Pages

3/3/11

Scandinavian Explorer


"...Dengan menggunakan gaya bahasa yang crunchy, beberapa kali saya merasa turut serta berada di samping penulis ketika melakukan perjalanan ini. Seperti ketika merasakan kontrasnya sudut-sudut kota di Berlin, lalu saya ikut membayangkan bagaimana enaknya hidup di Denmark yang sudah terkenal dengan predikat The Happiest Place on Earth..."

Judul: Scandinavian Explorer
Penulis: Asanti Astari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 212
Reviewer: Dwi Putri Ratnasari


Buku perjalanan karya Asanti Astari ini sukses bikin saya ‘nyasar’ berkali-kali. Totally get lost! Bagaimana tidak? Jika sepanjang 212 halaman ini, otak saya dijejali dengan berbagai nama-nama asing, yang kadang susah saya bedakan lagi apakah itu nama suatu negara, kota, bandara, ataupun museum! Jangan tanya lagi betapa ribet nama-nama itu untuk diucapkan. Parahnya, sebelum membaca buku ini saya ngga tahu Scandinavia itu berada di bumi belahan mana. Geografi saya memang seadanya saja, hanya cukup untuk tabungan lulus sekolah (bertahun-tahun yang lalu). Untuk yang senasib dengan saya, maka biarlah berikan contekan bahwa Scandinavia itu adalah kawasan negara-negara yang terletak di Eropa Utara, seperti Norway, Denmark, Sweden, Finland, Iceland.

Lirik lagu I Left My Heart in Scandinavia oleh The Jonas Brother yang dijadikan chapter pembuka seakan mewakili perasaan Mbak Asanti pada saat traveling melintasi North Countries itu. Seems like she is deeply falling in love with those countries. Apalagi basic Mbak Asanti adalah mahasiswa pecinta alam ya. Seperti kucing diberi ikan asin, maka Mbak Asanti terlihat ‘rakus’ melahap berbagai panorama alam raya yang menggoda selama berada di sana. Dia menggambarkan lanskap Scandinavia seperti crayon hijau, cokelat, biru dan putih yang tumplek menjadi satu. The best thing, menurut saya, adalah fakta bahwa Aurora borealis menjadi salah satu opera langit yang bisa dinikmati di kala musim dingin tiba di sana. Yes, that must be awesome! Something you gotta see before you die!

Buku ini menyediakan panduan cukup lengkap untuk para traveler yang berminat melakukan perjalanan serupa. Dari pengalaman mengurus berbagai Visa, yang jujur saja, bikin dahi saya berkerut-kerut membayangkan prosesnya, lalu transportasi, akomodasi hingga berbagai link website yang berguna untuk mendukung perjalanan menuju Scandinavia. Mbak Asanti juga memberikan rekomendasi yang bersifat umum, yang mungkin bisa saja kita sepelekan padahal cukup krusial, seperti berbagai jenis pakaian yang cocok untuk dibawa hingga kondisi cuaca Scandinavia sepanjang tahun. Jangan sampai Anda berkunjung ke Norway pada saat suhunya mencapai -30 oC. Minus, sodara!

Jangan takut bakal merasa bosan ketika membaca buku ini. Selain berbagai travelogue, Mbak Asanti juga berbaik hati memajang gambar-gambar perjalanannya dalam format full colour. Ini tentu saja penting, untuk menyesuaikan imajinasi pembaca dengan potret sebenarnya.

Saya rasa ini adalah buku perjalanan pertama yang mengangkat destinasi Eropa Utara, karena kalau kita sudah membayangkan Eropa, pasti yang terlintas adalah Itali, Paris, dan teman-temannya yang lebih popular. Jadi jangan heran, kalau seusai membaca buku ini, pengetahuan Anda bakal bertambah beberapa tingkat. Saya baru tahu tentang kereta api yang bisa naik feri melintasi negara, ya setelah mengkhatamkan buku Mbak Asanti ini. Walaupun belum pernah merasakannya, tapi it nice to know about that train :)

Mbak Asanti sendiri mengaku memiliki deep passion terhadap kuliner lokal. Jangan heran, kalau tiba-tiba perut Anda bergejolak minta diberi asupan ketika membaca chapter yang membahas detil segala macam makanan lokal yang dia lahap selama perjalanan. Saya ngga pernah tahu rasa makanan SmØrrebrØd itu seperti apa. Ah, bagaimana pula pronounce makanan itu! Tapi gosipnya, belum ke Denmark kalau belum mencoba SmØrrebrØd dengan toping ikan herring! Perhatikan juga deskripsi yang diberikan Mbak Asanti tentang berbagai buah berry. Berasa nonton acara masak-memasak di TV.

Dengan menggunakan gaya bahasa yang crunchy, beberapa kali saya merasa turut serta berada di samping penulis ketika melakukan perjalanan ini. Seperti ketika merasakan kontrasnya sudut-sudut kota di Berlin, lalu saya ikut membayangkan bagaimana enaknya hidup di Denmark yang sudah terkenal dengan predikat The Happiest Place on Earth, bersepeda sampai gempor menyusuri Copenhagen, hingga menginjakkan kaki di atas tebing-tebing Preikostolen yang so waw sekali curamnya.

Mungkin saking senengnya banyak merasakan petualangan baru dalam perjalanannya, Mbak Asanti juga sering membandingkan antara Scandinavia dengan kondisi Indonesia, terutama Jakarta. Yeah, bagaimanapun rumput tetangga memang lebih hijau ya…

Untuk traveler yang ingin melakukan perjalanan ke Scandinavia, saya rasa membaca buku ini sedikit banyak dapat membantu Anda menyusun itinerary. Sedangkan untuk pembaca seperti saya (traveler yang sedang ngga kemana-mana), Scandinavian Explorer bisa digunakan sebagai sumber pengetahuan baru tentang gambaran negara-negara yang berada di dekat Kutub Utara itu.

Kesimpulannya, saya memberikan tiga dari lima bintang untuk buku seharga 85.000 rupiah ini. Happy reading Hifatlobrainers!

6 comments:

Nuran Wibisono said...

putri kongkonen ngereview buku self motivation ala qatar sing dituku nang jogja :D

Ayos Purwoaji said...

Hahaha siaaaappp...
Iku buku uopo paaakk XD

Dwi Putri Ratnasari said...

nuraaaaaaaan... kau memalukan aku!!! *ngakak baca Qatar*

Nuran Wibisono said...

asem, larang tenan yo? lebih larang ketimbang selimut debu yo? selimut debu cuma 70 ribu lho...

kalau harus di bandingin, ada uang 90 ribu, sang penulis dan sang owner akan lebih memilih buku yang mana? scandinavian explorer atau selimut debu?

Ayos Purwoaji said...

Ran, Selimut Debu kamu review dong, kan kowe sing wis moco lengkap :p

Asanti Astari said...

Terima kasih banyak atas review bukunya :)).. hehe.

Senang jika informasi dlm buku ini sedikit banyak bisa membantu ;)


Salam,
Santi