Pages

8/2/12

Adzan yang Jejalan


Disclaimer: Mohon maaf, ngapunten, dalam postingan ini sama sekali tidak ada maksud SARA apalagi Azhari.

Bulan Ramadhan, Hifatlobrain sepi postingan. Para punggawa kami sibuk mempersiapkan kuis sahur yang selalu diikuti jutaan akun twitter Lobrainers sekalian. Membuat kami kewalahan. Maka setelah imsyak biasanya Hifatlobrain mati suri, hidup kembali sore menjelang buka. Ngiahaha.

Selama Ramadhan kita tentu menemui hal-hal yang stereotipikal. Para artis mengeluarkan album religi, politisi menggelar pengajian, masjid-majid penuh dengan para mahasiswa pemburu takjil, dan berat badan Lobrainers makin mengkhawatirkan. Perut tidak bertambah susut.

Nah, tapi Ramadhan kali ini, perhatian kami malah tertuju pada video adzan subuh yang seringkali kita lewatkan. Nyatanya, akhir-akhir ini cukup banyak adzan subuh yang bertema jalan-jalan. Sungguh menggembirakan. Dan tak ada salahnya bagi blog ini untuk mengarsipkan keberadaan video adzan subuh yang ciamik. 

Menurut penerawangan kami hingga detik ini, desain adzan subuh itu berbeda dengan adzan maghrib. Adzan subuh biasanya memiliki tema yang lebih beragam. Panggilan shalat di pagi hari terasa lebih segar dan optimistis. Ada semangat yang coba ditularkan pada pemirsa yang terkantuk-kantuk. Semacam pesan yang jelas agar menjalani hari dengan semangat dan kerja keras. Carpe diem! Ihik. 

Sedangkan adzan maghrib -yang lebih banyak ditonton masyarakat- justru memunculkan rangkaian footage yang itu-itu saja; kemacetan jam pulang kantor, langit senja, matahari terbenam, orang berwudhu, arsitektur masjid atau hal-hal semacam itu lah. Bahkan, ada juga adzan maghrib di televisi lokal Jawa Timur yang malah dimanfaatkan sebagai media branding sebuah merek motor. Panggilan Tuhan hari ini tampaknya menjadi multipurpose dan multitasking

Sebetulnya, fenomena adzan subuh yang menggunakan kisah perjalanan sudah kami perhatikan sejak tahun lalu. Saat itu, ada adzan subuh yang berkisah tentang sepasang muda mudi (suami istri?) yang melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani. Mereka berdua sempat mampir ke Desa Sade, kampung adat Sasak yang menjadi jujugan para turis yang ingin mengenal kehidupan masyarakat lokal. Seingat saya, pada saat fragmen mendaki mereka menemui berbagai hambatan. Tubuh si mbak lekas lunglai. Tapi berbekal tekad, akhirnya mereka bisa sholat berjamaah di Puncak Rinjani. 

Sayang sekali, video adzan Subuh versi Rinjani yang ditayangkan pada Ramadhan tahun 2011 itu tidak berhasil saya temukan arsipnya di belantara internet. Padahal pengambilan gambarnya cukup nyus dan sedikit banyak memberikan gambaran wisata di Lombok. 

Adzan subuh versi Ketika Cinta Bertasbih di RCTI 
tahun 2009 yang sedikit berbau perjalanan :p

Maka, setelah melakukan pencarian yang intensif di belantara Youtube dan Vimeo, akhirnya kami menemukan dua adzan subuh yang bertema jejalan untuk dibagikan pada Lobrainers sekalian.

...

 
 

Pertama, adalah adzan yang ditayangkan SCTV pada tahun 2011. Saya memberi nama; Adzan Subuh versi Arsitek Muda.

Nah kisahnya, ada seorang pengelana yang ingin menuju sebuah tempat tapi tak punya fulus. Akhirnya, dengan sedikit usaha hitchhiking, menumpanglah ia pada trailer SCTV yang kebetulan sedang lewat. Pengemudinya berbadan tegap, berambut ikal, sedikit gondrong, tapi baik hati. Sesampainya di tempat tujuan, pengemudi menurunkan si pengelana. Tapi apa lacur, sebuah barang miliknya tertinggal di dalam trailer.

Beruntung si sopir adalah pria yang memiliki sifat amanah, dapat dipercaya. Trailer diputar balik, ia berkorban menyusuri kota dan kampung untuk mengembalikan tabung plastik berisi rancangan arsitektur masjid milik si pemuda.

