Pages

10/31/11

Strawberry Sundae


Teks dan foto: Giri Prasetyo

Strawberry Sundae, atau dalam bahasa lokal disebut Nisa Purung adalah gugusan karang di perairan Labuan Bajo. Nisa sendiri berarti pulau, purung adalah terbakar, barangkali ini toponimi ini mewakili pandangan masyarakat tentang pulau karang yang berwarna merah muda ini. Sedangkan nama Strawberry Sundae sendiri adalah sebutan para wisatawan untuk menggambarkan warnanya yang mirip es krim stroberi yang manis.  

Akses yang sulit membuat pulau kecil ini tidak banyak dikunjungi wisatawan, karena tempatnya yang nylempit juga membuat bentukan alam yang unik ini luput dari peta wisata. "Saya saja baru kali ini ke Nisa Purung, sebelumnya tidak pernah!" kata Mikael Nongko, seorang tour guide yang sering mengantarkan wisatawan menuju Taman Nasional Komodo.

Saya tidak paham apa yang menyebabkan Nisa Purung 'terbakar', namun yang pasti, bentukan pola di atas permukaan karang mengindikasikan sebuah proses kimiawi yang panjang. Seperti proses oksidasi pada permukaan besi sehingga berubah warna menjadi coklat atau jingga. Warna jambon yang menyelimuti Nisa Purung lebih pekat ketimbang Pantai Pink Beach di sudut Pulau Komodo yang menjadi destinasi legendaris itu. 

Saya mendekat dengan sekoci bermesin tunggal, lantas trekking ringan untuk menuju Nisa Purung. []




Hifatlobrain on Suara Merdeka

Click to enlarge

Beberapa waktu lalu Hifatlobrain mendapat draft wawancara via email dengan mbak Irma Mutiara Manggia, seorang jurnalis di harian Suara Merdeka, Semarang. Wanita penggemar konser dan kopi ini memang teman dari mas Lukman Simbah, salah satu staff Hifatlobrain. 

Akhirnya inilah dia hasil wawancara maya itu, sebuah artikel berjudul "Gairah Blog Traveling" yang dimuat di hari Minggu tanggal 23 Oktober 2011 yang lalu. Artikel ini juga menulis tentang The Naked Traveler dan PaperBacker, sebuah travel blog yang dikelola oleh tiga orang. Artikel ini cukup berimbang dan menyenangkan, kami dari Hifatlobrain harus berterimakasih pada mbak jurnalis dengan akun twitter @TiaChasmani ini. 

Nuwun

10/21/11

Putri's Journey

Photo by Rina Fariana

Yep salah satu redaksi Hifatlobrain, Dwi Putri Ratnasari, mulai pagi ini memulai perjalananya menuju Kalimantan Barat dalam program ACI Detik.com. Selama 20 hari, wanita berpipi super ini akan menjelajah Pegunungan Muller, beberapa taman nasional, dan perkampungan Suku Dayak. Woho perjalanan yang seru sepertinya.Maka silahkan ikuti perjalanannya via akun Twitternya di @dwiputrirats atau saksikan berbagai traveloguenya di kelompok ACI Kalimantan 2. Jangan lupa untuk support Putri ya!

10/16/11

Downtown and City


Kapan terakhir kali Anda hunting? Jika Anda lupa kapan terakhir Anda hunting, jangan takut, saya termasuk di dalamnya. Gejala itu semakin kentara saja, teman saya banyak yang punya kamera, tapi lebih banyak nganggurnya. Bahkan tidak jarang nganggur hingga berbulan-bulan. Saya jadi kasihan sama si kamera.

Apalagi kemarin saya lihat film dokumenter "New York", tentang seorang street photographer gaek bernama Bill Cunningham yang selalu hunting setiap hari selama lebih dari empat puluh tahun lamanya. Bill ini memang fotografer jempolan, ia tukang foto paling tua di The New York Times. Tapi memang semangat itu tidak pernah terkait umur. Meski sudah payah, tapi dia masih cekatan memotret. 

Saya jadi iri sama Bill. Maka dari itu saya hunting. Inilah dua foto yang saya dapatkan hari ini. Foto yang atas diambil di daerah Benowo, bagian pinggiran kota Surabaya, sedangkan yang bawah adalah mal baru bernama Grand City yang sangat besar di tengah kota. 

10/13/11

Ekspedisi Cincin Api Kompas: Toba


Danau Toba terlihat dari menara pandang Tele di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat (22/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu. (KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT)

Saya termasuk orang yang selalu antusias mengikuti berbagai ekspedisi yang dilakukan Kompas. Laporan ekspedisi yang ditulis dengan bahasa jurnalistik membuat saya -sebagai orang awam- bisa ikut menikmati perjalanan yang dilakukan oleh para wartawan Kompas. Hampir semua buku ekspedisinya saya punya. 

