Pages

4/3/11

Grassland

Puncak Tomia (photograph courtesy of Terryna Tunjungsari)

Saya sedang getol membaca sebuah buku yang ditulis oleh Ian Frazier. Judulnya Great Plains, sebuah roman perjalanan klasik yang hampir sama besarnya dengan The Great Railway Bazaar karya Paul Theroux.

Buku ini bercerita tentang daratan raya Amerika yang membentang diantara pegunungan Rocky Mountains hingga Blackhills. Sebuah padang mahaluas yang menyimpan banyak cerita dan mitos di balik tanah dan lapisan udaranya.

Saya sangat terkesan dengan bagaimana Ian menggambarkan dengan detail dan sangat indah kehidupan di atas padang prairi, tentang kemah-kemah suku Indian, tentang jalur rel yang pertama kali membelah Amerika, tentang bagaimana bangsa kulit putih datang, tentang bagaimana Bonnie and Clyde -salah satu komplotan penjahat paling terkenal mati tertembak, tentang bagaimana Truman Capote menulis karya agungnya; In Cold Blood, tentang bagaimana kisah kepahlawanan Crazy Horse -salah satu pemimpin suku Indian paling disegani, tentang bagaimana praktik ritual Ghost Dance ala Indian, tentang bagaimana Ian Frazier seorang diri berkelana menyusuri daratan ini dengan van.

Membaca deskripsinya tentang padang rumput yang luas ingatan saya kembali pada beberapa hal; komik lawas Lucky Luke, iklan Marlboro, dan sebuah foto bukit rumput karya teman saya Terryna Tunjungsari.

Foto Terryna menurut saya sederhana namun cantik. Simply beautiful. Melihatnya saja terasa hangat dan lega.

"Ini di Puncak Tomia. A breathtaking place indeed! Tempat tertinggi di Pulau Tomia (salah satu pulau pembentuk gugusan Wakatobi -Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko). Paling pas buat menunggu sunset sambil ngeliat Pulau Onemobaa dan Binongko.

Salah satu fakta yg menarik di sini adalah ditemukannya bekas-bekas kerang kima dengan ukuran raksasa. Diduga bukit ini dulunya adalah dasar lautan yang kemudian naik karena gerakan lempeng bumi.

Kalo kepikiran pensiun gue rasa tempat ini adalah satu satu tempat ideal menghabiskan masa tua sambil angon kambing, menjadi nelayan, dan membesarkan cucu-cucu gue hehehe…" kata Terryna menjelaskan fotonya. []

3 comments:

Nuran Wibisono said...

yos, tau gak? kok yo ketepakan. beberapa hari lalu, aku bersih2 perpus dirumah, ada buku ini nongkrong dengan manis. sedang antri untuk dibaca :) kalo ke jember mampiro ke rumah, ada beberapa eksemplar suara alam :)

Ayos Purwoaji said...

Weheee iku apik Ran isine, aku moco pas bagian ghost dance dadi iling awakmu karo Jimbo! Hahaha

Dewi said...

sangar.. gw kiro ndek luar negri ki maw