Pages

5/24/10

Semarang Free And Easy


Hifatlobrain special report by Dwi Putri and Ayos Purwoaji

Berwisata tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Ada banyak tempat alternatif bertetirah namun tidak perlu ditebus dengan rupiah. Semua gratis dalam konsep pariwisata free and easy. Ayos Purwoaji ditemani Dwi Putri Ratnasari akan membawa Anda berkeliling kota Semarang dan menemukan banyak wisata alternatif murah meriah namun tetap menyuguhkan atraksi yang unik dan menarik.

Simak penuturan kami pada beberapa tulisan terpisah berikut ini:

Sebagai salah satu kota bandar tua, Semarang telah menjadi saksi adanya persilangan budaya di masa lampau. Kompeni Belanda, para pedagang dari Cina, dan penduduk pribumi Jawa adalah tiga jenis etnis yang pernah hidup bersama dan memberi corak pada perkembangan kota Semarang. Letak geografis yang berada di jalur srategis menjadikan Semarang sebagai sebuah titik penting pembangunan di era kolonialisme. Hingga hari ini kenangan tersebut masih belum luntur dan jejaknya bisa dinikmati dengan mengunjungi kawasan Kota Lama di Semarang bagian utara. Ratusan bangunan lawas dengan arsitektur bergaya kolonial dan indies ini akan membawa para pejalan untuk kembali memutar memori kembali ke masa lalu.

Seorang teman pernah berujar,"Ah Semarang adalah kota besar yang tidak memiliki dinamika..." Mungkin saja dia harus stay dan mengeksplorasi Semarang lebih lama. Semarang it's not too bad dude.

Kota Lama bukan saja sekumpulan bangunan lawas yang terserak. Denyut kehidupan dan nuansa kebaruan pun terasa di beberapa sudutnya. Maka silahkan tengok suasana tradisi sabung ayam yang hari ini masih dijaga keberlangsungannya oleh para penghobi di antara himpitan tembok-tembok masif bangunan kuno. Sedangkan nuansa kebaruan bisa ditemui pada Semarang Contemporary Art Gallery yang juga terletak di kawasan Kota Lama. Semua komponen wisata tersebut bisa Anda temukan dalam paket sekali jalan.

Beranjak dari Kota Lama, ada beberapa tempat lain yang bisa menjadi jujukan. Salah satunya adalah kampung Cina Semawis yang pada akhir pekan berubah menjadi pasar malam bernuansa Tiongkok. Ruas jalan pecinan ini juga menyuguhkan berbagai kuliner khas yang jarang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pada kawasan ini pula para pejalan bisa menemukan beberapa klenteng tua berusia ratusan tahun.

Selain itu, berburu matahari tenggelam di Tanjung Mas, menganggumi patung Dewi Kwan Im di Pagoda Avalokitesvara, mempelajari kisah Walisongo di Masjid Agung Jawa Tengah, dan mengagumi pesona malam Semarang dari bukit Gombel adalah berbagai alternatif lain yang tentu saja tidak boleh dilewatkan. []

NB:










Masuk sebuah kontribusi lain berupa link foto-foto tentang Semarang milik Eko Nursanty, beliau adalah ambassador dari klub traveling Travelers For Travelers yang tinggal di Semarang. Ibu satu anak yang juga seorang dosen Jurusan Arsitektur ini memiliki ketertarikan besar terhadap penyelamatan bangunan tua di Kota Lama. Sering melakukan edu-traveling ke beberapa negara tetangga. Silahkan kunjungi link flickrnya:

11 comments:

aaSlamDunk said...

memang banyak
coba ke gunungpati daerah semarang atas,pemandanganhya menakjubkan
*promosi*

Anonymous said...

Ini sebagian wajah Semarang atas"ku" : http://www.flickr.com/photos/semarangbackpacker/sets/72157623075010765/

Ini kebun teh, dekat rumahku : http://www.flickr.com/photos/semarangbackpacker/sets/72157622337702433/

Ini kampoeng djowo kebanggaanku, letaknya juga dekat rumahku :
http://www.flickr.com/photos/semarangbackpacker/sets/72157622321257271/

Zen Shinoda said...

silahkan kunjung di www.semarangkotalama.blogspot.com

Ariw said...

ke semarang ndak ngabar2i.. titeni..

Ayos Purwoaji said...

@ aaSlamDunk: gunungpati itu yang diatas sampookong itu ya? eh atau yang amu ke tembalang atas ya? lupa saya...

@ mbak santy: sudah saya link di depan mbak :)

@ mas zen: sudah saya kunjungi. sangat menarik mas blog sampeyan :)

@ ari maxdon: hehehe ampun om, nexttime saya kabari :)

eLFiRa aRisanti said...

waaaaaaaah makasih infonya

travel and eating said...

yayyy.... semarang is my hometown... Sebenernya semarang itu indaaahhh.. cuma pariwisatanya nggak dikemas menarik n cenderung ga diperhatikan...!!!!

travel and eating said...

Yayyy... Semarang is my hometown. Sesungguhnya indaaah banget...cuma sayang, pariwisatanya sepertinya masih kurang menjadi fokus pemerintah kotanya. Semoga Semarang cepat berbenah ya...

sittirasuna said...

Beberapa bulan lalu saya dan sepupu saya ngilang ke Semarang dan akhirnya kami ke tourist information center Jl. Pemuda Semarang.
Ish~ pekerjanya malah plesir ke Tawangmangu --"
Jadi kantornya ga ada yang nunggu dan kami masuk saja (disuruh mas pegawai Kaha Tours sebelah TIC) dan brosur/leaflet travelnya nggak ada yang berguna -___-" Mau maju di bidang turisme kok belum pada siap... (curhat hahaha...)

ada-adi said...

Semarang mungkin Sederhana tapi karena itu ia menjadi ayu.... Ada suatu kehangatan.. seperti jeda dalam kalimat,bila di kota lain kita seperti diajak berlari di semaranglah kita sejenak berjalan... tanpa meninggalkan gerakan ke tujuan kita...

Ade Machnun S said...

baru beberapa tmpat si yg smpat aq kunjungin, Masjid Agung Jateng-Shampokong n Lawang sewu yg dulunya adalah cikal bakal per-kerataan api Indonesia... lain waktu mau hunting lg Insyaallah