Nah, di Ekspedisi Cincin Api yang diadakan Kompas kali ini juga menggunakan media baru yang saya pikir cukup inovatif; Google Maps. Dengan fasilitas geo-tagging yang dimiliki oleh Google, membuat para anggota ekspedisi dengan mudah membagi tulisan dan foto dalam bentuk peta digital, sehingga kita sebagai pembaca bisa membayangkan kondisi geografisnya juga. 

Maka silahkan nikmati laporan dari Ekspedisi Cincin Api ini dengan media yang lebih interaktif. 


Lihat Ekspedisi Cincin Api Kompas - Toba di peta yang lebih besar

Bali & Beyond Edisi Oktober 2011


Artikel Dwi Putri tentang honeymoon akhirnya masuk dalam majalah Bali & Beyond edisi bulan ini. Seingat saya, ini adalah assignment paling mewah sekaligus paling ngehe' yang dilakukan Putri. Tapi yaa begitulah Put, urip ki mung mampir ngombe, jadi jangan menggerutu bila menerima sebuah penugasan yang paling ngehe' sekalipun. Hahaha.

Getaway! Edisi Oktober 2011


Ketika bioskop-bioskop tua mulai roboh, menguap pula nuansa romantis sebuah kota. 

Saya menulis artikel ini setengah sentimentil. Pertama, karena Gedung Balai Pemuda terbakar, dimana dulunya gedung kuno itu adalah bioskop favorit saya. Kedua, kejadian itu mengingatkan saya pada film klasik besutan Giuseppe Tornatore yang berjudul "Nuovo Cinema Paradiso". Yasudah, akhirnya saya menulis tentang kisah bioskop-bioskop lama di Surabaya saja. Pada zamannya, Surabaya disebut surga biskop karena memiliki lebih dari 61 gedung khusus bioskop! Yah tapi itu masa lalu, lantas sekarang apa yang tersisa? Tidak ada. Digantikan oleh jaringan raksasa 21 Cineplex yang hadir di setiap mall.   

NB: Saya haturkan terimakasih pada Arman Dhani Bustomi dan Heru Putranto yang membantu saya dengan foto bioskop Kusuma di Jember. Thanks mate!

Getaway! Edisi September 2011


Anak-anak muda memberi makna pada ruang kota. 

Saya menulis sebuah artikel singkat untuk majalah Getaway! edisi September 2011 dengan angle taman-taman kota yang ada di Surabaya. Sebetulnya ini merupakan versi reportase dari tulisan saya di blog ini yang berjudul "The Surabaya Playground" beberapa minggu sebelumnya.Saya melihat semakin banyak ruang terbuka dan taman kota akan semakin baik, Surabaya sendiri punya lebih dari 50 taman yang tersebar di selurh penjuru kota. Tidak semua besar seperti Taman Ketabang atau Bungkul, tapi tetap punya kekuatan yang sama: agar kita selalu ingat dan menyisihkan waktu untuk bermain.

10/5/11

UWRF 2011

photo courtesy by @angsar

Lukman Simbah, seorang staff Hifatlobrain berambut gondrong, sedang berbagi pandangan tentang penulisan perjalanan di Journalism and Creative Writing Workshop, salah satu sub acara di Ubud Writers and Readers Festival

"Tadi pengisi materinya sedikit boring... Banyak anak-anak (peserta workshop) yang jadi males dan tidak antusias. Untung si Ibu Marie, yang kebetulan seorang jurnalis juga, mengarahkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat peserta menjadi bersemangat lagi. Workshopnya dua jam, aku sharing ketika 30 menit terakhir," kata Lukman.

Pria penganut paham "Twitter is the closest thing I have to a religion" ini memang sudah beberapa kali menjadi volunteer di UWRF. Dari acara seperti ini dia banyak belajar dari para penulis dan kutubuku lain dari banyak negara. Wawasannya pun bertambah luas, meski ia tahu bertambahnya pengetahuan tak bakal menambah kadar kegantengannya.

Secara berkala juga ia mengupdate statusnya di linimassa. "I'll do my best for today. I'm at the session what Hifatlobrain really want," begitu statusnya pagi ini. Ternyata ia sedang berada di lokasi seminar Rob Lillwal, petualang cadas penulis buku Cycling Home From Siberia itu. 

Penasaran dengan apa yang didapatkan Lukman di UWRF? Silahkan ikuti blog ini terus, dan semoga Lukman tidak alfa untuk berbagi pengalaman dan inspirasi.

