Pages

8/16/10

Follow the Blog!

image by Google


Hifatlobrain new feature.

Membuat sebuah blog itu mudah. Anda tinggal masuk ke situs penyedia hosting blog gratis seperti Blogger, Wordpress, Myspace, Tumblr, Xanga, Posterous atau Multiply. Lalu daftarkanlah akun Anda seperti mengisi form yang disediakan untuk membuat sebuah akun email. Tunggu sebuah surel yang akan masuk ke inbox, aktivasi, lalu voila! Jadilah sebuah blog pribadi yang terserah akan Anda isi apa.

Sekali lagi saya tekankan bahwa; membuat blog itu mudah. Namun menjaganya agar tetap enak dibaca dan selalu dikunjungi itu yang susah. Amat sangat susah. Tidak bisa saya hitung banyaknya teman saya yang membuat akun blog, lalu ditinggal mangkrak setelah satu dua postingan tanpa arah.

Memiliki blog yang ciamik itu hampir sama dengan mempunyai seorang pacar. Anda harus konsisten dan selalu memperkaya diri dengan fitur-fitur baru yang memungkinkan kekasih tidak mau ditinggal dalam waktu lama. Fitur baru juga akan menaikkan daya tawar Anda di depan calon mertua. O' rite mate?

Nah Hifatlobrain yang super duper keren ini pun begitu. Kami mencoba konsisten menyuguhkan berbagai artikel menarik dan beragam layanan baru dalam blog.

Kali ini kami memutuskan untuk ikut nge-twit. Blog maknyus ini kami sambungkan langsung dengan social media paling hype dewasa ini: Twitter. Hal ini menimbulkan banyak kemungkinan baru yang patut dijelajahi. Sebagai redaksi Hifatlobrain, melalui jejaring Twitter, kami bisa memberitahukan adanya postingan terbaru dengan lebih cepat. Layanan jejaring sosial dengan simbol burung berwarna biru ini juga memungkinkan adanya dialog antara sidang pembaca sekalian dengan kami, para redaksi.

Jika sebelumnya seluruh konten blog merupakan hak mutlak kami, maka jangan sungkan-sungkan untuk berbagi ide dan saran untuk mengembangkan konten blog ini di masa yang akan datang.

Keputusan mengawinkan Hifatlobrain dengan Twitter memiliki sejarah panjang. Awalnya, saya, sebagai editor-in-chief, merasa menghubungkan blog dengan Twitter adalah sebuah usaha yang sia-sia. Saat itu pandangan sinis kepada para twittizen memang memenuhi kepala saya. Karena nge-twit dalam konsepsi saya adalah; pekerjaan bodoh yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki kesibukan. Tapi itu dulu.

Jika ini memang pekerjaan orang lalai, mengapa orang sekelas Goenawan Mohamad dan Ridwan Kamil yang saya hormati, rela berbagi waktu untuk memposting ribuan kicau pendek dalam Twitter. Jika nge-twit tidak memiliki manfaat, mengapa media sekelas The New Yorker dan Time Magazine rela membuat akun khusus untuk update berita. Harus diakui, saat ini kita hidup di dunia yang menghargai 140 kata. Sekecil apapun kicauan yang kita munculkan, bisa jadi menimbulkan efek besar di kemudian waktu. Dan, percaya atau tidak, menurut harian Kompas, bangsa Indonesia adalah pengguna Twitter nomor satu di dunia.

Satu twit saat ini bisa menjelma menjadi ribuan twit dalam waktu sepersekian jam, lalu berubah menjadi trending topic dalam beberapa hari, lalu menjadi ulasan di ribuan blog dan menjadi ratusan video pendek di Youtube dalam satu minggu. Seperti Butterfly Effect dalam Chaos Theory: kepakan sayap kupu-kupu yang terjadi saat ini di hutan Brazil dapat menghasilkan tornado beberapa bulan kemudian di Texas. Itulah kekuatan Twitter.

Associate editor Hifatlobrain, Winda Savitri (@savitriwinda) sebetulnya sudah menyarankan hal ini sejak lama. Dwi Putri Ratnasari (@dwiputrirats), honorable contributor, pun sudah lama menjadi Twittizen. Hanya sayang saya baru tergerak sekarang. Saat ini mata saya terbuka lebar. Layanan microblogging ini ternyata membuka banyak oportunitas baru dalam berbagi. We believe that sharing is caring. Jika memang Twitter mampu menjadi konduktor bagi sebuah informasi dalam bingkai yang lebih luas, mengapa tidak? We will spread the reader bigger, and bigger!

Untuk itu, kami tidak tanggung-tanggung. Kami sudah menyediakan tiga perangkat yang bisa membantu Anda sekalian, para pembaca untuk menyebarkan virus Hifatlobrain melalui Twitter:

1. Tombol 'Follow Me' akan membimbing Anda untuk memfollow Ayos Purwoaji (@aklampanyun).

2. Tombol feed di bawah setiap posting akan membantu Anda melakukan posting link artikel yang bersangkutan ke Twitter.

3. Tombol 'Tweetmeme' memudahkan pembaca sekalian untuk mempromosikan Hifatlobrain kepada para followers Anda di Twitter.

Jadi, mulai saat ini jangan sungkan untuk melakukan silang posting dari Hifatlobrain ke Twitter. Fell free to share folks! Keep Hifatlobrained!

Salam,

editor-in-chief

n.b:
Kami, redaksi Hifatlobrain, terimakasih kepada Bang Didut (@didut), yang telah men-tweetmeme-kan blog ini, bahkan jauh sebelum fasilitas tweetmeme dipasang di blog ini!

No comments: