Pages

4/14/13

Randomly Updates

Halo masbro dan mbaksis sekalian apa kabar di hari Minggu yang cerah ini? Stay cool, stay pekok ya! Okesip kami akan memberikan beberapa kabar acak yang datang dari balik desk redaksi Hifatlobrain.


Entah sadar atau khilaf, ternyata majalah JalanJalan sudi memuat profil Hifatlobrain pada edisi April 2013. Apalagi ditulis lengkap dengan gelar Travel Institute yang sejujurnya abal-abal, wuah opo ora hebat itu namanya! Artikel ini membuat harkat dan martabat kami sedikit terangkat. Lumayan lah diakui sebagai institut di majalah wisata yang kelasnya sungguh bonafide. Foto-fotonya pun menampilkan beberapa kegiatan saat kami memproduksi dokumenter pendek Gendang Beleq dan ketika melakukan love trip bersama kerabat Indohoy dan Explore Solo yang kami kasihi. Walaupun sebenarnya dalam artikel terdapat kerancuan karena Hifatlobrain disebut sebagai "komunitas", padahal format yang lebih tepat adalah "paguyuban". Paguyuban Lobrainers. Kece-kece gini kami ini cinta damai lho dab! Tapi ndak papa nevermind lah, tetap thank you spasiba mbak Sari Widiati yang sudah mau teleconference bersama kami! 


Beberapa waktu yang lalu, kira-kira di akhir bulan Maret, kami menerima kunjungan dari kawan-kawan Traveller Kaskus tercinta. Patut diketahui bahwa kedatangan mereka ke Surabaya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan amal jariyah dan ilmu kanuragan yang ditimba langsung dari padepokan Ki Lukman Simbah. Melalui tuntunan Sang Guru, anak-anak Traveller Kaskus juga sempat menghadiri acara Maiyahan, atau pengajiannya Cak Nun. Syukur alhamdulillah mereka akhirnya tobat juga. Kami sempat membahas tentang perkembangan tren perjalanan dan hubungannya dengan media sosial yang berkembang begitu pesat hari ini. Semoga dari kunjungan selama beberapa hari ini, ada inspirasi, konspirasi dan kolaborasi yang bisa digarap di masa yang akan datang. 


Video dokumenter singkat kami tentang kesenian Gendang Beleq ternyata kok ya dapat hoki di Malang Film Festival. Yeah! Sebetulnya video ini diproduksi pada pertengahan tahun 2012 dengan menggandeng Lombok Vacation sebagai partner. Saat itu kami membuat dokumenter tentang musik karena kami percaya bahwa musik adalah salah satu elemen penting dalam perjalanan. Nah melalui video pendek ini kami juga ingin menimbulkan optimisme bahwa masih ada anak-anak muda yang turut berperan untuk melanggengkan seni tradisi yang sudah berjalan selama ratusan tahun. Deri Elfiyan sebagai sutradara sendiri yang hadir saat awarding night. Semoga karya ini bisa menjadi standar baru bagi Hifatlobrain dalam berkarya.

Selanjutnya, hmm ini yang paling gress! Hifatlobrain mencoba membuat webseries sodara-sodara hehehe. Konten video memang menjadi bagian yang tak terelakkan hari ini. Tren tersebut menimbulkan gelombang baru para kreator video dengan perkembangan yang sungguh signifikan! Bila sebelumnya kami fokus bermain-main dengan gaya Vimean (para pengguna Vimeo), maka kali ini kami mencoba berkarya ala Youtubers yang sedang marak membuat webseries. Webseries sendiri adalah program rutin yang tayang di Youtube seperti kanal Vice yang sering menyajikan dokumenter seru atau kanal Layaria yang dikelola Dennis Adhiswara.

Kanal Hifatlobrain sendiri ingin fokus pada program jalan-jalan dan makan-makan. Nah untuk itu kami menggandeng kawan-kawan dari Hap-Hap.com untuk membuat webseries tentang street food berjudul Happy Belly on The Street. Presenternya adalah Deasy Esterina, gadis Ambarawa yang memiliki logat medhok notok jedhog! Silahkan saksikan videonya (kami baru aplot 4) untuk mengikuti perjalanan kami mencobai berbagai macam kuliner jalanan yang ada di Surabaya. 

4 comments:

winda savitri said...

kok kerei mbak :3, kerei itu tirai lho. btw, love mbak Deasy :*

a.m. said...

mantap broooo

Arsitek Kertas said...

desi kuuuuu

ninstravelog said...

Ya, saya juga terheran-heran dengan nama 'travel institute'.
Lepas dari namanya, saya setuju bahwa isi hifatlobran 2.0 semakin dewasa...