Pages

9/26/10

Festival Bulan Purnama Kenjeran

Photograph by Ayos Purwoaji

Sebetulnya saya datang ke acara ini karena bu associate editor, Winda Savitri. Ia merengek minta lihat aksi Didi Kempot. Saya datang dengan malas, karena kawasan pantai Kenjeran di Surabaya pada malam hari itu tak ubahnya sebuah taman raksasa yang sepi dan kusam, penuh dengan pasangan yang berasyik masyuk maksiat. Bayangan pohon yang tinggi dan gedung-gedung tua bekas opera yang terbengkalai tentu saja menawarkan imaji yang spooky.

Meski awalnya ogah, tapi saya turuti saja kemauan Winda. Jarang-jarang dia punya keinginan yang sedemikian hebohnya.

Sampai di Kenjeran ternyata sangat ramai dengan manusia. Tampaknya semua ingin melihat festival yang baru kali ini dilakukan. Saya agak malas dengan acara yang banyak manusia, padat dan penuh keringat. Polisi lalu lalang, banyak penjual kerupuk dan Mizone.

Saya jadi begitu mangkel sudah datang ke acara ini karena beberapa hal; ternyata salah satu hiburan yang ditampilkan adalah kelompok senam manula Tionghoa yang semua mengenakan seragam ketat berwarna merah hitam, salah satu penyanyi yang tampil sangat pantas untuk dimutilasi karena tempo lagu yang dibawakannya dua kali lebih cepat ketimbang band pengiringnya, dan yang terakhir adalah karena saya tidak bisa dapat gambar bagus di festival ini.

Karena saya malas, maka saya tidak akan menuliskan reportnya dengan lengkap. Silahkan kunjungi blog Winda saja ya. Klik di sini.

5 comments:

winda savitri said...

ahahahaha :D. ini memang acara yang menyedihkan :p

hello yellow! said...

mas ayos. foto terakhir yg gambar muka bapak2 itu oldschool bgt.haha.mukanya kyk taun '90an.

dinidini said...

foto-fotonya bagus =)

*meluncur ke blog mba winda

maharsi wahyu | kinkin said...

haha, saya juga kalo udh semangat2 pergi ke suatu acara karena 'judul' dan review nya yang wow, kemudian menemukannya tidak lebih dari suatu acara menyedihkan dg lautan manusia, jadi ga mood motret dan bercerita.. -.-
btw foto terakhir bagus mas.

Wana said...

wawkkakakwak
review yang sangat berolak belakang dengan mbak winda..
aliran garis keras iki yo!
ahaha

emang ga enak acara penuh manusia..
apa lg kalo udah gbs moto :(

ini mirip ama acara yang di thao apa kamboja itu ya? acara yang lepas lilin itu juga..