Pages

7/22/12

The Imperial Way


Pakdhe Theroux and pakdhe McCurry never fails me! Dua orang ini merupakan yang terbaik di bidangnya. Paul Theroux adalah begawan di bidang penulisan perjalanan. Karyanya sungguh banyak. Meliputi berbagai macam model perjalanan, dan beberapa di antaranya sudah menjadi karya klasik. Sebut saja The Great Railway Bazaar yang melegenda, tentang jurnal naratif perjalanan melintas benua dengan kereta api. 

Sedangkan Steve McCurry adalah fotojurnalis kenamaan. Potretnya tentang anak perempuan pengungsi Afghanistan sudah sangat masyhur, bahkan menjadi kover terbaik National Geographic sepanjang masa. Hasil bidikan McCurry yang lain juga tak kalah dahsyat dalam balutan humanisme yang kental.

Baik Theroux dan McCurry, adalah dua inspirasi saya sejak lama. Karya mereka begitu saya kagumi. Adalah impian saya untuk bisa menulis seciamik Paul Theroux dan memotret semaknyus Steve McCurry.  Ahay!

Nah, pertanyaannya; bagaimana jika dua orang super ini berkolaborasi? 

Hasilnya sudah dapat ditebak, it's kinda masterpiece! Dan itulah yang ditawarkan buku The Imperial Way: By Rail from Peshawar to Chittagong. Perpaduan apik dua jenius yang memadukan antara keindahan prosa dengan manisnya visual. Buku ini merupakan sari perjalanan yang dilakukan Theroux dan McCurry menggunakan sebelas rute kereta api dari Pakistan baratlaut, melintasi India bagian utara, hingga ujung tenggara Bangladesh. Plus rute tambahan dari Shimla ke Darjeeling. 

Theroux sendiri tidak menulis banyak. Hanya beberapa belas halaman di depan. Ia membagi tulisannya pada sebelas rute yang dilalui. Masing-masing memiliki karakternya sendiri. Dan di situlah kecanggihan Theroux yang mampu menyerap setiap ciri khas kota dalam takaran yang tepat. "When something human is recorded, good travel writing happens," kata Theroux. Maka ia menulis tentang para pengguna kereta dan segala tingkah polahnya. 

Sedangkan sisanya, 82 kekayaan visual disuguhkan oleh McCurry. Menjadi terjemah otentik atas memori yang ditulis oleh Theroux. Beberapa foto di dalamnya bahkan sudah menjadi "permanent visual-heritage" bagi saya pribadi. 


Jauh sebelum menemukan buku ini, saya juga mengoleksi National Geographic edisi Juni tahun 1984 yang menyuguhkan artikel berjudul "India By Rail", sebuah versi pendek dari buku The Imperial Way. Tampak dalam foto di atas saya perbandingkan dua foto yang sama, satu dari kover National Geographic, sedangkan yang lain ada di dalam buku. Tampaknya ada perbedaan kualitas foto yang cukup menarik. Foto untuk kover National Geographic memiliki saturasi warna yang lebih cerah. Apakah majalah Natgeo melakukan proses tusir pada foto ini?

Selain melengkapi koleksi saya atas karya Theroux dan McCurry, buku ini juga melejitkan imajinasi atas petualangan yang serupa. Mungkin ada baiknya jika ada penulis perjalanan papan atas Indonesia yang melakoni perjalanan ditemani fotografer perjalanan yang juga memiliki level yang sama. Apa yang mereka akan tulis tentang Indonesia? 

Setidaknya pada akhir tahun 80'an, penulis perjalanan Lawrence Blair (yang kita kenal dengan karya buku dan seri film dokumenter Ring Of Fire: The Indonesian Odyssey) mengajak Rio Helmi muda untuk menjelajahi rimba Kalimantan dan menghasilkan buku berjudul River of Gems. Saat ini, Helmi sendiri sudah menjadi nama besar dalam dunia etno-fotografi Indonesia. Sedangkan Blair beberapa saat lalu menerbitkan kembali buku Ring of Fire versi reprinted melalui sebuah publisher Singapura. Suatu saat bila sudah khatam membaca River of Gems, akan saya ulas juga dalam blog ini. 

Di kover belakang buku The Imperial Way, ada foto duo combo saat beliau-beliau ini masih muda. Theroux dengan kaos polo kasual dan tas pinggang (yang mungkin berisi notes) sedangkan McCurry membawa courier bag kanvas berisi peralatan fotografi dan berpuluh-puluh rol Kodachrome kesayangannya. Saya jadi membayangkan, bagaimana dua orang ini melakukan perjalanan bersama dengan ego masing-masing? Apakah mereka pernah ngambek selama perjalanan? Apakah mereka berdebat panjang tentang sudut penulisan? Apa yang mereka obrolkan di suatu sore saat melintas Darjeeling dan menyesap tehnya yang terkenal itu?[]

Foto terlampir adalah milik Steve McCurry yang juga terdapat dalam buku The Imperial Way. Diambil dari blognya dalam kisah foto berjudul "Riding the Indian Railways".

3 comments:

bayu said...

mas yos juga sudah bikin foto2 monumental di flyer magz Garuda loh....salut

Dina DuaRansel said...

Foto-fotonya dahsyat sekali!!

Ayos Purwoaji said...

@ Mbak Dina: Si McCurry emang juara mbak! Hehehe