Pages

8/28/10

Codex Code: Sebuah Pameran Buku

Teks dan foto oleh Winda Savitri

Acara ini merupakan salah satu dari serangkaian acara yang tengah diadakan oleh C2O library di bulan Agustus. Dimana, C2O sendiri bekerja sama dengan sebuah komunitas seniman, yang menamakan diri mereka Kedai Kebun Forum.

Bagi para penikmat buku, perpustakaan yang sudah eksis kurang lebih dua tahunan ini tentu bukan barang baru. Tepatnya di Jl. Dr. Cipto no. 20, yang berseberangan dengan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat untuk Surabaya. Saya berkesempatan hadir disana untuk menyaksikan sekaligus mendokumentasikan pameran yang diinisiatori oleh Wok The Rock, seorang seniman asal Jogja yang memiliki jaringan netlabel Yes No Wave dan Agung Kurniawan selaku produser.

Pameran yang diisi oleh para seniman yang diantaranya adalah Aprilia Apsari, Ariela Kristantina, Bambang Toko Witjaksono, Bujangan Urban, Butawarna, Cahyo Basuki Yopi, Grace Samboh, Henry Foundation, Hoay Wei Djoeh, Ican Harem, Ika Vantiani, Iqi Qoror, Irwan Ahmett, Jim Allen Abel, Malaikat, Marishka Soekarna, Muhammad Akbar, oomleo, Reza Asung Afisina, S.C.A.N.D.A.L., Uji Handoko, Wimo Ambala Bayang, Wiyoga Muhardanto, Wok The Rock.

Bagi jamaah hifatlobrain yang memiliki waktu luang silahkan datang karena pemeran ini akan dibuka hingga tanggal 30 Agustus 2010.

***

“Pamerannya masih lama kok mbak. Silahkan saja kalau mau diambil gambarnya.” Jelas mbak-mbak penjaga perpustakaan. Saat itu suasana di Perpustakaan C2O masih sangat begitu sepi. Hanya ada saya dan para penjaga. Jadi tanpa sungkan saya langsung mengabadikan beberapa sudut ruangan dengan berbagai komposisi yang dipamerkan.

Secara umum, perpustakaan ini memang sangat asik. Tempatnya yang sejuk dengan ribuan koleksi buku yang ditawarkan memang membuat saya betah. Ini adalah surga para kutu! Bagi saya, seorang kutu buku tentu saja merasa bahagia berada di tengah jilid-jilid buku yang berbaris rapi menunggu untuk dibaca.

Dalam pameran Codex Code ini, buku yang dipamerkan tak harus dijilid dan diberi sampul, semua buku yang ada didekonstruksi menjadi bentuk-bentuk yang aneh dan benar-benar baru. Berjumpalitan menawarkan pesona magis untuk disentuh dan dibaca.

Maka dalam pameran ini, buku tidak lagi sebuah benda mati yang menakutkan. Tapi dari buku dan ratusan lembar kertas itu bisa menjelma menjadi kitab berwarna-warni yang menawarkan ribuan imaji.

Buku rajutan

Bible dan salib yang rock n roll!

Buku desain yang keren :), berisi tentang karya desain grafis
untuk salah satu label indie ternama, EAT347


Saya jadi berpikir; seandainya kita bisa membuat sendiri buku yang kita inginkan, lalu untuk apa percetakan dan penerbitan? Toh kita bebas menerjemahkan buku seperti apa yang kita inginkan. Kita bisa saja menjadikan buku sebagai ruang komunal atau membuatnya menjadi sangat sangat personal, orang lain tidak boleh masuk.

Ini sama saja seperti buku zaman SD dimana setiap wanita di kelas punya. Buku itu secara bergilir dihidangkan di depan setiap hidung siswa yang apes lantas disuruh mengisi entri konyol seperti: mafav (makanan favorit), mifav (minuman favorit), atau bahkan aktor kesukaan. Maka dalam kasus ini buku menjadi semacam plaza, dimana setiap orang show off dan orang lain menjadi penonton.

Atau sepersonal buku harian berisi segala curhat yang menguras keringat dan air mata. Isinya tidak jauh tentang cinta remaja, duka keluarga, atau mempertanyakan agama. Tidak setiap orang bisa membaca. Hanya ada saya - buku kecil - bolpen - dan Tuhan. No one else. Maka di sini bisa dilihat buku adalah labirin personal yang gelap dan tertutup rapat.

“Pameran ini lebih menekankan pada olah buku. Sebuah pembebasan atas kehadiran sebuah buku dari sisi manapun. Mulai dari ide, bentuk, cara hingga pesan yang ingin disampaikan,” ungkap Koordinator Pameran Codex Code, Woto Wibowo.

Bagaimana? Anda tertarik?

Silahkan saja datang, dan tidak ada salahnya menjadi member C2O. Mungkin anda, para jamaah hifatlobrain sekalian ingin lebih berkonsentrasi dan berlama-lama membaca buku-buku keren yang disediakan di C2O tersebut dirumah.

Enjoy.

12 comments:

Ayos Purwoaji said...

Good job :)

Nuran Wibisono said...

as usual, mbak winda menulis dengan renyah :)

winda savitri said...

i like it :)

winda savitri said...

@nuran: trimakasih bang nuran :)

maharsi wahyu | kinkin said...

wow. updatenya cepet banget! hehe

btw, Ican Harem?? ngapain dia disanaa?? haha

Ayos Purwoaji said...

@ kinkin: ya cepet lah kin, kita kan blog hedon paling apdet di jagat raya ;p hehehe

Nur Wahid Budiono (Bandenk Metaphor) said...

Masyaallah! bagus beeuuuudddh ternyata liputannya. Really like this lah :D

eLFiRa aRisanti said...

its really cool

Hilmy Nugraha said...

wah, gambar monyetnya kayak yang di bloknot cap kera ya mbak.

winda savitri said...

tapi saya ambil gambarnya dari blognya mas wok the rock :)

Hilmy Nugraha said...

@mbak winda : iya po mbak? itu bloknot juga blok note murahan, 3100 perak di toko buku, hehe

Anonymous said...

mantab gan liputannya :)
pengen kesana sich, saiang di jogja :)

wana
http://blog.beswandjarum.com/wanadarma/?p=271