Pages

8/17/10

Alone Longway From Home, First Year


Saya sangat enjoy dengan gaya bercerita yang begitu personal. Bukan guidebook tapi semacam kisah susah, senang, gembira, atau kecewa. Amat pantas sebagai bahan sebuah buku untuk catatan perjalanan khususnya Indonesia Timur.

Photo dan literatur juga menyegarkan, informatif dan mengundang. Yang paling menyenangkan ternyata 4shits happen : the worst entertainment adalah....Nafa Urbach (ngakak deh, very refreshing and honest). The best tunes juga paling menggugah walaupun ngga hobi ndengerin musik ketika backpacking.

Makasih banget buat Nuran Wibisono dan Ayos Purwoaji atas sharing yang luar biasa :)
(Ambar/Moderator Milis Indobackpacker)

Nice story, dan gaya penulisan yang sangat bagus detail namun tidak membosankan. .
sudah lama saya ingin mendokumentasikan catatan perjalanan saya kedalam bentuk seperti ini
Salam backpack!
(Leo Himawan)

cuma bisa kasih respon "W.O.W"
meskipun belum sempat membaca semuanya, tapi dari foto-fotonya ajib gila...
semoga bisa membuat inspirasi untuk backpacker2 pemula seperti saya...
(Kukuh Dwi)

RRRRUUARRR BIASA!
Pencerita yang hebat dan juru foto yang sangat cermat menangkap detail gambar yang fantastis. Salut untuk kalian berdua yang memacu semangat saya untuk menjelajah negeri yang cantik ini.
Salam,
(Ime)

Dear friends...
Like Roeper and Ebert; "Two thumbs up" tapi ini tak tambahin 2 lagi deh jempolnya. Sudah selesai dibaca, gaya bahasanya santai, jadi ringan bacanya, foto-fotonya menarik, dan catper yang agak beda bikin akhirnya langsung selesai ngebaca... bagian "index" akhirnya juga unik, dari wiskul sampai playlist-nya, hehehe...
it's true when the writer told that it's influenced by Gola Gong... mirip-mirip baca "Perjalanan Asia" na Gola Gong dan sedikit seperti The Journey...
ditunggu e-book berikutnya... kalo bisa dikumpulin... lalu dibikin buku deh... can be a good collection, thanks for free sharing...
warm regards.
(Shinta JP)

Mantebh surantebh, Bro..!!!
Luar biasa cerita dan pengambilan gambarnya.
Makin cinta saja pada Indonesia.. makin dalam saja rasa syukur pada-Nya.
(Nirwana Saloka)

Glek.., ngiri berat lihat cerita dan foto jalan-jalannya, karena tidak semua orang diberikan kesempatan yang sama. Memang nusantara ini sangat indah, pengin banget bisa menikmati keindahannya, sayang terkendala oleh waktu dan beberapa juga uang he.. he.. karena belum berani full backpacker-an!. Tuturan cerita di buku tersebut sangat enak, gaya penulisannya kadang agak tengil ingat dulu waktu muda juga suka rada-rada tengil . :).
(Endah RH)

"Nampol!" Satu kata yang terucap, ketika saya menyelesaikan 'Alone Longway from Home'. (Viera Rachmawati)

__________________________________________________________

"Tapi memang Tuhan selalu menolong hambanya yang pergi backpacking..."
(Alone Longway From Home, pg. 24)

__________________________________________________________

Tepat tanggal 17 Agustus satu tahun yang lalu, saya dan Nuran Wibisono membuat sebuah kumpulan travelogue tentang perjalanan backpacking kami ke Flores. Perjalanan overland selama hampir satu bulan ini memang merupakan salah satu perjalanan yang paling menarik yang pernah kami lakoni. Jika diingat kembali, begitu banyak kisah yang menyenangkan dan mengharukan. Akhirnya, di akhir perjalanan, kami sepakat untuk membuat sebuah ebook sederhana yang kami beri judul Alone Longway From Home.

Ebook ini akhirnya kami unggah dan bisa didonlot gratis oleh siapapun. Pertama kali saya merilisnya di milis Indobackpacker. Voila! ternyata banyak sambutan yang membuat kami tergugah. Tidak pernah kami pikir sebelumnya bahwa ebook setebal 42 halaman ini akan diapresiasi secara luas. Berbagai komentar positif ini menjadi energi baru bagi saya dan Nuran untuk terus jalan-jalan, memotret, dan membuat ebook lebih banyak lagi.

Ebook pertama kami ini bisa dikatakan memantik tren pembuatan ebook traveling di Indonesia. Tentu saja ini sebuah kemajuan yang patut diberikan applause panjang.

Maka satu tahun sudah umur Alone Longway From Home, akan selalu menjadi semangat untuk menyebarkan virus keliling Indonesia dan mencintai negeri ini lebih baik lagi!

Dirgahayu RI ke-65!

NB:
Silahkan baca review panjang tentang bagaimana 'nampol'-nya Alone Longway From Home ala dara manis teman kami, Viera Rachmawati. Silahkan klik artikelnya di sini.

Penghormatan satu tahun Alone Longway From Home juga ditulis oleh Nuran Wibisono dalam blognya. Silahkan klik di sini.

6 comments:

Hilmy Nugraha said...

ini travel book yang paling banyak kusebar buwat temen-temenku mas.
tak rekomendasiin banget.

hehe

seniman vertex said...

nampol tenan...
gara2 baca2 artikel di travellonge magz. akhirnya nyasar keblog ini... emang keren gaya nggacor-e arek2 iki haha...
tp mungkin lho ya... saya adalah orng pertama yg nge-RSS subscribe blog ini... wahahah :D
terus menulis dan menjeprat-njepret ya...

Dhani bin Slamet said...

tanpa seizin duo ghoib penyusun naskah sesat ini saya telah menyebarkan Buku ini di kalangan dunia persilatan. dan sebagian besar teriak mendesah "give me more! give me more!" malah ada eks Rocker dangdut melayu teriak "encore! Encore!"

saya cemburu atas karya ini, berulang kali aku mencoba untuk menggapai kalian, apa daya pantat kelebaran.

karya jenius dari duo imbisil
tertanda pendekar pantat lebar


*cipok jauh

haniemaria said...

Alone Longway From Home:
tulisan yang segar dan cerdas.

seperti makan eskrim: segar, menyehatkan dan bikin ketagihan.

hanie maria
:D

Ayos Purwoaji said...

@ hilmy, mas jeri, dhani, dan hanie: terimakasih banyak atas apresiasi kalian yang begitu hangat!

Anonymous said...

mas ayoos mas ayoss (sambil geleng-geleng).. saia pingin travel bareng anda.. uda kakaknya beradik jago nulis n moto lagi.. dasar keluarga bahagia.. oia, terimakasih buat ma ayos, anda salah satu orang yang menggerakkan saia untuk membuat ebook dan travel :)
karya anda benar benar menjadi inspirasi untuk anak-anak muda bangsa, khususnya para traveler muda..
smoga anda lolos aci, biar blog ini makin keren :D

wana
http://blog.beswandjarum.com/wanadarma/