Pages

4/9/11

Travelounge Edisi Februari 2011


"Konon, Handelstraat dipenuhi kafetaria, warung, dan restoran, yang selalu memutar lagu-lagu Mandarin. Setiap orang bisa datang dan duduk untuk menikmati hidangan khas Tiongkok atau sekadar minum teh sembari bercengkerama. Banyak pula penjaja makanan kecil, obat Cina, Shanghai dress, kwetiau, bakmi, dan es krim..."
Err ini sebetulnya sudah lama. Tentang artikel Pecinan Surabaya saya dan Dwi Putri Ratnasari yang nampang di Travelounge edisi Februari 2011. Tapi terpaksa baru saya posting sekarang karena versi PDF-nya baru saja diunggah.

Liputan ini cukup menarik karena memaksa saya dan Putri untuk berkeliling sepanjang Kembang Jepun dan mblusuk ke beberapa klenteng tua di Surabaya. Semuanya menyenangkan. Apalagi Putri sudah memiliki jaringan luas di kelompok Jejak Petjinan yang peduli dengan chinese heritage yang ada di Surabaya, jadi semua peliputan dan pengumpulan data terasa lebih mudah. Termasuk fakta tentang kampung kungfu yang juga kami masukkan. Sebetulnya ini memang bukan tujuan wisata populer sih, tapi destinasi ini tidak bisa dilewatkan untuk pelancong yang ingin 'tahu benar' tentang sejarah pecinan di Surabaya.

Nanti bakal saya posting artikel aslinya sebelum dipotong sana-sini oleh editor Travelounge ya, sekarang saya kasih versi online-nya saja dulu. Silahkan baca di bawah.

No comments: