Pages

3/21/11

The Urban Monkeys

Photo by Ary 'siary' Hartanto (above) and Ayos Purwoaji (below)

Dalam buku Living Treasures of Indonesia, fotografer alam liar, Riza Marlon bercerita bahwa jauh sebelum ia berkelana menembus hutan hujan lebat di Sumatera dan Kalimantan, atau menyusur alam Papua yang indah, hobinya adalah memotret hewan yang terkurung di dalam kandang besi Kebun Binatang Ragunan. Saya membayangkan, dengan kamera pertamanya yang setia digantungkan di leher, seorang Riza muda berjalan-jalan keliling Ragunan dan menunggu momen di depan jeruji besi dengan sabar.

Ya, bahkan di Jakarta yang sudah berubah total menjadi hutan beton pun Anda masih bisa berburu gambar ala wildlife. Tidak melulu model cantik dengan pakaian minim saja kan yang bisa difoto di Ibukota? Maka silahkan datang ke Pusat Primata Schmutzer (PPS) yang merupakan salah satu pusat primata terbesar di dunia. Dahulu pusat primata terbesar di dunia ada di Leipzig, Jerman. Sekarang, Pusat Primata Schmutzer adalah yang terbesar dengan luasnya yang mencapai 13 hektar. Membanggakan, bukan?

Atau, jika Anda ingin sedikit adventurous, silahkan berkelana ke Muara Sungai Angke yang penuh bakau. Bawalah lensa tele sebesar pipa air dan mulailah berburu foto burung. Lebih jauh lagi, silahkan menyeberang laut menuju Pulau Rambut yang berada di gugusan Kepulauan Seribu, lantas bawakan saya foto Bangau Bluwok (Mycterea cinerea) yang berparuh kuning cantik itu.

Dan ini bisa jadi alternatif menarik untuk menghabiskan weekend Anda selain pergi ke Grand Indonesia atau Plasa FX.

Saya sendiri belum pernah ke Pulau Rambut, Muara Sungai Angke, atau bahkan Schmutzer. Namun keinginan itu kembali menyala setelah melihat foto Simpai hasil hunting teman saya, seorang arsitek gaul bernama Ary Hartanto, yang weekend kemarin menghabiskan jomblo-quality-time-nya ke Ragunan. Dalam fotonya yang sederhana tersebut saya melihat sebuah primata juga bisa tampil anggun. Ahey!

Sama-sama di Jakarta, saya juga pernah memotret seekor simpanse yang bersantai di geladak sebuah kapal. Saya memotretnya di Pelabuhan Sunda Kelapa yang dipenuhi jejeran kapal phinisi raksasa. Salah satu foto favorit saya. Hehe.

Anyway, we're just urban monkey lads, happy monday!

5 comments:

winda savitri said...

Kapan hari sudah ke Smutzer. tapi sayang, si primata > gorilla, tidak terlihat sama sekali.

Saiful Azhar said...

yuk mari galakan wiken tanpa ke mall...hahahahaha

s i a r y said...

hei..salam buat monyet2 jalanan :D

Ayos Purwoaji said...

@ winda: gak ajak-ajak si eneng ih :(
@ Sazhar: hehehe iya nih, om ketua tolong digalakkan lagi :p
@ siary: Gua pake foto elu yo bray :)

fakhri said...

@ mbak winda: kalau mau liat gorila, datanglah pas jam pemberian makan, setau saya pagi, siang (jam 12) dan jam 3 sore, pasti tuh gorila-gorila pada keluar, kalo selain itu pada nginyem di pojokan hehehe