Akhir hikayat, kedua orang ini akhirnya dipertemukan lagi oleh Tuhan. Video adzan versi Arsitek Muda ini mewakili keyakinan saya dan Nuran akan kredo: God save the traveler! Tuhan yang menyuruh kita berkelana, dan Dia juga yang akan menjadi pelindungnya. 

Nuansa Jogja begitu kuat dalam video ini. Signature seperti jemuran kain batik, Candi Prambanan, tembok Kotagede, Stasiun Lempuyangan, dan plang Malioboro tentu saja merujuk pada kota gudeg. Nuansa lokal yang ditampilkan membuat saya kesengsem. Apalagi teknik pewarnaan video (color grading) yang agak oldies memberikan nuansa cinematik yang cukup. Tidak lazimnya video adzan yang selama ini mengudara.

Dan, adegan video pun diakhiri dengan melakukan sholat bersama menghadap pantai selatan.


...

Nah ini yang paling gres. Sebuah adzan subuh dengan latar belakang Raja Ampat yang ditayangkan oleh KompasTV pada Ramadhan 2012.

Maka percayalah kawan, bahwa epic adzan is truly epic! Berkisah tentang seorang musafir (atau muadzin; pelantun adzan) yang berkeliling kepulauan Raja Ampat. Dimulai dari sebuah jetty di Pulau Mansuar, mampir ke Kampung Manyaifun, mendaki Wayag, adzan di atasnya, dan sholat di atas pasir putih Pulau Batanta. Adegan diakhiri dengan kumandang tahlil di atas Pasir Timbul Pulau Mansuar. Sayangnya tidak dijelaskan mengapa pria berbaju koko dan berwajah Jawa ini harus berkeliling Raja Ampat. Jadi silahkan pemirsa menerka sendiri.   


Video yang mengudara pada bulan Ramadhan 2012 ini memang memiliki visual yang menggoda. Sebuah ciri wanci yang melekat kuat pada KompasTV. Banyak footage yang diambil dengan menggunakan lensa lebar, sudut-sudutnya pun diperhitungkan secara fotografis. Apalagi saat adegan adzan di atas bukit karang di Wayag dengan semburat pelangi muncul di langit. Wah juara! Bahkan ada beberapa footage yang diambil dengan tenik helishoot, dari atas. Membingkai keindahan Raja Ampat dengan sempurna.

Konsep adzan versi Raja Ampat ini sungguh mengena, cocok sekali bila dibandingkan dengan ayat para traveler: "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan" (QS. 67:15)


...

Kesimpulannya, adzan subuh yang menggunakan konsep perjalanan merupakan sebuah daya kreatifitas yang segar. Namun, sayangnya, tidak banyak dari kita yang menonton adzan subuh. []

11 comments:

lembaranpung said...

Artikel yang menarik, Yos.
Tetep lagi-lagi tulisan yang bagus dari HFLB.

Fahmi said...

saya ndak punya tv, beneran :D mo nonton gimana :P, *selalu seneng baca artikel dari hifatlobrain :D

Ayos Purwoaji said...

@ Mas Ipung: Ah mas, yang juara itu tetap kopi nasgitel-mu...

@ Fahmi: Nah itu sudah bisa ditonton di Youtube mas :)

Tekno Bolang said...

Nganu mas Broh, Artikel nya oye, Keceh-keceh juga Adzan nya, Paporitku yang Adzan Subuh Kompas TV...oh ya ada adzan magrib yang pasangan naek Gunung itu punya siapa ya?

Ayos Purwoaji said...

@ Mas Tekno: Hmm aku agak lupa mas, kalo nggak Trans7 ya ANTV...

ikalakal said...

mungkin yg video adzan dengan latar sepasang suami istri itu yg di udarain di RCTI, saya nyari di youtube jg belum nemu :(

nice kompilasi video adzan, bung ayos :)

Islah said...

Keren dan mencerahkan, Ayos. Jarang orang mau ngamati video azan di tv-tv itu.

Ayos Purwoaji said...

@ Bung Ikal: Oh RCTI ya? Aku lupa jeh... Ya semoga ada yang ngaplot nanti :)

@ Mas Islah: Hehehe kangen mas...

Arreto DepootyComm said...

Jadi perhatian sama adzan subuh, walau nggak tiap hari bisa bangn pagi. Artikel ini sungguh beda. Salam.

fajjar_nuggraha said...

sumpah tulisan ne koyok arek pesantren..hahaha..mantappp

Nurul Hidayati said...

wah.. lebaran dah lewat saya baru tau ada adzan dg visualisasi yg keren bgt.. maklum jarang2 banget nonton tv pas abis sahur :)
trimsss :)