Pages

3/10/12

5 Tips Travel Writer ala Gol A Gong


Teks: Sri Anindiati Nursastri
Foto: Adie Riyanto

Menjadi seorang penulis perjalanan bukanlah hal yang sulit. Anda hanya perlu mempersiapkan beberapa hal, termasuk mempraktekkan 5 langkah dari pengarang buku Te-We (Travel Writer), Gol A Gong.

Ada banyak keuntungan ketika Anda menjadi seorang travel writer. Terutama karena hampir setiap orang di muka bumi ini suka melakukan traveling, jalan-jalan sambil belajar hal-hal baru. Tapi, selama ini traveling identik dengan ajang 'menghabiskan uang', walaupun dengan cara yang positif.

Asal Anda tahu saja, menurut Gol A Gong, justru traveling adalah 'cara positif menghasilkan uang'.

Bagaimana caranya? Tentu saja dengan menjadi seorang travel writer. Hal ini diungkapkan Gol A Gong saat peluncuran buku Te-We (Travel Writer) di Ruang Cempaka I, Istora Senayan, Sabtu (3/3/2012) kemarin.

Saat ditemui seusai acara peluncuran buku, Gol A Gong berbagi beberapa tips bagi para travel writer pemula. Berikut 5 langkah menjadi travel writer ala Gol A Gong:

1. Riset pustaka
Sebelum pergi ke sebuah kota, Anda harus mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang kota itu. Selain berselancar di dunia maya, Anda juga bisa melakukan riset dengan membaca koran, mendengarkan radio, menonton televisi, dan tentu saja membaca buku. Hal ini sangat penting agar Anda tahu kondisi dan apa saja yang harus disiapkan ketika traveling.

2. Bergabung dengan komunitas
Cobalah bergabung dengan komunitas-komunitas backpacker dan traveler. Selain agar tak ketinggalan informasi, berbagai destinasi yang disarankan oleh anggotanya bisa saja jadi tujuan Anda selanjutnya. Lewat berbagai komunitas ini, Anda juga bisa mendapat teman bahkan host ketika sedang berada di sebuah kota atau negara.

3. Cek kesehatan sebelum berangkat
Kesehatan adalah hal yang krusial. Jangan abaikan kesehatan Anda karena itu akan berdampak buruk pada kegiatan traveling. Otomatis, menulis perjalanan juga jadi tidak maksimal. Pastikan tubuh Anda sehat dan fit saat memulai dan selama perjalanan.

4. Menulis perjalanan
Ini dia esensi dari seorang travel writer. Menulis cerita perjalanan bisa dengan bahasa apa saja, tergantung keinginan. Mudahnya akses informasi di zaman sekarang memungkinkan Anda menulis saat traveling. Dengan kata lain, tak perlu menunggu perjalanan selesai untuk bisa berbagi cerita lewat tulisan!

5. Membuat blog perjalanan
Blog adalah media paling praktis agar seluruh dunia bisa membaca cerita perjalanan Anda. Banyak traveler langsung meng-update blog mereka saat itu juga, ketika mereka tengah traveling di suatu tempat. Jika Anda sudah cukup merasa percaya diri dengan isi blog Anda, coba saja kirimkan naskahnya ke beberapa penerbit. Anda bisa membuat buku berdasarkan pengalaman traveling sendiri, seperti yang dilakukan oleh banyak travel writer sejak bertahun silam.

PS:
Disadur dan diubah seperlunya dari artikel Sri Anindiati Nursastri di DetikTravel. Dan makasih mas Adie Riyanto untuk fotonya :)

1 comment:

winda savitri said...

Gol A Gong menambahkan, “Saya juga berencana untuk melakukan perjalanan secara backpacking bersama istri ke Singapura, dan kemudian lanjut ke Kuala Lumpur, Bangkok, New Delhi, Muscat, Dubai, dan Mekkah. Perjalanan ini akan berakhir di Doha, Qatar. Saya menyebut perjalanan ini sebagai ‘Honeymoon ala Backpacker’. Jika tak ada halangan, saya akan berangkat bulan Maret ini dan pulang bulan Mei mendatang.”

COOL :]