Pages

4/27/13

Tan Malaka Journey


Klik untuk memperbesar

Beberapa waktu lalu, saya melihat peta di dinding basecamp Tikungan, sebuah kelompok belajar paling syedap di Jember. Peta infografis perjalanan buatan TEMPO ini lantas mengingatkan saya pada sebuah buku berjudul Pacar Merah Indonesia karangan Matu Mona, nama alias dari Hasbullah Parinduri. Roman yang ditulis dalam dua jilid ini menceritakan petualangan Tan Malaka dalam menghindari kejaran polisi rahasia antarnegara. Saat itu, Tan yang merupakan wakil ketua Komintern dianggap terlalu berbahaya dan berpotensi menyebarkan virus komunisme di Asia Tenggara. 

Tapi bukan Tan Malaka namanya jika tak licin dan menjengkelkan seperti tiang panjat pinang. Meski dicekal di berbagai pelabuhan dan perbatasan, namun ia selalu berhasil meloloskan diri melalui berbagai siasat dan penyamaran. Di Thailand, ia dikenal sebagai Vichitra, di Singapura namanya berubah jadi Hasan Ghozali, di Filipina ia mencomot Alisio Riviera sebagai identitas samaran. Lukman Simbah selaku dewan syura Hifatlobrain berpendapat bahwa kisah pelarian Tan Malaka ini, "lebih epik dari serial Bourne Identity" dan yang lebih penting lagi adalah "petualangan asmaranya membuat Soekarno tampak cupu..." Harry A. Poeze, seorang Indonesianis yang mengkaji sepak terjang perjuangan Tan selama tiga dasawarsa, menyebut pria berdarah Minangkabau ini sebagai Che Guevara-nya Asia.

Perjalanan yang dilakukan Tan Malaka memang bukan pelancongan hura-hura, melainkan sebuah pengembaraan romantik yang hanya terjadi di alam revolusi saja. Tan Malaka menembus jarak ribuan kilometer untuk memperjuangan kemerdekaan Hindia Belanda dari tangan kolonial. Melalui perjalanan pula Tan Malaka mendapatkan sudut pandang keindonesiaan dari luar. Kekayaan perspektif inilah yang membantunya berimajinasi tentang sebuah komunitas besar cikal bakal sebuah bangsa. Gagasan yang kemudian berkembang menjadi sebuah karya penting berjudul Naar de Republiek Indonesia. Bukan sekian juta keliling dunia. [] 

1 comment:

Vira said...

buahahahaa..kalimat terakhirnya...

*nggak ikutaaaannn...