Pages

10/4/11

Leave The Trail

Foto dokumentasi oleh FresH Surabaya

Acara FresH Surabaya dengan tema "Go Traveling" kemarin berlangsung sangat menarik. Pengunjung yang datang pun tidak sedikit, sekitar 50 orang dari rentang umur yang beragam. Selain saya, ada dua pembicara lain yang juga memberikan materi, mereka adalah Mas Andy Kristiono, seorang dosen penggemar traveling yang mengasuh situs LiburanMurah.info dan Mbak Paulina Mayasari, atau saya biasanya memanggilnya Cece Maya, seorang penggiat reservasi kawasan pecinan Surabaya. 

Tentu saja ini semcam acara reuni atau gathering para traveler. Saya bisa merasakan aura yang muncul di halaman belakang c2o Library malam itu. Kami semua memang hobi traveling dan berkumpul untuk membahas traveling. Perjumpaan masal seperti ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.

Presentasi pertama dari Mas Andy tentang tips bagaimana berkeliling Asia Tenggara dengan bujet seminimal mungkin. Mas Andy, dengan gayanya yang cool mengetengahkan berbagai rancangan rute perjalanan keliling negara-negara Asia Tenggara. Bedanya ini tidak sekedar itinerary saja, Mas Andy juga merinci aspek taktis untuk membuat murah sebuah perjalanan. Hati siapa yang tak rontok mendengar penjelasannya? 

Melalui presentasi mas Andy, saya baru paham bahwa jarak antar negara tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Dulu sewaktu zaman kapal api, jarak yang terpisah laut terasa begitu jauh. Saat ini, dimana budget airlines merajalela, ke luar negeri itu seperti numpang mandi saja. 

Lantas bagaimana cara mendapatkan tiket dan penawaran hotel yang murah? Mas Andy membagikan beberapa triknya, mulai dari metode early bird booking hingga menggunakan situs pemesanan online yang begitu memudahkan para pejalan. Dengan rendah hati ia juga siap untuk menjadi tempat bertanya siapa saja yang ingin menjelajahi Asia Tenggara.

Jika mas Andy begitu getol bercerita tentang budget traveling, maka Cece Maya memberikan ceramah tentang latar belakang dirinya membentuk komunitas "Jejak Petjinan". Sebagai seorang lulusan mahasiswi DKV Universitas Trisakti, Maya adalah saksi bagaimana ketika riot melanda Jakarta di tahun 1998. Sentimen antar etnis pun menguar. Dari situlah ia berpikir membentuk Jejak Petjinan,"Agar masyarakat paham, bahwa kami, keturunan Tionghoa ini juga pribumi. Kita sudah hidup berdampingan selama ratusan tahun..." kata Maya. 

Secara panjang lebar Maya juga membeberkan acara-acara yang sudah digelar oleh Komunitas Jejak Petjinan. Mulai dari mengunjungi tempat pembuatan misua, rumah abu Han, hingga pembuatan peti mati Cina. "Tapi usaha untuk bikin acara seperti ini nggak mudah, Yos" kata Maya yang rela melepas pekerjaanya sebagai desainer grafis di Jakarta dan memilih freelance untuk menghidupi komunitas yang telah dibangunnya. 

Saya sendiri yang mendapat kesempatan berbicara paling buncit, lebih mengetengahkan pentingnya pendokumentasian sebuah perjalanan. Usaha merekam jejak petualangan kita sendiri ini bisa dilakukan dengan banyak media, baik itu menulis, foto, video, menggambar, atau dengan apa saja. Karena bisa jadi dokumentasi perjalanan seperti ini bakal menginspirasi orang lain. Atau menjadi remah sejarah yang patut diingat di masa depan. 

Saya share materi presentasi saya yang berjudul "Leave The Trail, Spread The Inspiration" dah silahkan diunduh bila perlu!

Leave The Trail Spread The Inspiration - FresH 2011

No comments: