Pages

12/14/11

Wae Rebo: a Journey


Rendy Hendrawan bersama Arya Wishnu Wardhana akan membagi pengalaman architectural journey mereka ke pedalaman Flores Barat, yaitu desa Wae Rebo. Selama berhari-hari mereka berdua mengikuti upacara pembangunan rumah-rumah adat yang berbentuk seperti tumpeng raksasa. "Aku menyebut Wae Rebo seperti the hidden heaven village, mas!" kata Rendi,"Tengah hari kabut sudah tebal, datang bergulung-gulung dari balik perbukitan. Sedangkan saat malam langit dipenuhi debu bima sakti..."

Rumah Niang, rumah khas Wae Rebo, nyaris saja punah. Dari tujuh buah awalnya, pada tahun 2009 hanya tersisa empat buah saja. Itu pun dalam keadaan yang rusak berat. Pada akhirnya Yori Antar, seorang arsitek senior, melakukan sebuah proyek merancang dan membangun kembali rumah-rumah Niang. Menggenapinya kembali menjadi tujuh buah.

Bersama tim Yori Antar, akhirnya Rendy dan Arya mengunjungi Wae Rebo dalam sebuah ziarah arsitektural. mereka melebur dan menyelami kehidupan masyarakat lokal sembari mempelajari khazanah arsitektur setempat.

Bagaimana kisah dua calon arsitek muda ini dalam perjalanannya? Silahkan datang pada acara pemutaran film "Mohe Wae Rebo" di c2o Library, 16 Desember 2011.

Photo courtesy by Rendy Hendrawan

More screening info: http://ow.ly/7ZcWw

No comments: