Pages

2/15/12

Satu Trip Banyak Tulisan

Saya akan berbagi trik menulis artikel di majalah dengan metode "satu trip banyak tulisan". Jadi, dari sekali jalan kita bisa nulis berbagai macam artikel. Bukan tipu, bukan muslihat. Seperti dukun yang bisa menggandakan duit, travel writer juga berpotensi untuk 'menggandakan' tulisannya.

Pada dasarnya ada dua cara untuk melakukan praktik poligami ini, pertama, mencari info sebanyak-banyaknya dari daerah yang kita tuju. Pastikan sebelum melakukan trip, Anda wajib mempelajari daerah tujuan habis-habisan. Keunikan budaya, ragam kuliner, keindahan lanskap, atau atraksi turistik patut diriset sebelum pergi.

Contohnya jika Anda ingin pergi ke Garut, maka dodol, cokodot, Cipanas, Papandayan, dan sate domba musti masuk dalam pemetaan trip yang Anda bikin. Nantinya berbagai kata kunci ini bisa dikembangkan kira-kira dalam empat artikel: Cipanas, kuliner, lanskap, atau Garut secara general (contoh: 5 Alasan Berlibur ke Garut). Jadi sekali trip, Anda bisa menulis banyak artikel.

Kuncinya ya itu tadi, cari info sebanyak-banyaknya di lokasi, perkuat eksplorasi. Selain banyak data yang didapat, semakin banyak ide yang bisa ditulis.

 Lawatan saya ke Surabaya menghasilkan dua tulisan yang berbeda

Cara kedua adalah rewrite, menulis ulang artikel dengan sudut pandang dan gaya bahasa yang berbeda. Beberapa media memperbolehkan penulis untuk melakukan rewrite, asalkan sudut pandangnya berbeda.

Lantas, bagaimana cara melakukan rewrite? Saran saya, tentukan dulu media mana saja artikel ini dibuat. Masing-masing media memiliki ciri reportase sendiri, pelajari gayanya. Lalu tuliskan kisah dari sudut yang berbeda dan gaya bahasa yang sesuai dengan media yang akan dituju.

Melakukan rewrite itu merupakan senjata ampuh untuk melipatgandakan honor. Tapi ingat tulisan harus berbeda!

Kenapa harus berbeda? Karena setiap media berhak mendapatkan liputan yang eksklusif dari reporter atau kontributornya. Jadi kalau ditanya editor,"Ini sudah pernah terbit sebelumnya?" jawab saja jujur,"Sudah, tapi ini rewrite, ceritanya berubah." Jelaskan detailnya juga. 


Beberapa artikel tentang Pasar Terapung Banjarmasin di Garuda Inflight Magazine (Berbelanja di Atas Sungai), Majalah JalanJalan (River of Life), dan Majalah Warisan Indonesia (Down to the River)

Perhatikan juga masalah penggunaan foto. Untuk artikel rewrite, usahakan 50% foto yang digunakan berbeda dari artikel sebelumnya. Tapi ini kembali pada kebijakan masing-masing media.

Terakhir: menurut saya paling enak jika tripnya overland. Lebih lama dan bisa dapat berbagai macam cerita!

______________________________________________
Kontributor










Yudasmoro adalah freelance travel writer, hidup bahagia di Jakarta. Pecinta Smash, pemuja Morgan. Cita-cita besarnya: ingin membuat sebuah resto sop kikil. Sapa pria ini di @wordstraveler.  
______________________________________________

2 comments:

Fahmi said...

nice tips, tapi kita bisa langsung kirim saja ke media gt?

jeri kusumaa said...

ini menarik...
tapi krn saya sekedar pelaku traveling biasa, bukan travel writer.
ya tipsnya soal riset dulu dsb cukup menarik sebagai masukan untuk dapat mengeksplor dengan banyak cara dalam traveling ke sebuah destinasi.