PS: 
Mbak @angsar, terimakasih atas fotonya :)

10/4/11

Geo Tourism dan Geo Travel


Geo Tourism dan Geo Travel

Pembicara: 
Bayu DM Kusuma (Editor National Geographic Indonesia)
Moderator: 
Purwo Subagyo (Digital Strategist National Geographic Indonesia)


Sabtu, 8-10-2011
Lokasi: Pameran Deep & Extreme Surabaya 2011
Convention Hall, Gramedia Expo 

Jl. Basuki Rahmat No. 93-105 Surabaya
Waktu: Pukul. 15.00-selesai (pendaftaran 30 menit sebelumnya)


Benefit: Goodie bag, kuis dan doorprize 
(Merchandise National Geographic Indonesia)
(tidak termasuk tiket masuk pameran)

Pendaftaran: email ke vitra@nationalgeographic.co.id 
(tempat terbatas)

Salam
National Geographic Indonesia
Follow @NGIndonesia


Editor National geographic Indonesia, Bayu DM sedang menjelaskan konsep 
Geoturisme yang akan menjadi isu utama NG Traveler pada tahun 2012. 

Berfoto dengan digital strategist paling heytz di Indonesia, Purwo Subagiyo :p

Leave The Trail

Foto dokumentasi oleh FresH Surabaya

Acara FresH Surabaya dengan tema "Go Traveling" kemarin berlangsung sangat menarik. Pengunjung yang datang pun tidak sedikit, sekitar 50 orang dari rentang umur yang beragam. Selain saya, ada dua pembicara lain yang juga memberikan materi, mereka adalah Mas Andy Kristiono, seorang dosen penggemar traveling yang mengasuh situs LiburanMurah.info dan Mbak Paulina Mayasari, atau saya biasanya memanggilnya Cece Maya, seorang penggiat reservasi kawasan pecinan Surabaya. 

Tentu saja ini semcam acara reuni atau gathering para traveler. Saya bisa merasakan aura yang muncul di halaman belakang c2o Library malam itu. Kami semua memang hobi traveling dan berkumpul untuk membahas traveling. Perjumpaan masal seperti ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.

Presentasi pertama dari Mas Andy tentang tips bagaimana berkeliling Asia Tenggara dengan bujet seminimal mungkin. Mas Andy, dengan gayanya yang cool mengetengahkan berbagai rancangan rute perjalanan keliling negara-negara Asia Tenggara. Bedanya ini tidak sekedar itinerary saja, Mas Andy juga merinci aspek taktis untuk membuat murah sebuah perjalanan. Hati siapa yang tak rontok mendengar penjelasannya? 

Melalui presentasi mas Andy, saya baru paham bahwa jarak antar negara tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Dulu sewaktu zaman kapal api, jarak yang terpisah laut terasa begitu jauh. Saat ini, dimana budget airlines merajalela, ke luar negeri itu seperti numpang mandi saja. 

Lantas bagaimana cara mendapatkan tiket dan penawaran hotel yang murah? Mas Andy membagikan beberapa triknya, mulai dari metode early bird booking hingga menggunakan situs pemesanan online yang begitu memudahkan para pejalan. Dengan rendah hati ia juga siap untuk menjadi tempat bertanya siapa saja yang ingin menjelajahi Asia Tenggara.

Jika mas Andy begitu getol bercerita tentang budget traveling, maka Cece Maya memberikan ceramah tentang latar belakang dirinya membentuk komunitas "Jejak Petjinan". Sebagai seorang lulusan mahasiswi DKV Universitas Trisakti, Maya adalah saksi bagaimana ketika riot melanda Jakarta di tahun 1998. Sentimen antar etnis pun menguar. Dari situlah ia berpikir membentuk Jejak Petjinan,"Agar masyarakat paham, bahwa kami, keturunan Tionghoa ini juga pribumi. Kita sudah hidup berdampingan selama ratusan tahun..." kata Maya. 

Secara panjang lebar Maya juga membeberkan acara-acara yang sudah digelar oleh Komunitas Jejak Petjinan. Mulai dari mengunjungi tempat pembuatan misua, rumah abu Han, hingga pembuatan peti mati Cina. "Tapi usaha untuk bikin acara seperti ini nggak mudah, Yos" kata Maya yang rela melepas pekerjaanya sebagai desainer grafis di Jakarta dan memilih freelance untuk menghidupi komunitas yang telah dibangunnya. 

Saya sendiri yang mendapat kesempatan berbicara paling buncit, lebih mengetengahkan pentingnya pendokumentasian sebuah perjalanan. Usaha merekam jejak petualangan kita sendiri ini bisa dilakukan dengan banyak media, baik itu menulis, foto, video, menggambar, atau dengan apa saja. Karena bisa jadi dokumentasi perjalanan seperti ini bakal menginspirasi orang lain. Atau menjadi remah sejarah yang patut diingat di masa depan. 

Saya share materi presentasi saya yang berjudul "Leave The Trail, Spread The Inspiration" dah silahkan diunduh bila perlu!

Leave The Trail Spread The Inspiration - FresH 2011