Pages

7/2/11

The Rise of Expedition

Saya memperhatikan ada sebuah tren baru yang muncul dalam dunia travel di Indonesia saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, makin banyak saja orang yang melakukan travel-on-mission atau dalam bahasa kerennya ekspedisi.

Sebetulnya ini bukan barang baru. Don Hasman pada tahun 1970-an sudah melakukan ekspedisi di pedalaman Kalimantan dalam rangka napak tilas peneliti Belanda, Anton Willem Nieuwenhuis di Pegunungan Muller. Wanadri bekerja sama dengan angkatan laut juga membuat ekspedisi pendataan pulau-pulau terluar di Indonesia yang dinamakan Ekspedisi Garis Depan Nusantara. Mahitala Unpar baru-baru ini berhasil menyelesaikan ekspedisi Seven Summit.

Hanya saja yang patut dicermati adalah; saat ini mulai bermunculan ekspedisi bersepeda motor keliling negeri. Saya tidak tahu siapa yang memulai, tapi sejauh pengamatan Hifatlobrain, Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa yang dilakoni oleh Farid Gaban dan Ahmad Yunus adalah yang yang pertama.

Anehnya, ekspedisi touring semacam ini kebanyakan beranggotakan dua orang. Saya tidak tahu apa hubungan berbagai ekspedisi ini dengan film The Motorcycle Diaries atau seri dokumenter BBC "Long Way Down" yang dibintangi oleh Ewan McGregor dan Charley Broorman. Mungkin memang perjalanan panjang bermotor itu lebih pas dua orang, sama seperti perjalanan saya dengan Nuran Wibisono. Jika terlalu banyak, bising. Jika sendiri, mati bosan.

Jadi, barangkali, berdua adalah format touring favorit untuk jangka waktu yang tidak sebentar.

Tentu saja perkembangan ini sangat menarik untuk diikuti. Karena, seperti yang saya bilang, sebuah ekspedisi itu adalah travel-on-mission, jadi pasti ada hasil dan riset yang dibuat selama perjalanan. Tentu saja ini adalah hal yang sangat berharga. "Banyak orang melakoni traveling, Yos, tapi sangat sedikit yang menulis..." kata Farid Gaban dalam sebuah obrolan.

Seperti ekspedisi Zamrud Khatulistiwa yang dilakukan Farid Gaban selama 10 bulan, dari situ dia menghasilkan 10 buku tentang Indonesia dan sebuah film dokumenter tentang perjalanannya. Canggih bukan? Maka menurut saya, keberhasilan sebuah ekspedisi bukan lagi tentang jarak atau destinasi, tapi lebih kepada output dari ekspedisi tersebut.

Namun perkembangan teknologi informasi hari ini sudah sangat membantu. Hampir setiap ekspedisi pasti memiliki website, fanspage di Facebook, atau bahkan Twitter untuk membagi hasil dari perjalanan tersebut. Dengan bantuan social media pula para audien bisa ikut berkomentar atau memberikan dorongan bagi anggota ekspedisi.

Maka berikut ini adalah tiga buah ekspedisi bersepeda motor di Indonesia yang masuk dalam database Hifatlobrain Travel Institute.

1. Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa

Ahmad Yunus dan Farid Gaban



Wartawan Farid Gaban dan Ahmad Yunus keliling Indonesia selama delapan bulan bersepeda motor, mengunjungi, mendokumentasikan dan mempublikasikan lewat produk multimedia kehidupan di 80 pulau pada 50 gugus kepulauan Nusantara yang tersebar di empat penjuru, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

Mereka bersepeda motor menyusuri pesisir pulau-pulau besar Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Perjalanan ini adalah kombinasi antara petualangan di alam dan kesenangan menikmati keindahan yang sederhana; perjalanan jurnalistik karena mereka berdua wartawan; serta pembelajaran tentang hidup di laut dan pulau-pulau yang tak mungkin diperoleh dari buku, perpustakaan atau bangku kuliah.

Dari situ Farid dan Yunus merekam secara multimedia alam serta manusia kepulauan Nusantara: seni-budaya, ekonomi-sosial, lingkungan.

