Pages

7/18/10

Time Machine

Sebuah foto yang saya ambil di pulau Kemujan, Karimunjawa tiga tahun yang lalu. Saat itu saya membawa kamera poket Fujica lawas. Dan filmnya baru saya cuci beberapa minggu yang lalu. Melihat foto lawas membuat saya selalu ingat akan perjalanan masa lalu yang penuh kenangan.


Halo Hifatlobrainers! Apa kabar? Masih suka Justin Beiber? Mending segera matikan player Anda lalu jalan-jalan dan menulislah buat Hifatlobrain :D

Anyway, ini sudah bulan Juli, sudah pertengahan tahun. Waktu bergerak begitu cepat, hampir setahun tidak terasa. Tiba-tiba sudah terlewat begitu saja. Konon, ketimbang jutaan tahun yang lalu, saat ini bumi berotasi makin cepat. Daur hidup pun menjadi lebih pendek.

Perasaan baru kemarin sore saya melihat demam Walkman, dimana-mana orang mencolok kuping mereka dengan earphone hitam dan memutar kaset Nirvana. Lalu setelah maghrib mulai bermunculan Discman. Agak malam sudah muncul MP3 Player, yang setiap detiknya berubah menjadi lebih mungil, lebih ramping, dan lebih canggih. Lalu tidak lama kemudian muncul iPod Classic. Mini. Shuffle. Nano. Touch. Dan sebelum tengah malam saya sudah bisa melihat iPad di mana-mana.

Di tengah pusaran arus waktu yang demikian riuh dan cepat maka kesunyian dan ketenangan adalah sesuatu yang berharga. Quite is the new loud. Saat semua orang berlomba ke depan, beberapa orang tergerak untuk menengok ke belakang. Melihat dan mengenang setiap proses yang sudah dilalui untuk tetap menjaga kesadaran dan nilai yang dimiliki.

Blog yang super duper maknyus ini juga berfungsi layaknya mesin waktu. Karena berisi kumpulan travelogue di masa-masa yang sudah lama lewat maka silahkan kunjungi arsip-arsip lawas yang kami miliki, hanya sekedar untuk nostalgia.

Hifatlobrain memang sebuah blog yang sederhana, layoutnya juga masih gitu-gitu aja, editor-in-chief juga belum ganti, masih ganteng seperti dulu. Hahaha. Namun jangan salah, blog ini menjadi muara bagi para pecinta traveling yang suka menulis dan berbagi. Setiap bulan selalu saja ada nama baru yang memberikan kontribusi.

Beberapa tulisan yang siap dinikmati untuk edisi bulan Juli adalah sebagai berikut:

Ayos Purwoaji menemukan sebuah film lawas berjudul Ring of Fire: An Indonesian Odyssey. Dokumenter buatan Lorne dan Lawrence Blair ini memberikan sebuah inspirasi baru bagaimana menikmati keelokan Nusantara dalam kacamata petualang. Ayos mendedahnya dalam sebuah esai wisata yang cheesy.

Anita Rachman membuktikan bahwa Anda bisa menaklukkan Paris hanya dengan enam Euro. Tulisan ringan Six Euro Around Paris akan memberikan pengalaman baru bagaimana cara berpiknik murah ala gembel di kota para fashionista ini.

Ardi Wilda memiliki pandangan yang sama dengan Mbah Maridjan. In Merapi We Trust adalah pengalamannya menyaksikan upacara Labuhan Merapi yang sakral dan menjadi symbol bagi warga Yogya untuk memohon perlindungan kepada gunung paling aktif di dunia. Ardi Wilda ditemani fotografer Faizal Afnan juga memberikan banyak gambar menarik tentang upacara yang diadakan setahun sekali ini.

Winda Savitri, associate editor Hifatlobrain, memberikan laporan pandangan mata melalui Overrated Urban Jazz Crossover 2010. Tentang bagaimana ia menikmati salah satu acara jazz paling hype yang selalu diserbu socialite Surabaya ini.

Galih Setyo Putro is comeback! Yihaaa salah satu kontributor aktif Hifatlobrain ini menuliskan catatan perjalanannya ke Kawah Ratu, Jawa Barat dan bagaimana Dewi Fortuna mempertemukan ia dengan Elang Jawa yang hampir punah. Silahkan nikmati catatan yang dibuat ngos-ngosan oleh Galih dalam Admiring Javan Hawk-eagle at Kawah Ratu.

Irma Cupan, dara manis Surabaya ini melaporkan bagaimana penyelenggaraan acara akbar Malang Tempo Doeloe 2010. Gaya menulisnya yang kocak dan diluar ekspektasi memang sangat Hifatlobrain! Secara khusus artikel Irma Cupan diedit oleh kakak seperguruannya di Unair, Dwi Putri Ratnasari.

Silahkan dinikmati sajian kami yang selalu spesial. Jangan lupa untuk membaca juga menu spesial bulan Juli yang jarang didapatkan di bulan lain: Ebook When Will You Come Home, tentang perjalanan meransel ke Pulau Madura yang penuh pesona.

Keep Hifatlobrained dude!

Salam mesra,
Editor-In-Chief

NB:
Dua apresiasi menarik kami terima dalam sebulan terakhir.
Pertama, blog ini dinobatkan sebagai salah satu blog pejalan terbaik versi The Backpacker's Notes! Huhu ini adalah sesuatu yang mengharukan. Tearjecking. Tapi apa daya, memang begitu kenyataannya. Huhahaha. Satu hal yang paling bikin speechless adalah: blog ini berada di peringkat keempat, satu tingkat di bawah blog milik mas Agus Wenk! Padahal beliau adalah panutan saya dalam traveling.

Anyway, terima kasih Ajeng dengan The Backpacker's Notesnya yang mau susah payah memberikan award berharga ini :)

"...membaca blog ini (Hifatlobrain) memang seperti melihat sebuah destinasi dengan sudut pandang berbeda..."
(Herajeng Gustiayu, 2010)

Kedua, sebuah status pendek di FB dari seorang kawan bernama Ria Hayati. Makasih budhe, keep reading us ya! Hehehe.

8 comments:

Dwi Putri Ratnasari said...

alhamdulillah, blogmu tambah tarebung :D
selamat!!

Ayos Purwoaji said...

wohoo berkat tambahan tenaga edit ala Honorable Contributor nih! Suwun Put! hehe

Galih S Putro said...

waahhhhh......
jd pgn jd mahasiswa lg...
yg bs jalan2 kl lg liburan semester..
hwwaaaaaa................

winda said...

Selamat dan sukses :)

dinidini said...

wowow sukses gan!
:)

Ayos Purwoaji said...

@ galih: yo paling enak gak jadi mahasiswa tapi masih bisa jalan-jalan mas :p

@ winda: eh mbak kontributor :)

@ dini: hehe makasih din. eh kapan mau CLRan lagi?

anak semeru said...

saya memang belum bisa menyaingi akang ayos. namun semua itu sudah ada jalannya masing2. kalo akang ayos bilang: "Salah satu ketakutan terbesar saya adalah: suatu saat nanti saya harus bekerja dan saya tidak bisa meneruskan blog ini. -Ayos Purwoaji (2010)" maka saya akan bilang: "Salah satu jalan hidup saya adalah: saya sudah terlanjur bekerja dan akhirnya memilih keluar karena saya ingin menulis, mengembangkan kreatifitas dan tentunya jalan2 sehingga bisa nulis di blog ini". Suwerr kang! aku iri padamu!
"jalan itu terlihat berbeda namun bagaimana daya tempuh kita melewatinya adalah arti hidup ini"

Ajeng said...

It's my pleasure. :) Seneng nemu blog pejalan yang oke!