Pages

4/10/11

Kebuli Night


Berburu makanan enak di malam minggu adalah kegiatan yang menyenangkan. Saya merasa beruntung memiliki banyak teman yang suka melakukan hal serupa. Jadilah satnite kali ini saya lewatkan bersama mereka, berburu tempat makan enak lagi! Yeah.

Kali ini saya mencoba seporsi Nasi Kebuli yang ada di Depot Ampel. Lokasi warungnya bukan di Kampung Ampel, tapi di Jalan Ondomohen. Tepatnya di seberang jalan Sate Kelapa Ondomohen yang tenar itu, sejajar dengan Warung Mie Kocok Bandung. Saya baru tahu ada warung ini dari teman saya. Tempatnya cukup meyakinkan. Sebetulnya warung ini terbagi dua, ada yang vintage ada pula yang baru. Sebetulnya saya mau makan di tempat yang lawas, tapi sepertinya itu hanya digunakan kalo warung anyar di sebelahnya sudah penuh dengan orang.

Kami memesan masing-masing seporsi nasi kebuli, konon ini adalah menu jagoan dari warung ini. Sambil menunggu, saya mengambil foto beberapa sudut depot. Termasuk dua orang pekerja yang sedang membakar iga di depan warung. Bau asapnya membuat saya menjadi semakin tersiksa karena lapar. Ough.

Hanya menunggu sekitar 7 menit, akhirnya pesanan kami tiba, seporsi nasi kebuli dengan dua potong besar danging kambing dan sesendok dua sendok acar. Wohooo ini adalah cara lain untuk menikmati malam minggu tanpa harus hangout dengan pacar yang itu-itu saja.

Seperti nasi kebuli yang lain, rasanya spicy. Jinten, kapulaga, dan cengkehnya merasuk dengan tuntas. Warna nasinya cerah, tidak seperti beberapa nasi kebuli yang biasa saya makan di Kampung Ampel yang berwarna cokelat kotor. Ada sedikit kuah gulai yang ditumpahkan di atas nasi. Aromanya keluar seiring dengan uap panas yang naik ke udara. Sedangkan tekstur nasi di lidah nggak terlalu oily, jadi saya sangat menikmati nasi ini.

Sedangkan daging kambingnya, hmm ini juga enak. Sepertinya sih ini dagingnya dibacem dengan berbagai macam bumbu gitu. Dagingnya rapuh, sama sekali tidak terasa liat saat digigit. Memudahkan saya untuk mengoyaknya dengan sendok garpu.

Daging kambing dalam seporsi nasi kebuli itu menurut saya cukup esensial. Kenapa? Karena itu membuat saya tidak berpikir bahwa rasa kambing di dalam nasi kebuli ini palsu belaka. Fake. Nasi rasa kambing tanpa daging kambing menurut saya adalah penipuan. Dan hadirnya daging kambing dalam menu ini adalah kejujuran yang patut dihargai. Rasa kambingnya memancar dari dua sumber; nasi dan daging kambing itu sendiri. Jadi rasa kambingnya kuadrat! Oh God...

Semetara si acar, hmm, yaaah ini semacam aksentuasi rasa yang membuat seimbang. Di tengah gempuran rasa kambing yang memenuhi rongga mulut, memasukkan sekeping acar timun ke dalam mulut itu jadi semacam sensasi unik.

Tapi terlepas dari nasi kebuli seharga 20.000 rupiah yang rasanya lumayan banget itu, saya sangat salut sama teh anget dari Depot Ampel ini. Saya memang memesan teh hangat saja, sebuah minuman standar yang bisa ditemukan di mana saja di Surabaya. Tapi baru kali ini saya minum teh anget dengan campuran kayu manis di dalamnya. Sumpah ini teh anget enak tenan!

Teh yang merupakan minuman sejuta umat itu, kalo diseduh dengan kayu manis, aroma mewahnya keluar. Nuansanya menjadi sangat Timur Tengah gitu. Hahaha. Saya merekomendasikan Anda yang mencoba depot ini untuk mencoba teh angetnya.

Selain menu biasa seperti nasi kebuli, gulai kambing, kambing oven, dan roti maryam, depot ini juga menyajikan menu spesial berupa 'sate rudal kambing'! It's sound interesting, isn't it? Hahaha mari dicoba!

Anyway, happy weekend Hifatlobrainers!

6 comments:

bondan said...

kangen makan di tengah-tengah pasar ampel :((

Ayos Purwoaji said...

Coba sate rudal Ndan, kolu opo ora kowe :p

Wana said...

oohhh, kebuliiiii... :(

oh ampel malamm...

seniman vertex said...

Wow maknyuss yos...
Wiken kemaren saya juga Nguli-ner. yg dekat2 aja. mulai dari survey Nasi punel di Bangil sampe Rawon sate di Pasuruan.

Tapi yg paling special Belut di warung pinggir jalan daerah Kraton -Pasuruan.

Kalo diadu sama belut di Ngagel feelingku masih maknyus yg di Kraton. pembelinya rata2 supir truk2 dan keneknya.

Porsi gede, Sambel top abis, masaknya pake kayu bakar. Orisinil banget pokoknya. Dan yg bikin kaget harga seporsi cuma Rp. 6000 + teh hangat Rp 7000. hehe

Mbuh kowe wes tau njajal opo durung, nek durung ngko kapan2 tak sumbang cerita wes ng blogmu iki. hehe :p

herosetyanofario said...

Wah gw bgt tuh. Paling demen dengan nasi kebuli. O iya mas, kalo ada waktu dan kesempatan main2 ke pontianak. Ada beragam masakan dan jajanan yang bisa di-review. Tks

Kang Eko said...

wah membaca koment mas seniman vertex, jadi pingin hunting menjelajahi kraton ....Pasuruan