Pages

3/2/11

Lost In Papua


Siapa sangka bakal muncul film bagus dari Papua, daerah paling ujung timur di Indonesia?

Awalnya karena saya suka mengumpulkan cakram padat lokal di daerah yang saya kunjungi. Maka saat melakukan perjalanan ACI Detik.com ke Papua beberapa saat lalu saya juga membawa pulang beberapa hasil karya lokal. Satu buah film panjang berjudul "Melody Kota Rusa" dan beberapa film pendek tentang mop, lelucon khas Papua yang tidak jarang bikin perut saya kram karena terlalu lama menahan tawa.

Orang Papua, harus saya akui, mereka ini adalah orang-orang yang ekspresif. Mungkin karena memiliki lebih dari 200 bahasa suku, jadi mereka lebih mudah untuk mengutarakan keinginannya dengan mimik wajah dan gestur tubuh. Jadilah mereka ini orang-orang yang komikal, kalau bercerita bisa betul-betul menyeramkan atau sangat lucu. Ditambah dengan dialek mereka yang unik, membuat saya mengingat mop sebagai kebudayaan Papua paling mutakhir.

Sedangkan film "Melody Kota Rusa" ini adalah awalnya. Sebetulnya saya sempat pesimis mau lihat DVD yang diberi oleh teman saya Anshar Daenk yang tinggal di Jayapura ini. Bayangan tentang film-film standar Hollywood membayangi. Saya tahu ini tidak fair, tapi mau gimana lagi, lha wong selama ini saya terlalu banyak lihat film Hollywood...

Tapi akhirnya film produksi Merauke Enterprice ini saya lahap juga. Saya pikir film indie ini canggih juga, bisa bikin saya terpana selama hampir dua jam lamanya. Ceritanya sebetulnya sangat sederhana, tentang sekelompok pemuda dari Muting, Merauke yang punya band, mereka ingin bertanding tingkat kabupaten tapi terantuk banyak halangan.

Sudah lama saya ingin menulis film yang diklaim sebagai "gaya baru sebagai Sinema Papua sebab dikerjakan oleh 100% asli anak-anak Papua seluruhnya!" namun baru sekarang terlaksana karena ada film baru berjudul "Lost In Papua" yang semua pemainnya adalah pemain dalam film "Melody Kota Rusa"!

Ahey jujur saja saya rindu akting mereka di layar lebar. Meski tidak secanggih Dawam Raharjo atau Alex Komang, tapi tetap saja penampilan naif ala anak-anak Merauke ini sudah mengambil hati saya dan saya kangen sama aksi mereka...

Film "Lost In Papua" sendiri adalah produksi Merauke Enterprice bekerja sama dengan Nayacom Mediatama. Anak-anak Merauke tadi akan beradu peran dengan sejumlah pemain film pprofesional seperti Didi Petet dan Fauzi Baadila. Ada pula penampilan dari Fanny Fabriana, satu-satunya lulusan dari akademi FTV SCTV yang menurut saya cantik, hahaha.

Ceritanya sendiri sangat berbeda dibanding dengan film "Arwah Goyang Karawang" atau "Hantu Jamu Gendong" karena genre film ini adalah ethno-adventure. Yaa mungkin hampir sama seperti Indiana Jones kali...

SINOPSIS
Rangga (Edo Borne) beserta timnya beberapa orang asing menjalankan misi eksplorasi mencari titik tambang di belantara hutan Papua Selatan. Mereka memasuki wilayah terlarang di hutan yang belum pernah terjamah manusia yang menyebabkan satu persatu hilang tanpa sebab.

Tiga tahun kemudian. Nadia (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, mendapatkan tugas yang serupa di pedalaman Papua. Nadia yang baru pertama kali datang ke Papua, langsung jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Bersama teman-temannya yang asli Papua dia memasuki kawasan hutan di sekitar daerah Boven Digoel. Mereka menjumpai suku Korowai dan berinteraksi di dalamnya.

Sampai suatu ketika datanglah David (Fauzi Baadilla) yang mengacaukan segalanya karena terus menerus mengejar cinta Nadia. Nadia bersama yang lainnya berlari masuk ke dalam hutan yang membuat mereka tersesat. Mereka ditangkap oleh suku langka yang semuanya berisi wanita. Semua laki-laki dijadikan bibit penerus keturunan suku tersebut. Namun dibalik semua itu Nadia berhasil membuka misteri hilangnya Rangga tunangannya melalui liontin mereka berdua.


Saya pribadi tertarik untuk menonton film ini. Karena sejak film "Tanah Air Beta" praktis saya tidak pernah lagi liat film Indonesia di layar lebar, semoga film "Lost In Papua" ini bisa mengobati rasa rindu saya kepada aktor-aktor Merauke dan sekali lagi saya disuguhi oleh tayangan bermutu yang sarat budaya asli Indonesia.

PS: Sorry men, pada akhirnya saya nggak jadi nonton film ini karena terlalu banyak review buruk dari teman-teman blogger. Salah satunya yang mengulas dengan komprehensif bisa dilihat di blog ini: http://yasiralkaf.wordpress.com/2011/03/12/lost-in-papua-2011-keberatan-judul/#more-1373

8 comments:

seniman vertex said...

wew... pengen
heh nyileh, eh copas...
ga metu pilem iki ng undergroundnet... :p

Tekno aka Bolang said...

wah belum sempet nonton, sudah tayang ya di bioskop? kayaknya seru, pernah nonton 3 pejantan tanggung juga bercerita tentang petualangan 3 mahasiswa gokil di pedalaman kalimantan, salut dengan persahabatan mereka.

tahun ini kayaknya Alenia mau mengeluarkan si Kumbangnya kalau tidak salah, lokasi syutingnya di pulau kenawa sumbawa barat....duh kangen dengan indahnya alam indonesia.

Ayos Purwoaji said...

@ mas jeri: Hahaha teuteuuuuppp! Support film lokal mas, nonton di bioskop dong!

@ mas Tekno: Woh semakin banyak film bagus semakin asik mas!

Anonymous said...

Wuah.. Fauzi Baadilla :D
Apapun filmnya, pokoke Fauzi Baadilla q tonton.
Bangkit perfilman Indonesia!
(bukan pocong, kuntilanak, dan suster ngesot)

http://blog.beswandjarum.com/arnissilvia

fajjar_nuggraha said...

Rada kecewa saya nonton Lost in Papua..hikss..

Ayos Purwoaji said...

@ Fajar: Opo eleke? Kelihatannya ratingnya jatuh, dan banyak review jelek tentang film ini...

Hilmy Nugraha said...

aku seneng sing melody kota rusa,
lucu mas..

fajjar_nuggraha said...

@ayos
Ceritanya ga jelas juntrungannya..
mau film comedy,drama dewasa, adventure, apa gimana..??
Jalan ceritanya pun tidak jelas..Ampun dah..