Pages

9/20/11

Pray for Balai Pemuda

Foto oleh Karika Fani
Hanya terpisah beberapa meter,
petaka lebih memilih Balai Pemuda daripada gedung DPRD Surabaya.
RIP Simpangsche Societeit, 1907 - 2011.

(Rahadityo Mahindro Bhawono, 2011)
Saya kaget mendengar kabar bahwa gedung Balai Pemuda (De Simpangsche Societeit) terbakar sore hari ini. Waduh, padahal gedung itu bentuknya seksi sekali, sangat art deco. Saya punya kenangan khusus karena dulu di Balai Pemuda saya sering lihat pameran dan pacaran. Hampir tiap minggu selalu ada acara di gedung cagar budaya ini, konser, pameran, teater, bazar, senam pagi atau apapun lah.

Balai Pemuda punya caranya sendiri untuk mengumpulkan warga kota. Kalau jaman dahulu gedung ini sering dipakai untuk pesta dan berdansa para noni dan tuan Belanda, maka hari ini Balai Pemuda menjadi semacam tempat kreatif bagi para seniman Surabaya.

Semoga pemerintah Surabaya bisa memulihkan kondisi Balai Pemuda dengan cepat. Biarkan bangunan tua di tengah kota tetap berdiri sebagai pengingat generasi muda tentang sejarah yang sudah lewat.


Sketsa karya seniman legendaris Surabaya, Liem Keng,
yang menjadi kover tulisan di Hifatlobrain pada tahun 2008.
Silahkan klik pada gambar untuk membaca artikel karya Winda Savitri.

Fungsi gedung De Simpangsche Societeit pada zamannya sebagai tempat pesta
dan gaul para noni dan tuan Belanda. Gambar diambil dari buku

"Memoirs of an Indo Woman: Twentieth-Century Life in the
East Indies and Abroad"
oleh Marguerite Schenzkhuizen (1993)

3 comments:

baghendra said...

kehilangan tempat nongkrong tuh menurut saya mirip2 kehilangan rumah sendiri, semoga dengan terlanjur terbakarnya tempat nongkorong mas dan mbak ini, bisa menghasilkan tempat-tempat nongkrong lain yang lebih baik dan tentunya balai pemuda Surabaya diperbaiki, amin

Ayos Purwoaji said...

hehehe nggak separah itu sih mas sebetulnya. Cuma disayangkan saja, kenapa bangunan cagar budaya bisa terbakar dan penanganannya lambat :)

Anonymous said...

emang pnyebab kbakarannya opo toh iki, prasaan balai pemuda isinya jarang barang mudah terbakar