Pages

7/30/11

Wanderlust


Selama bulan Juni ini ada satu lagu yang highly rotated di playlist saya. Lagu berjudul "Wanderlust" milik Bjork ini memang tidak mudah dipahami. Seperti lagu Bjork yang lain, komposisinya selalu ganjil namun selalu membuat ketagihan. Berbagai bunyi-bunyi aneh pun kerap muncul di telinga, bahkan sejak awal. Suara burung-burung laut, mesin berat, dok kayu yang keropos, ombak kecil, bel pelabuhan, dan sirine kapal saling bersahutan membuat imaji saya melayang pada sebuah pelabuhan yang penuh dengan feri dan bau kecing.

Wanderlust
/ˈwɒn.də.lʌst/ sendiri berarti: "the wish to travel far away and to many different places" Oh my, saya memang sedang ingin pergi menjelajah tempat-tempat menarik di penjuru kolong langit. Dan lagu ini semacam pengantar yang tepat untuk perasaan saya.

"I feel at home whenever // The unknown surrounds me..."

Saya memang kangen dengan perasaan itu. Perasaan menjadi debu alam raya di tengah-tengah sebuah tempat yang tidak saya kenali. Lantas dengan muka penuh senyum mereka mengundang saya untuk bermalam di rumah, makan makanan yang sama, makan dari piring yang sama, tidur di bawah atap yang sama.

Perasaan wanderlust ini juga mungkin yang dirasakan oleh Agustinus Wibowo dengan pengelanaannya. Menjadi bukan siapa-siapa di tanah yang asing. Tidak menjadi apa-apa. Lantas menjadi spon kering yang menyerap saripati hidup.

"Itu yang membedakan wartawan bagus dengan "wartawan Google", Yos..." kata Mas Farid Gaban beberapa waktu lalu. Perasaan wanderlust ini yang mengajak wartawan beneran untuk keluar dari kubikelnya, menjelajahi domain dan destinasi baru karena rasa ingin tahu. Tidak seperti "wartawan Google" yang hanya berada di balik keyboard untuk menulis fakta yang tidak pernah diketahuinya secara benar. "Pekerjaan pertama seorang wartawan adalah pekerjaan kaki, baru kemudian pekerjaan tangan, tulis-menulis …” kata Sindhunata.

Selain lagunya yang bagus, saya juga suka dengan videonya yang ciamik. Bjork memang tidak pernah biasa membuat video. Termasuk di lagu "Wanderlust" ini. Ada kolaborasi yang cantik antara ilustrasi, efek 3D, dan seni bluescreen di dalamnya. Ceritanya sendiri menurut saya sangat dipengaruhi oleh mitos pagan Icelandic yang kental. Itu sangat kentara pada sosok dewa dan pakaian Bjork.

Dalam video itu juga ada kesan campur tangan Tuhan dalam sebuah perjalanan. Bagaimana Tuhan mampu mengubah destinasi dan destiny kita dalam sekejap. Saya selalu percaya, ada banyak kebetulan yang terjadi dalam perjalanan. Kisah-kisah coincidental seperti ini hanya Tuhan yang bisa atur. Dan saya selalu percaya: God always save the traveler! []

3 comments:

Anonymous said...

Mas Ayoz....
favorite saya adalah kalimat terakhir :
God always saves the traveler :-)
sungguh diimani dan diamini

Anonymous said...

"Suara burung-burung laut, mesin berat, dok kayu yang keropos, ombak kecil, bel pelabuhan, dan sirine kapal saling bersahutan membuat imaji saya melayang pada sebuah pelabuhan yang penuh dengan feri dan bau kecing.">>>>> iki pasti muara angke!

Anonymous said...

salah satu lagu favorit saya dari bjork nih..
keinginan utk berkelana dari satu tempat ke tempat lain..

"i am leaving this harbour..
giving orphans a farewell.."

"i have lost my origin..
but i dont want to find it.."