yunaidi Joepoet said...

Mas Bondan kerennn, mie yang pernah saya cicipi yang mas bondan ajak masuk ke Kategori Mie Apa ya ?
Mas Ayos & Mas Bondan makin Ciamik :)

Ayos Purwoaji said...

@Yudi: mas bondan yang makin ciamik :)

bondan said...

itu bakmi jawa yudb

goban said...
This comment has been removed by the author.
goban said...

boleh nih jadi referensi klo ke jogja mau makan mie ayam....

goban said...
This comment has been removed by the author.
Navan said...

Jadi inget, dulu pernah diajak mas Bondan makan Mie Ayam Ungaran!

dan ternyata veri recomended! terutama yang mementingkan kuantitas! hehehe...

Ayos Purwoaji said...

@ goban: iya boi. ini gunanya riset kuliner...
@navan: hoho navan dan bondan punya sudut pandang yang sama...

fajjar_nuggraha said...

di kepala saya hanya ada mie ayam bang wiro..penjual mie ayam didepan sekolah yang tidak pernah lupa saya kunjungin kalau pulang ke kampung halaman..weh di Yogya banyak banget variasi dan citra rasanya..hehe..

ria said...

itu mi ayam janti emang kenapa klo di bawah jembatan ga recomended?

saya rumahnya bwh jembatan daerah situ soalnya.. hahaha..

dan banyak kuliner enak di sana.hhe

Giri Prasetyo said...

sebagai penggemar mi ayam ,terima kasih mas bondan risetnya, riset ini saya save dulu, nanti kalao ke yugjo saya coba:)

ga riset di surabaya juga mas? :ngarep:

Giri Prasetyo said...

sebenernya lebih asik kalau diberi peringkat mi ayam tersebut menurut mas bondan...hehe

bondan said...

@ria : bukan masalah tempatnya aja yang kurang nyaman, tapi menurut saya rasa nya juga biasa saja, tidak ada yang istimewa selain ceker nya itu

Fanny said...

Ih, temen gw ada tuh yang suka banget sama mie ayam bu Tumini :D

Dia udah makan mie itu dari dia kelas 2 SD.. Dia bilang, itu mie ayam pertama di Jogja yah? Kuahnya kental gitu.. Hihihi XD

Ayos Purwoaji said...

hoho iya ya fan? ya semoga artikel ciamik ini bisa jadi nostalgia :)

aaprakoso said...

nice info mas
cm saran yah ini,bnernya ada beberapa mie ayam yg ada di jogja yg lebih enak dari beberapa mie ayam yg mas paparin itu,misalnya mie ayam UKDW, miayam UAJY Mrican, Mie ayam Pathuk dll yg pastinya saya jamin lebih enak
makasih mas

ikyu said...

enak lagi di jalan gejayan sesudah sma gama depan tiotel Depot Makan Salam Bangka katanya sih masih ada hub sodara sama yg di jln prof.johanes ..... sama mie bangka juga mie ayam saume rasa asem maniez menunya lebih banyak lagee ...

ikyu said...

enak lagi di jalan gejayan sesudah sma gama depan tiotel Depot Makan Salam Bangka katanya sih masih ada hub sodara sama yg di jln prof.johanes ..... sama mie bangka juga mie ayam saume rasa asem maniez menunya lebih banyak lagee ...

arya widhy said...

mas yudi..sy mengelola resto mie jg..klo ada wktu monggo silakan d-review..namanya MIE CERIA,Jl.Monjali 114 Yk..tlp 0274-3011163..mie kami buat sndri HANYA dari terigu,telur,air n sdikit garam..ditanggung enak nfresh..heheh..thnx

Yoma Septiantika said...

sya dh cba mie ceria, djln monjali...
ennnaakkk tenin :D
dperut ga nyesek, aman+nyaman...suasanya jg asyik bngt... recomended dh :D

Yoma Septiantika said...

mie ceria enak bngt...
mie nya ga nyesek dlambung, nyaman...suasanya jg asyikk...lokasi bersih...recomended dh :D