Pages

9/23/12

Bali Memories

 Foto oleh Dwi Putri Ratnasari

Boleh saja pelukis Walter Spies mengaku jatuh cinta dengan Bali. Di atas kanvas, Spies mengabadikan harmoni alam Bali dalam lukisan bergaya mooi indie. Begitu juga novelis Elizabeth Gilbert yang menangkap kemistri ajaib persingahannya di Ubud dalam Eat Pray Love. Pulau Dewata memang mudah memikat siapa saja. Termasuk kita-kita ini, petualang kapiran yang hidup di era Instagram dan Foursquare. Dengan dua aplikasi social media itu para pejalan memproklamirkan eksistensinya. Semacam konsep "i-was-here" dalam format yang lebih hari ini.

Saat berada di sebuah destinasi, maka check in di Foursquare dan mengunggah foto lewat Instagram menjadi pilihan karena sifatnya yang paling cepat dan aktual. Real time.

Di sisi lain, selembar foto konvensional masih jadi medium "i-was-here" yang nggak ada matinya. Foto bareng keluarga di Tanah Lot, bersama teman sekelas di muka Garuda Wisnu Kencana, atau seorang diri saat snorkeling di Tulamben adalah dokumentasi berharga puluhan tahun kemudian. Nah pendokumentasian perjalanan lewat foto inilah yang akan kami kaji. Foto dokumentasi di sebuah tempat wisata nggak perlu indah banget dan menunggu golden hour. Cahaya matahari yang cukup, mode shutter kamera pada "P", senyum lebar, dan jepret! Jadilah sebuah foto dokumentasi yang sederhana, namun mahal kenangannya.

Seringkali sebuah tempat dipilih menjadi latar belakang akibat sebuah alasan. Karena indah, terlihat aneh, ikut-ikutan atau semata-mata keinginan subyektif dari sang pelancong yang digerakkan oleh pemikiran bawah sadar. Alasan-alasan inilah yang menarik untuk diselami. Karena, berbagai alasan itulah yang lambat laun akan mengendap jadi kenangan. "Oh dulu saya berfoto di tempat ini karena..." dan cerita pun mengalir.

Kami mengundang Lobrainers sekalian untuk berpartisipasi dalam proyek sederhana kami untuk mengumpulkan foto dokumentasi perjalanan (bukan foto perjalanan / travel photography) tentang Bali. Boleh diambil tahun ini, atau dua puluh tahun yang lalu. Boleh foto keluarga, foto bareng pacar, boleh juga kok foto sendiri (ya kami memahami banyak Lobrainers yang jomblo ngenes...). Underwater atau up in the sky juga bebas. Yang pasti haruslah foto di sebuah destinasi di Bali.

Contoh foto dokumentasi yang akan kami terima. 
Foto oleh Lukman Simbah.

Silahkan kirim ke alamat hifatlobrain[at]gmail.com. Resolusinya yang sedang-sedang saja, pokoknya wajah dan bodi kelihatan jelas. Karena kalo berubah jadi pixel nanti kau dikira kriminil.

Kami tunggu pastisipasi kalian!

Salam,
Hifatlobrain

1 comment:

misstyzha said...

cool! *brb kirim foto*