Output ekspedisi dalam bentuk fetature/foto untuk koran dan majalah, buku, risalah riset, buku-foto (coffee-table format), video dokumenter, pameran foto, termasuk hasil jepretan bawah air di beberapa lokasi selam, sketsa watercolor.


Website:
http://zamrud-khatulistiwa.or.id/

2. Ekspedisi Ring Of Fire Adventure

Tim RoF Adventure



Bapak anak, Youk Tanzil dan Giovani Tanzil, melakukan perjalanan melintas Nusantara untuk membuat sebuah film dokumenter yang memperlihatkan keindahan, keajaiban, dan realitas di Indonesia.

Ekspedisi ini dilakukan dengan menggunakan sepeda motor agar memudahkan mereka untuk mengeksplorasi berbagai destinasi yang belum populer sehingga dapat menyibak gambaran sesungguhnya tentang Indonesia. Mereka masuk kedalam hutan, melintas sawah, pantai, dan pedesaan dalam rangka melebur bersama masyarakat lokal.

Misi mereka dalam ekspedisi ini adalah meningkatkan kesadaran pada realitas sosial di Indonesia dan memberikan akses kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu bagi Indonesia.

Ekspedisi ini dipecah ke dalam lima fase. Tahap pertama mereka berdua akan memulai dari Kupang dan melanjutkan perjalanan selama 45 hari ke arah barat menuju Jakarta, melintas sembilan provinsi sepanjang 6000 kilometer.

Website: http://ringoffireadventure.com/

3. Ekspedisi Indonesia Exploride

Wulung Damardoto dan Aditya Birawa



Mimpi keliling Indonesia itu akhirnya terwujud. Bikers Wulung Damardoto dan fotografer Aditya Birawa kini mulai menikmati indahnya kota-kota di Tanah Air dengan bendera Indonesia Exploride.

Bagi Ungki (bikers) dan Ditto (fotografer), ini merupakan langkah awal mewujudkan mimpi mereka tahun 1998 menjelajahi bumi nusantara selama 184 hari dengan menempuh jarak 19.100 kilometer. Didukung Djarum Apresiasi Budaya, Ungki dan Ditto baru menjalani sebagian kecil rute besar menelusuri provinsi dari Sumatera, Kalimantan, Indonesia Timur dan Nusa Tenggara.

Melalui Indonesia Exploride ini, Ungki dan Ditto sudah memulai langkahnya mewujudkan mimpinya mempromosikan Indonesia. Hasil perjalanan ini nantinya akan ditayangkan di stasiun televisi swasta. "Ini (Indonesia Exploride) bukan acara bikers. Ini murni upaya untuk mempromosikan Indonesia. Obsesi saya mempromosikan Indonesia melalui bikers. Masak kita kalah dengan Nigeria. Indonesia punya segalanya, ada hutan, gunung, gurun ada Bromo. Bikers asing ke Indonesia kok tidak ada yang mengelola? Ini potensi besar lho," katanya bersemangat.

Usai Indonesia Exploride, impian Ungki berikutnya adalah membuat program wisata bagi pengguna motor besar untuk menjelajahi Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur.

Website: http://wd-integrated.com/indonesiaexploride/

***
Perkembangan ini sangat menggembirakan. Semakin banyak orang melakukan ekspedisi, tentu semakin banyak output berupa data dan dokumentasi yang berharga. Semakin banyak ekspedisi maka semakin banyak pula racun yang disebar pada anak-anak muda untuk keliling negeri. Jadi, diantara pembaca apakah ada yang ingin melakukan petualangan serupa?

6 comments:

Hilmy Nugraha said...

akhir juli mas, sumatra,

tapi numpak bis, hehe

Anonymous said...

Iya saya kepingin, pasti seru bgt deh. Kyk indiana jones

Anonymous said...

Iya saya kepingin, pasti seru bgt deh. Kyk indiana jones

Saiful Azhar said...

klo misalnya nih ya misalnya gw yg berekspedisi pake motor yang ada di tilang mulu hahahaha wong gak punya SIM :D

Tekno a.k.a Bolang said...

wah kapan neh kita berekspedisi kang? lirik-lirik si ranselkosong yang mau di tantangin motoran sampai Timor leste*

Nuran Wibisono said...

jangan kalah sama mas tekno dan yudi yos. kita ke sulawesi naik CB :D