Pages

9/24/11

Top List To-Do in Dieng

Apakah Anda sudah pernah mengunjungi Dieng Plateau di Wonosobo, Jawa Tengah? Jika belum maka Hifatlobrain akan membagikan beberapa top list to-do yang bisa Anda lakukan di sana. Seperti halnya supermarket, Dieng menyediakan banyak tempat yang bisa didatangi. Kawasan ini terletak di atas awan dan hampir setiap saat diselimuti kabut, membuat kabur batas antara mitos dan kenyataan. Belum lagi pilihan kuliner yang siap menyambut Anda dengan rasanya yang khas. Maka ini lah lima daftar esensial yang bisa Anda lakukan di Dieng!

1. Melihat Sunrise

Sekitar pukul setengah lima pagi Anda harus sudah bangun dan bersiap. Lantas dantangilah pangkalan ojek lokal atau meminjam motor malam sebelumnya. Tancap gas motor Anda menuju desa Sembungan, desa tertinggi di Jawa. Sampai di kaki Bukit Sikunir, silahkan bergabung dengan banyak turis lain yang trekking untuk melihat sunrise.

Pemandangan di sepanjang jalur trekking di Bukit Sikunir itu indah. Kita bisa lihat sistem terasering unik yang dikembangkan oleh warga Dieng. Bentuknya melingkar seperti caping. Saya rasa pada zaman dahulu alien lah yang mengajarkan para petani Dieng bagaimana cara bercocok tanam.

Konon, kata teman saya, ada dua jenis sunrise di Dieng, golden sunrise dan silver sunrise. Saya nggak paham apa bedanya. Tapi yang pasti memang sunrise di Bukin Sikunir ini lumayan keren, bahkan jika beruntung dan kabut tidak terlalu tebal, Anda bisa melihat empat gunung berjajar dalam satu barisan. Tentu saja momen ini menjadi buruan para penggemar fotografi.

Bagi penggemar camping, Anda bisa juga mendirikan tenda di puncak Bukit Sikunir.

2. Menapaki Sejarah

Bagi para pecinta sejarah, tentu saja Dieng adalah tempat yang tepat untuk bertertirah. Dieng membangun peradabannya sejak tahun 8 Masehi, buktinya berupa formasi candi-candi yang tersebar di seluruh plateau. Namun diantara banyak candi tersebut, Candi Arjuna adalah yang paling tua. Arsiteturnya sederhana, tanpa banyak detail relief yang menghias dindingnya. Namun dibalik kesederhanaan ini tidak dapat dimungkiri bahwa candi-candi mungil di Dieng adalah cikal bakal dari candi-candi besar di Jawa.

Silahkan datang juga ke Museum Kailasa. Di dalamnya terdapat banyak arca dan berbagai jenis artefak peninggalan masyarakat Dieng masa lampau. Sebagai sebuah wilayah yang mandiri, ternyata Dieng juga mengembangkan sistem kesenian sendiri yang terasa begitu unik, terlepas dari budaya dominan Kraton Jawa pada umumnya.

Di museum keren ini juga Anda bisa menyaksikan sebuah video dokumenter singkat tentang seluk beluk Dieng, bahkan dari masa pembentukan prasejarahnya.

3. Menyapa alam

Kondisi geologis Dieng yang unik menciptakan berbagai jenis destinasi alam yang tidak patut dilewatkan. Ada banyak kawah dan telaga yang tersebar di seluruh plateau. Tapi dua yang wajib Anda kunjungi adalah Telaga Warna dan Kawah Sikidang. Tanpa berkunjung ke dua destinasi ini maka wisata Anda ke Dieng akan terasa sangat hampa.

Telaga Warna terletak tidak jauh dari pusat desa Dieng. Anda bisa jalan kaki untuk menuju telaga berwarna hijau tosca ini. Syahdan, kepekatan dan warna air di telaga warna ini bergantung pada posisi matahari. Tapi entahlah, sepertinya didatangi kapanpun telaga ini juga tetap indah. Ada banyak posisi yang bisa dipilih untuk menikmati Telaga Warna, namun sepertinya the best view adalah di pucak bukit Sikendang. Dari atas bukit ini Anda bisa melihat Telaga Warna yang dilindungi oleh Bukit Sikunir di sebelah selatan.

Kawah Sikidang menawarkan pesona yang lain lagi. Ini adalah kawah aktif yang masih mengeluarkan asap belerang. Sebagai bukti bahwa di bawah tanah Dieng masih tersisa aktifitas vulkanis yang belum berhenti. Sebelum menuju kawah ada sebuah pasar tradisional yang menjajakan souvenir khas Dieng.

Selain dia destinasi wajib di atas sebetulnya masih banyak wisata alam lainnya di Dieng. Silahkan tanya pada penduduk lokal yang lebih mengerti letak dan potensi bagus-tidaknya.

4. Mencicipi makanan khas

Nah! Ini yang haram untuk dilewatkan selagi berada di Dieng; mencoba makanan khas! Bayangkan Anda sudah menempuh jarak jauh hanya untuk makan nasi campur atau nasi goreng lagi? Oh shame on you, bru! Maka biar tidak malu, cobalah minuman hangat Purwaceng yang bikin greng! Ini adalah tumbuhan endemik Dieng yang diolah masyarakat Dieng sebagai minuman kebangsaan. Rasanya hangat seperti jahe, khasiatnya dahsyat seperti ginseng. Minuman ini sangat cocok sebagai teman untuk mengusir hawa malam Dieng yang kurang ajar. Apalagi ditambah kudapan berupa kentang goreng dengan irisan yang besar-besar, itu adalah paduan yang pas untuk makan sore.

Dengan mengonsumsi dua hal itu berarti Anda turut membantu kehidupan petani Dieng juga.

Purwaceng saat ini juga dijual dalam bentu bubuk dengan packaging modern. Sehingga bisa juga dibawa pulang sebagai buah tangan. Bahkan jenisnya pun menjadi lebih bervariasi: purwaceng untuk pria, purwaceng untuk wanita, purwaceng telor, purwaceng susu, purwaceng for the dummies...

Sedangkan makanan yang menjadi kebanggaan Dieng adalah manisan carica. Saya yakin buah ini masih satu famili dengan pepaya. Bentuk pohonnya mirip, bentuk buahnya mirip, rasanya juga hampir sama. Bedanya buah carica ini lebih kecil ketimbang pepaya. Rasa manisan buah carica sangat segar! Cocok dimakan buat pejalan yang lelah sehabis trekking atau ibu muda yang sedang hamil.

5. Meet the locals!

Alam yang indah, sejarah yang panjang, dan makanan dengan citarasa khas semua itu dimiliki Dieng. Tapi rasa-rasanya tidak lengkap tanpa hadirnya mitos anak bajang yang sudah menjadi kepercayaan selama ribuan tahun. Anak bajang adalah anak lokal berambut gimbal. Jika Anda percaya bahwa dreadlock style itu berasal dari Bob Marley, maka harus secepatnya direvisi. Anak bajang bahkan sudah gimbal (dreadlock) sejak balita! Konon rambut gimbal ini muncul setelah ditandai panas badan yang tinggi pada anak-anak Dieng saat berumur 2 tahun. Setiap tahunnya ada acara ruwatan yang digelar untuk mencukur anak-anak berambut gimbal ini.

Selain itu mengajak ngobrol atau bercanda dengan penduduk lokal akan memberikan satu perspektif baru pada perjalanan Anda. Melebur dengan masyarakat sekitar dan merasakan keramahan khas Dieng niscaya akan membuat Anda selalu kangen untuk kembali. []

1 comment: