Pages

5/2/13

Kembali Dari Perlawatan Ke Europa


Djamaluddin Adi Negoro adalah pelopor jurnalisme modern di Indonesia. Namun bisa jadi ia juga penulis perjalanan modern pertama yang dimiliki Indonesia. Hingga riset kami hari ini, belum ada karya lain yang lebih awal dibandingkan reportase perjalanan ke Eropa yang dilakukan Adi Negoro pada pertengahan tahun 1926. Saat itu ia berumur 22 tahun dan merantau ke Benua Biru untuk mendalami ilmu jurnalistik. 

Dalam laporan perjalanannya, Adi Negoro tidak hanya menulis laporan pandangan mata belaka, tapi juga mengaitkan pengalamannya dengan sejarah dunia dan membandingkannya dengan keadaan di tanah air. Ia berangkat naik kapal Tambora milik Rotterdamse Lloyd, Belanda, dari Pelabuhan Tanjung Priok. Dari sana, kapalnya sempat mampir singgah ke Singapura, Medan, Sabang, Kolombo, Aden, Port Said, hingga Marseille, Perancis. Tujuan Adi Negoro sebetulnya Jerman. Namun setiba di Marseille, dia lebih memilih jalur darat untuk melintas Eropa. 

Perlu diingat bahwa saat itu kondisi ekonomi dan sosial belum semakmur hari ini. Rakyat masih susah cari makan, tiwul dan gathot adalah panganan populer bagi wong cilik, Eropa baru saja bangkit dari kekacauan yang  tersisa akibat Perang Dunia I, dan bahkan pada masa itu imajinasi tentang Indonesia pun masih lumayan abstrak. Pemerintah kolonial memberlakukan peraturan yang sangat ketat bagi pribumi yang ingin ke luar negeri. Hanya  orang-orang tertentu saja seperti cendekiawan, anak ningrat, dan peziarah haji yang mendapatkan izin istimewa. Lha wong ngurus makan sehari-hari saja susah, apalagi ke pelesir ke luar negeri, alamakjang! Sungguh tak terpikirkan.  

Maka melalui tulisan-tulisannya yang terbit berkala, Adinegoro turut membuka wawasan rakyat Indonesia pada masa itu. Tulisannya yang ringan begitu digemari dan ditunggu-tunggu setiap terbitannya di harian Pandji Pustaka. 

Nah, beberapa waktu yang lalu kami mengunggah salah satu arsip tulisan perjalanan Adi Negoro. Booklet setebal 89 halaman ini berjudul "Kembali Dari Perlawatan Ke Europa" yang menjadi cikal bakal buku "Melawat Ke Barat" sebanyak tiga jilid. Silahkan dibaca, silahkan diunduh! Semoga di kemudian hari kami bisa menghadirkan arsip ketiga bukunya secara lengkap, sembari kami terus menambah koleksi sebagai bahan riset panjang kami. 

Selamat hari pendidikan nasional! 

Salam,
Hifatlobrain  

3 comments:

Dani Artana ; society, nature, mind ; Balancing said...

Thank's for share!

ninstravelog said...

Terima kasih untuk sharing di scribl... koleksinya Ok

Rike Utami said...

Saya coba baca, ternyata pegel juga baca buku nya lama-lama, bahasanya jadoel banget :D
Tapi isi nya bagus ko,,
Thanks for sharing ya, salam kenal..